Konsultasi Psikologi: Bingung Karena Anak Ingin Ikut Balap Motor

Diposting: 5 Oktober 2017 | Kategori Konsultasi:

Dilihat: 1251 kali.

Psikolog: Arbono Lasmahadi

: Akuang

: Indonesia

: Pria

Isi Konsultasi:

Pagi PSYLine.id Psikologi OnLine Indonesia,

Saya sebagai orangtua, sekarang lagi bingung dalam mengambil keputusan yang akan di berikan kepada anak saya. Anak saya Laki-laki umur 13tahun menyampaikan keinginannya untuk ikut balap resmi motor.

Satu sisi saya sangat khawatir dan sisi laen saya takut menghambat bakatnya. Karena anak saya selalu bilang ini adalah hobinya.

Apa yang harus saya lakukan? Mohon solusinya. Terima kasih

Arbono Lasmahadi S.Psi, M.Psi, Psikolog

Jawab:

Bingung Karena Anak Ingin Ikut Balap Motor Resmi.

Selamat Pagi Pak Akuang,

Pertama tama saya ingin mengucapkan terima kasih atas kepercayaan bapak untuk berbagi masalah. Anak Ingin Ikut Balap Motor, yang sedang bapak hadapi kepada PSYLine.

Saya mengapresiasi keterbukaan yang bapak ungkapkan. Saya memahami kekhawatiran dan kebingungan bapak atas keinginan anak bapak. Hal ini wajar karena profesi menjadi pembalap motor memang mengandung resiko yang besar. Dan memerlukan biaya yang tidak sedikit ;).

Resiko mengalami kecelakaan memang dapat menjadi momok bagi banyak orang tua yang Anak Ingin Ikut Balap Motor. Apalagi di usia muda belia.

Bingung Karena Anak Ingin Ikut Balap Motor Resmi

Menurut hemat saya, ada beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan bapak. Sebelum memutuskan mengizinkan atau menolak permintaan dari putra bapak yang bersangkutan.

Pertimbangannya sebagai berikut:

  1. Pendidkan formal putra bapak sebaiknya tidak terputus

    Bagaimanapun pendidikan itu penting. Karena dengan pendidikan yang bersangkutan bisa lebih melihat kesempatan karir dengan perspektif yang lebih luas. Jadi hobi putra bapak, jangan sampai membuatnya putus sekolah.

    Kawan saya pembalap motor cross, mampu menyelesaikan pendidikannya sebagai sarjana peternakan. Dan beliau menjadi juara motor cros di era 80-an.

  2. Cari informasi yang lengkap mengenai kegiatan balap motor yang ingin dia ikuti

    Informasi tentang penyelengggaranya, termasuk persyaratannya. Informasi tentang resiko yang bisa terjadi, termasuk perlindungan asuransi bila terjadi kecelakaan. Perbanyak informasi mengenai kegiatan tersebut, akan mempermudah Anda mengambil keputusan.

  3. Cari informasi tentang klub balap motor resmi yang ada di kota bapak

    Kunjungi mereka sesekali dan cari tahu tentang dunia balapan motor yang sesungguhnya. Termasuk keuntungannya, kerugian dan resikona. Kalau diperlukan ajak putra bapak untuk berdiskusi dengan para pakar dan pelatih balap motor yang ada di sana. Sehingga ia bisa benar benar paham dunia balap motor.

  4. Cari informasi apakah putra bapak juga terlibat balapan liar di jalan atau senang kebutkebutan di jalan

    Kalau ini dia lakukan, bisa jadi ikut balapan resmi bisa menjadi penyaluran hasratnya. Hasrat untuk menyalurkan dorongan energinya dengan cara yang lebih aman.

Dengan informasi tersebut di atas, bapak bisa membuat analisa sederhana. Ajak istri untuk berdiskusi tentang masalah ini. Hal ini untuk membandingkan bila putra bapak diizinkan untuk ikut dan bila tidak diziinkan untuk ikut.

Seperti contoh berikut:

Bila diijinkan ikut:

Keuntungan:

  • menghindari anak terlibat balapan liar,
  • mendorong motivasinya untuk tetap belajar di sekolah dengan baik,
  • meningkatkan kepercayaan dirinya karena mempunyai kelebihan yang mungkin tidak dimiliki anak-anak seumurnya.

Kerugian:

  • resiko mengalami kecelakaan,
  • bila tidak dikelola waktu belajar dan latihan dengan baik, akan mengganggu jadwal sekolah,
  • meningkatnya pengeluaran keluarga.

Bila tidak diijinkan ikut:

Keuntunga:

  • Terhidar dari kecelakaan karena balapan
  • bila ada hobi lain, bisa diarahkan ke hobi yang lebih aman dari resiko kecelakaan
  • tidak keluar biaya tambahan untuk lomba balapan motor.

Kerugian:

  • potensi anak untuk ikut lomba balapan liar secara diam diam
  • kebut kebutan di jalan.
  • bila tidak dikomunikasikan dengan baik alasan penolakan bapak, anak akan merasa tidak diberikan ruang untuk pengembangan dirinya.

Demikianlah pandangan dari saya atas permasalahan yang saat ini sedang bapak alami. Saya yakin dan percaya, bapak dan keluarga dapat mengambil keputusan yang tepat. Tentu sesuai dengan kondisi dan kebutuhan keluarga bapak.

Apabila dalam waktu 3-6 bulan ke depan, bapak masih memerlukan bantuan kami lebih lanjut. Bisa menghubungi para konsultan kita di psyline. Bisa melalui diskusi lewat email, telephone call, video call, atau bertatap muka langsung dengan mereka. Di waktu dan tempat yang telah disepakati bersama.

Terima kasih sekalai lagi sudah menggunakan Psyline.

Salam Bahagia.

Konsultan

Arbono Lasmahadi

Ceritakan Masalah Pribadimu Secara Rahasia dan Anonim.

Silakan mengisi kuesioner singkat untuk memberikan beberapa latar belakang umum tentang Anda dan isu-isu yang ingin Anda bahas dalam konseling.

Bila Anda ada permasalahan yang sama dengan Tips Psikologi tersebut di atas, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Konsultasi sebelumnya membahas tentang:

Tanya Jawab Psikologi: Cemas dan Takut Kalau Mau Bicara Dalam Kelompok.

Tentang Psikolog

Arbono Lasmahadi

Psikolog Senior
Alumnus Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
Praktisi Senior Manajemen Sumber Daya Manusia.
Pengurus IOC.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog