Konsultasi Gratis
Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Frustasi Karena Tidak Jago Olahraga

Kategori: | 245 Views

Konsultasi Psikologi: Frustasi Karena Tidak Jago Olahraga

6 Februari 2018 | Penulis: Palupi Maulia Andari, M.Psi, Psikolog

: Je

: Jawa

: Pria

Isi Konsultasi:

Min, saya sering sedih. Sering membandingkan diri dengan orang lain. Khususnya dalam bidang olahraga yang saya tidak bisa. Saya tidak bisa basket dan futsal. Tapi saya punya prestasi melimpah hingga bisa keluar negeri.

Saya sedih tidak berolahraga seperti teman-teman lainnya. Saya sering minder dan sedih dan kurang mencintai diri apaadanya.

Saya juga susah cuek dan tidak peduli dengan omongan orang yang tidak benar mengenai saya. Sehingga semuanya membuat saya overthinking. Bahkan membuat saya terus berpikir dan tidak produktif.

Apa solusi dan yang harus saya lakukan?

Palupi Maulia Andari, M.Psi, Psikolog

Jawab:

Dear adik Je yang sedang Frustasi Karena Tidak Jago Olahraga. Terima kasih atas kepercayaan kamu untuk berbagi cerita kepada PSYLine.id Psikologi Online Indonesia.

Sebelumnya perlu kami jelaskan terlebih dahulu bahwa semua Konsultasi yang kami lakukan di PSYLine.id ini adalah murni langsung dengan Psikolog Profesional PSYLine. Semua kami jawab langsung tanpa adanya Admin atau Mesin Penjawab. Jadi Konsultasi Psikologi ini dapat dipertanggung jawabkan. Untuk lebih jelasnya klik tautan di bawah ini:

Syarat dan ketentuan.

Frustasi Karena Tidak Jago Olahraga

Masalah yang kamu sampaikan pada kami sebenarnya wajar dialami pada masa remaja. Kenapa demikian? Karena masa remaja merupakan masa pencarian identitas diri. Hal ini seringkali menimbulkan permasalahan. Salah satunya adalah kegelisahan karena banyaknya hal yang diinginkan namun tidak mampu untuk memenuhi semuanya.

Pandangan remaja terhadap identitas dirinya masih sering dipengaruhi oleh lingkungannya. Singkatnya adalah pada masa ini penilaian remaja terhadap dirinya dipengaruhi oleh pandangan lingkungan. Dalam hal ini teman-teman sebaya. Seperti halnya adik Je yang sering membandingkan diri dengan orang lain dan merasa minder karena tidak bisa berolahraga seperti teman-temannya.

Adik Je dalam hal ini merasa bahwa anak yang hebat dan disukai dalam pergaulan adalah anak yang bisa berprestasi dalam bidang olahraga. Hal ini sangat disayangkan. Karena adik Je sendiri juga memiliki prestasi yang luar biasa hingga bisa ke luar negeri.

Tidak Usah Galau Berkepanjangan

Adik Je tidak perlu terlalu risau karena perlahan adik Je akan menyadari bahwa setiap individu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Teman adik Je yang “jago” olahraga belum tentu memiliki prestasi di bidang yang sama dengan prestasi adik Je.

Yang saat ini perlu dilakukan adalah terus melakukan hal yang sesuai dengan kemampuan dan minat adik Je. Seiring dengan semakin banyaknya prestasi adik Je, maka semakin besar pengakuan dari lingkungan terhadap kelebihan adik Je.

Adik Je juga harus mulai mencintai diri sendiri. Semakin Adik Je menerima kelebihan dan kekurangan diri maka akan semakin cepat pula didapatkan identitas diri yang sehat. Tentunya adik Je ingin menjadi seorang dewasa yang berkepribadian sehat bukan? Mulailah dari mencintai diri sendiri.

Penilaian adik Je terhadap diri sendiri berpengaruh terhadap penilaian orang lain terhadap diri adik Je. Jika adik Je menilai diri dengan positif maka lingkungan cenderung akan memberikan penilaian yang positif, begitu pula sebaliknya. 

Selanjutnya, saat adik Je mulai merasa ‘overthinking’, kamu dapat mulai membuat apa yang saya sebut “jurnal pikiran”. Tulislah segala hal yang kamu pikirkan. Tuliskan kegalauan, kebingungan, dan kekhawatiran kamu pada selembar kertas. Kemudian, tulis pula semua perasaan yang muncul akibat perasaan tersebut. Misalnya:

  • Pikiran: Saya merasa teman-teman menjauhi saya
  • Perasaan: Sedih, sakit hati, kecewa

Dengan memiliki jurnal pikiran, adik Je dapat memantau sejauh mana pikiran adik Je berkembang. Dan seberapa besar pengaruh pikiran terhadap perasaan adik Je.

Demikian jawaban dari saya, semoga bisa membantu.

Salam bahagia,

Palupi Maulia Andari

Ceritakan Masalah Pribadimu Secara Rahasia dan Anonim.

Silakan mengisi kuesioner singkat untuk memberikan beberapa latar belakang umum tentang Anda dan isu-isu yang ingin Anda bahas dalam konseling.

Bila Anda ada permasalahan yang sama dengan Tips Psikologi tersebut di atas, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Konsultasi Psikologi sebelumnya membahas tentang:

Konsultasi Psikologi: Merasa Menjadi Minder dan LOLA Setelah Masuk Kuliah.

Tentang Penulis

Palupi Maulia Andari, M.Psi, Psikolog

Psikolog pada sebuah rumah sakit di Jakarta.

Tinggalkan Balasan