Konsultasi Psikologi: 5 Tahun Hidup Bersama tapi Tidak Direstui Orangtua Pacar

Diposting: 2 November 2017 | Kategori Konsultasi:

Dilihat: 1209 kali.

Psikolog: Ariny Oktaviany Psikolog

: Cantika

: Jogja

: Wanita

Isi Konsultasi:

Hallo PSYLine.id Psikologi Online Indonesia.

Saya memiliki pasangan, kami sudah menjalani hidup bersama selama 5 tahun terakhir. Pada awalnya hubungan kami tak direstui orang tua pacar saya. Namun kami nekad untuk terus bersama karena kami saling membutuhan dan sayang. Bertahun-tahun kita menjalani hubungan dengan masalah yang cukup banyak. Namun aku masih bisa bertahan disampingnya.

Beberapa saat yang lalu ortunya mengetahui kalau kami masih bersama dan sangat menentang hubungan kami. Dan dari sanalah pacar saya sebulan terakhir ini seakan menjauh. Namun perlakuannya tetap seperti biasa sayang aku, manjain aku dan peduli sama aku.

Tp dibalik itu semua Hpnya dilock dan pulang sudah tak pernah tepat waktu. Malah kadang ga pulang 3 hari dengan alasan pusing dengan ortunya. Dia semakin tertutup. Aku ingin pisah tapi aku ga bisa karena masih sangat mencintainya. Aku sangat-sangat bergantung padanya.

Apa yang harus saya lakukan? Saya bisa gila kalau tak melihatnya.

Ariny Oktaviany, S.Psi., M.Psi, Psikolog

Jawab:

5 Tahun Hidup Bersama tapi Tidak Direstui Orangtua Pacar.

Dear Cantika, Terima kasih sudah mempercayakan permasalahan Cantika ke PsyLine Indonesia.

Sebelumnya saya turut prihatin dengan kondisi hubungan yang Cantika jalani saat ini. Setiap individu mengharapkan hubungan yang bahagia, saya yakin begitu pula dengan Cantika. Cantika pastinya mengharapkan hubungan yang dapat memberikan kebahagian. Hubungan dengan rasa nyaman dan  kejelasan hubungan.

5 Tahun Hidup Bersama tapi Tidak Direstui Orangtua Pacar

Rasa cinta terhadap seseorang merupakan hal yang wajar dan tidak ada yang salah. Akan tetapi terkadang yang menjadi masalah adalah bagaimana perilaku kita dalam rangka mencintai seseorang. Sudah tepatkah perilaku kita dalam mengekspresikan rasa cinta? “Tepat” dalam artian kita mengembangkan gaya pacaran yang wajar dan sehat.

Cantika yang semoga selalu berbahagia di mana pun berada. Mari bersama-sama kita evaluasi lagi permasalahan yang sebenarnya kamu alami.

Hidup Bersama Tanpa Ikatan Pernikahan

Hidup bersama dengan pasangan tanpa ikatan pernikahan adalah kesalahan pertama yang kalian lakukan. Ini pun bukan bentuk gaya pacaran yang sehat.

Hidup bersama dengan pasangan tanpa ikatan memberikan banyak kerugian, khususnya bagi wanita. Antara lain kehamilan di luar nikah. Bagaimana bila pasangan tidak mau bertanggung jawab? Terlebih lagi, orang tuanya tidak merestui hubungan kalian.

Hidup bersama tanpa status juga meningkatkan peluang kekerasan dalam berpacaran. Tidak adanya komitmen yang tinggi dan rasa tanggung jawab. Cenderung mendorong salah satu pasangan untuk bertindak semena-mena terhadap pasanganya. Sangat mungkin bila suatu saat nanti dia akan meninggalkan kamu. Karena toh tidak ada komitmen yang jelas dalam hubungan kalian.

Selain itu, terutama dalam budaya Timur, hidup bersama tanpa pernikahan merupakan perilaku yang tidak sesuai dengan norma sosial maupun norma agama. Dari sisi agama, sudah pasti perilaku hidup bersama tanpa ikatan pernikahan dilarang keras.

Karenanya, ketika lingkungan mengetahuinya, maka sebagai salah satu konsekuensinya. Lingkungan akan memberikan penilaian dan pandangan negative. Seringkali memberikan ‘label’ negatif kepada yang melakukannya. Selain itu, seringkali hal ini juga menimbulkan rasa bersalah dalam diri kamu. Labelling dan rasa bersalah ini bisa terus dibawa sepanjang hidup. Yang pada akhirnya bisa menimbulkan tekanan psikologis.

Hubungan yang Tidak Direstui

Berikutnya, masalah kedua adalah menutupi status hubungan kalian pada orangtuanya. Cantika yang baik, setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Pasti ada pertimbangan tertentu dari orang tua. Mungkin saja orangtuanya tidak suka kalian tinggal bersama. Atau mereka melihat perubahan negatif dari anaknya sehingga mereka melarang hubungan kalian.

Apakah mungkin Cantika akan memperoleh kenyamanan dan kebahagian dari hubungan kalian jika melakukan backstreet? Bisa jadi yang ada justru kalian dihantui rasa khawatir jikalau ketahuan oleh keluarganya. Dan tidak menutup kemungkinan muncul konflik-konflik lain. Karena pacaran secara backstreet membuat seseorang cenderung akan melakukan kebohongan demi kebohongan. Untuk menutupi kebohongan sebelumnya.

Jadi, sampai kapan kalian mau main “petak umpet” terus dengan Keluarga?

Saran Untuk Masalah 5 Tahun Hidup Bersama tapi Tidak Direstui Orangtua Pacar

Kembali pada pertanyaan Cantika, mengenai apa yang harus dilakukan. Saya rasa yang tahu pasti harus bagaimana adalah Cantika dan pasangan. Jika Cantika dan pasangan saling mencintai dan ingin tetap bersama. Sebaiknya kalian bicarakan mengenai arah tujuan hubungan kalian.

Apakah Cantika mau untuk selamanya menjalani hubungan yang seperti ini? Akan lebih baik lagi bila kalian memikirkan untuk membawa hubungan kalian ke jenjang pernikahan? yang sudah pasti memiliki komitmen yang jelas.

Mengenai keluarganya yang tidak merestui kalian. Kalian berdua bisa bekerjasama menunjukkan pada keluarganya bahwa hubungan kalian layak diperjuangkan. Komunikasikan dengan mereka dan cari tahu apa yang membuat mereka tidak merestui kalian.

Tampilkan perilaku yang positif, bangun gaya pacaran yang sehat. Dan tunjukkan bahwa kamu bisa memberikan pengaruh yang baik atau positif pada pasangan. Dalam perjalanannya nanti bersiaplah, karena tidak  akan mudah dan butuh perjuangan untuk mengambil hati orang tuanya.

Oleh karena itu jangan lupa untuk minta bantuan pada yang Maha membolak balikan hati manusia. Mintalah bantuan kepada Allah untuk membuka hati orang tua pacarmu, untuk merestui hubungan kalian ke jenjang pernikahan.

Semoga jawaban saya bisa sedikit memberikan pencerahan dan membantu Cantika dalam menghadapi permasalahan yang dihadapi saat ini.

Salam Bahagia,

Ariny Oktaviany

Ceritakan Masalah Pribadimu Secara Rahasia dan Anonim.

Silakan mengisi kuesioner singkat untuk memberikan beberapa latar belakang umum tentang Anda dan isu-isu yang ingin Anda bahas dalam konseling.

Bila Anda ada permasalahan yang sama dengan Tips Psikologi tersebut di atas, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Konsultasi Psikologi sebelumnya membahas tentang:

Konsultasi Psikologi: Trauma Dengan Pacar yang Selingkuh.

Tentang Psikolog

Ariny Oktaviany Psikolog

Bekerja sebagai istri dari seorang suami yang insya Allah baik hati, Psikolog klinis di rumah sakit, tenaga pengajar salah satu universitas swasta di jakarta, & associate assessor. Memiliki hobi travelling & swimming.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog