Konsultasi Gratis
Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

3 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

41 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

68 Artikel

Cinta & Remaja

10 Artikel

Pendidikan & Anak

41 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

72 Artikel

Kategori: | 246 Views

Konsultasi Psikologi: Depresi Karena Menjadi Korban Bullying Saat SD

20 September 2017 | Penulis: Drs. Julyvan Pertamawan, Psi

: R

: Lampung

: Wanita

Isi Konsultasi:

Hallo PSYLine.id Psikologi Online Indonesia.

Saya sekarang seorang mahasiswi baru. Saya pernah menjadi korban bullying saat duduk di bangku kelas 6 SD. Saya mendapatkan semacam teror bahwa saya adalah anak pungut (peneror itu menyebut saya seperti itu). Memang dulu saya memiliki rupa yg cukup buruk, jadi saya di bully peneror itu habis-habisan. Dia meneror melalui sms, bahwa saya anak pungut yang buruk rupa dan sombong.

Pada saat saya kelas 6 itu hampir semua murid tahu teror itu dan mempercayainya. Jadi saya dikucilkan teman-teman. Saya sangat depresi saat itu, karena dulu saya masih sangat belia dan tidak mengerti. Saya bingung harus bagaimana?

Setelah kejadian teror itu saya seperti menarik diri dari orang-orang. Saya menjadi remaja yang tertutup dan tidak ada satu orang pun tau kalau saya depresi. Bahkan termasuk keluarga saya sendiri. Sampai detik ini saya masih sangat depresi walaupun terlihat dari luar saya anak yang ceria.

Mohon bantuannya:) tks.

Drs. Julyvan Pertamawan Psi

Jawab:

Depresi Karena Menjadi Korban Bullying Saat SD.

Hai R,

Terima kasih ya sudah mau sharing dengan PSYLine.id Psikologi Online Indonesia.

Saya ikut prihatin dengan pengalaman R sebagai korban perundungan / bullying. Apalagi itu dialami sejak kelas 6 SD ya? Sekarang di usia 18 tahun. Meskipun R bisa tampil riang gembira, tapi masih ada perasaan depresi. Itu karena “label” sebagai anak pungut yang sombong dan buruk rupa. Begitu ya? Jadi R sangat Depresi Karena Menjadi Korban Bullying Saat SD.

Depresi Karena Menjadi Korban Bullying Saat SD

Oke, sekarang saya ingin mengajak kamu untuk melihat masalah dari sisi yang berbeda.

Menurut R,

  • Apa ya kira-kira keuntungan orang-orang yang melakukan teror kepada kamu?
  • Apakah dia memperoleh keuntungan dari hasil terornya?
  • Atau dia hanya senang melakukan teror tanpa dapat keuntungan?

Pertanyaan lain,

  • Apakah hanya R saja yang diteror?
  • Atau ada orang lain yang mendapat perlakukan sama dari si peneror?
  • Lalu, sekarang di usia 18 tahun, kelas XI kan?
  • Apakah si peneror juga masih melakukan hal yang sama dengan yang dilakukannya 6 tahun yang lalu?

Menurut saya, si peneror tidak memperoleh keuntungan apa pun dari apa yang dilancarkan sebagai teror. Satu-satunya keuntungan baginya adalah rasa puas telah membuat R depresi. R menjadi Depresi Karena Menjadi Korban Bullying Saat SD. Biasanya orang seperti itu tidak memberi manfaat kepada siapa pun. Termasuk kepada dirinya sendiri. Dia merasa “menang” dan “senang”, itu saja.

Nah, bagaimana dengan R sendiri. Sebagai seorang remaja yang ceria, saya yakin R bisa mengendalikan diri. Kalau selama ini R menjadi obyek teror dan teror itu tidak memberi manfaat. Sebenarnya R bisa menentukan sendiri tindakan yang lebih baik.

Saran dari Konsultasi Psikologi Depresi Karena Korban Bullying Saat SD

Tentukan prioritas dalam melangkah. Apakah mengarahkan energi pada hal-hal yang mendukung produktivitas diri. Atau  menghabiskan energi untuk memikirkan teror yang dilancarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

R sebagai subyek bukan sebagai obyek. Sebagai seorang yang mampu menentukan langkah sendiri secara independen. Bukan sebagai sasaran dari tindakan orang lain yang kurang memberi manfaat.

Baca Juga:

Apa itu Bullying? Kenali Tanda dan Cara Pecegahannya.

Itu saran saya. Bagaimana? Bisa diterima saran saya? Bisa diterapkan usulan saya?

Mulailah melihat sekeliling. Ambil dan fokuskan diri pada hal-hal yang membawa manfaat bagi diri R. Beri semangat pada diri sendiri setiap mencapai keberhasilan. Sekecil apa pun sebuah keberhasilan, dapat memberi manfaat besar pada diri kita. Ucapkan syukur atas karuniaNya.

Semoga R dapat mengatasi masalah dengan baik. Setiap individu sudah dilengkapi dengan kemampuan bertahan dan berkembang oleh Sang Pencipta. Gunakan kemampuan yang ada. Bantuan orang lain pada dasarnya merupakan upaya untuk menguatkan dan memastikan pilihan langkah yang diambil sudah sesuai atau belum tepat.

Selebihnya, akan kembali pada keputusan R sendiri. Apa tetap tenggelam dalam perasaan tertekan oleh terror. Atau dapat terbang tinggi mencapai prestasi terbaik R sebagai seorang yang mandiri dan dewasa dalam bertindak dan mengambil keputusan.

Masih perlu saran tambahan? Silakan menulis kembali atau membuat janji ketemu dengan Psikolog yang bertugas.

Salam bahagia,

Julyvan Pertamawan.


Ceritakan Masalah Pribadimu Secara Rahasia dan Anonim.

Silakan mengisi kuesioner singkat untuk memberikan beberapa latar belakang umum tentang Anda dan isu-isu yang ingin Anda bahas dalam konseling.

Bila Anda ada permasalahan yang sama dengan Tips Psikologi tersebut di atas, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Konsultasi Psikologi sebelumnya membahas tentang:

Konsultasi Psikologi: Apakah Aku Sudah Gila?

Tentang Penulis

Drs. Julyvan Pertamawan, Psi

Aktif di Himpsi Jaya (www.himpsijaya.org) dan Iluni Psikologi Universitas Indonesia.

Tinggalkan Balasan