Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Kategori: | 772 Views

Konsultasi Psikologi: Depresi Karena Ayah Yang Suka Selingkuh

16 Maret 2018 | Penulis: Diana Rahmawati

: DUSK

: Jakarta

: Wanita

Isi Konsultasi:

Hallo PSYLine.id Psikologi Online Indonesia.

Aku sedang bingung, sedih, lelah, hancur. Setiap hari aku nangis diam-diam.

Aku kelas 12 SMA, banyak ujian dan tugas yang harus aku selesaikan. Sebentar lagi SBMPTN, tapi suasana rumah sangat tidak mendukung.

Ayahku pernah selingkuh. Tidak sekali. Lebih dari itu. Dan selalu aku yang pergokin. Sekarang dia protective banget sama hp’nya. Sampai tidak ada satu orangpun yang boleh membuka hp’nya.

Aku kesel sama sikapnya. Hal ini selalu mengganggu pikiran aku. Bagaimana kalau dia selingkuh lagi? Sosok ‘AYAH’ yang dulu aku idolakan sekarang sudah hancur.

Belum lagi tuntutan aku harus masuk universitas negeri. Rasanya semua campur aduk di kepalaku.

Aku harus gimana? Aku  ngerasa kayak selalu sedih dan gak bisa fokus untuk belajar. Aku sedih sikap ayah kayak gitu, dia makin dingin dan tempramental.

Tolong aku.

Diana Rahmawati

Jawab:

DUSK yang sedang bingung, sedih, lelah, hancur dan Depresi Karena Ayah Yang Suka Selingkuh.

Saya dapat merasakan perasaan kamu saat ini yang sedang campur aduk. Beban menghadapi berbagai permasalahan yang sedang kamu alami. Khususnya terkait dengan persepsimu terhadap Ayah. Hal itu yang mempengaruhi fokus dan konsentrasimu dalam menghadapi banyak ujian dan tugas di sekolah. Mempersiapkan SBMPTN dan tuntutan untuk masuk Universitas Negeri.

Uhh Sungguh berat sekali.

Depresi Karena Ayah Yang Suka Selingkuh

DUSK sayang, maafkan kalau saya merasa perlu menanyakan kembali, apakah yang kamu sangkakan kepada Ayah, bahwa beliau berselingkuh memang benar-benar terjadi, atau masih menjadi dugaanmu?

Karena, DUSK, hubungan antara orang dewasa memang seringkali rumit untuk dipahami. Terlebih oleh orang yang belum memiliki pengalaman berumah tangga.

Yang perlu DUSK pahami juga, orang dewasa yang sudah menikah pun seringkali perlu menjalin komunikasi dengan orang-orang lawan jenis. Misalnya untuk urusan pekerjaan atau bermua’amalah secara sosial.

Banyak juga yang tetap menjalin persahabatan dengan teman-teman lawan jenis yang telah dikenal sejak sebelum menikah. Tingkat dan gaya ‘keakraban’ seseorang pun bisa dipersepsi berbeda. Misalnya, bisa saja yang kamu anggap terlalu ‘akrab’ menurut orang lain ‘biasa saja’.

Bisa jadi seseorang menceritakan permasalahannya kepada teman lawan jenis karena suatu alasan tertentu. Yang orang lain belum tentu dapat memahaminya, sehingga timbul kecurigaan.

  1. Komunikasikan Dengan Baik Kepada Ayah

    Terlepas dari semua itu, yang lebih penting sekarang adalah bagaimana DUSK dapat mengkomunikasikan. Katakan apa yang kamu rasakan dan akibatnya yang mengganggu konsentrasi belajarmu.

    Akan sangat baik kalau kamu bisa berbicara baik-baik, dari hati ke hati dengan ayah. Bukan untuk menuduh atau menghakimi ayah. Tapi untuk mengungkapkan apa yang kamu pikir dan rasakan.

    Carilah suasana yang tepat saat suasana tenang dan berdua dengan ayah. Hindari sikap emosional dan menghakimi, yang justru akan memperburuk hubungan kamu dengan ayah.

  2. Bicaralah Dengan Jujur

    Sampaikan apa yang DUSK rasakan saat ini dan apa yang ingin Anda capai kedepannya. Juga suasana kondusif di rumah yang kamu butuhkan untuk dapat lebih konsentrasi dalam belajar.

    Kamu juga boleh menanyakan siapa sebenarnya orang yang menurut Anda ‘akrab’ dengan Ayah. Dengan syarat, apa pun jawaban ayah, itulah yang harus kamu terima.

    Selebihnya, serahkan permasalahan ini kepada kedua orangtuamu untuk memecahkannya.

  3. Tidak Perlu KEPO Dengan Privacy Orangtua

    Jangan ikuti dorongan untuk ‘main detektif’ dengan menyelidik ayah. Termasuk menyelidiki hp-nya (yang adalah privacy Ayah, sehingga dapat dipahami bila beliau tidak ingin ada orang yang mengganggu privacy-nya). Hal itu yang justru akan semakin mengganggu ketenangan dirimu. Karena kehidupan Orang Tua terlalu berat untuk menjadi beban pikiranmu, kamu tak akan kuat, biar Orang Tua saja.

  4. Menerima Dan Memaafkan

    Apa pun yang terjadi, DUSK, terimalah dan maafkanlah Ayah. Memaafkan bukan berarti membenarkan apa pun tindakannya. Tetapi menerima dan memafkan merupakan kunci untuk membebaskan dirimu sendiri dari rasa kesal dan marah.

    Saya sangat paham, mengatakan hal ini jauh lebih mudah daripada melakukannya. Tapi dicoba ya, DUSK.

    Dengan  diri kita yang terbebas dari rasa kesal dan marah maka harapan saya, DUSK lebih bisa memusatkan perhatian pada tugas-tugas dan ujian sekolah.

  5. Fokus Pada Tujuan dan Cita-cita

    Lebih baik fokuskan dirimu pada hal-hal yang lebih penting. Buatlah skala prioritas, pergunakan waktu sebaik-baiknya untuk belajar dan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk ujian akhir dan  SNBPTN.

    Teruslah memotivasi diri dengan selalu berpikir positif. Buktikan bahwa DUSK bisa berprestasi dan menjadi kebanggaan Keluarga, bagaimana pun kondisi di dalam keluarga.

  6. Carilah Dukungan Dari Pihak Ke-3

    DUSK juga bisa mencari dukungan dari Ibu untuk memberikan semangat dan meminta doanya.  Dekati teman-teman yang memberikan energi positif dan bisa diajak belajar bersama dan menyelesaikan tugas-tugas sekolah. DUSK juga sebaiknya terus berdoa memohon pertolongan kepada Allah SWT agar cita-cita Anda dapat tercapai. 

Selamat belajar DUSK, saya doakan semoga tercapai semua cita-citamu dan kamu bisa hidup bahagia bersama keluarga tercintamu.

Salam Bahagia,

Diana Rahmawati.

Ceritakan Masalah Pribadimu Secara Rahasia dan Anonim.

Silakan mengisi kuesioner singkat untuk memberikan beberapa latar belakang umum tentang Anda dan isu-isu yang ingin Anda bahas dalam konseling.

Bila Anda ada permasalahan yang sama dengan Tips Psikologi tersebut di atas, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Bergabunglah dengan kami di Media Sosial PSYLine.id Klik Tautan Berikut Ini:

comfort.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Konsultasi Psikologi sebelumnya membahas tentang:

Konsultasi Psikologi: Merasa Dipandang Rendah Di Tempat Kerja Karena Wanita.

Tentang Penulis

Diana Rahmawati

Memiliki pengalaman dalam kegiatan asasement dan pernah bekerja sama dengan beberapa konsultan psikologi. Ibu dari 3 anak yang jg aktif membantu kegiatan komite sekolah.

Tinggalkan Balasan