Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Istri Yang Tidak Bisa Mengendalikan Emosi

Kategori: | 554 Views

Konsultasi Psikologi: Istri Yang Tidak Bisa Mengendalikan Emosi

9 April 2018 | Penulis: Cynthia Rezeki Psikolog

: Grenger17

: Subang

: Wanita

Isi Konsultasi:

Terima kasih PSYLine.id Psikologi Online Indonesia sebelumnya.

Saya adalah Ibu RumahTangga yang sudah 2 tahun menikah. Saya 3 kali keguguran dan sekarang baru mau promil lagi.

Saya sangat mencintai suami saya. Dia sangat baik dan lucu. Tapi kenapa saya sering marah dan ngomel, saya tidak bisa mengendalikan emosi. Banyak hal dipendam dan kadang merasa suami tidak peka. Mungkin saya sangat manja.

Bagaimana saya merubah pikiran saya yang sangat sulit menahan emosi? Mohon jawabannya.

Cynthia Rezeki, S.Psi., Psikolog.

Jawab:

Assalamu’alaikum Wr. Wb.  Haloo Granger17 istri yang baik hati dan Istri Yang Tidak Bisa Mengendalikan Emosi. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih sudah percaya kepada PSYLine untuk bercerita mengenai permasalahan Ibu Granger17 di sini. 

Saya saya menghargai Ibu yang sudah mau jujur mengakui diri ibu yang merasa kurang dapat mengendalikan emosi kepada suami. Penerimaan perasaan ini menjadi aspek penting untuk Ibu bisa melakukan perbaikan diri dalam pengendalian emosi tersebut.

Istri Yang Tidak Bisa Mengendalikan Emosi

Teruslah untuk mengeksplor dan mengenali setiap emosi yang muncul dalam diri Ibu dalam berbagai situasi. Baik perasaan senang, sedih, marah, kesal, takut, kecewa, dan sebagainya. Terimalah perasaan-perasaan tersebut sebagai bagian dari diri Ibu.

Selanjutnya:

Lakukan Kegiatan Positif

Lakukanlah berbagai aktivitas positif yang dapat membantu Ibu untuk mengatasi emosi yang meledak. Atau paling tidak mengalihkan perasaan yang “mengganggu” relasi Ibu dengan Suami atau orang di sekitar Ibu.

Lakukan kegiatan seperti olahraga (disarankan yoga, jalan pagi/kaki, atau olahraga lain yang Ibu sukai), bernyanyi, main musik, berkumpul bersama teman, bercerita kepada orang yang dapat memberikan masukan positif dan dapat dipercaya. Menulis perasaan Ibu dalam buku diary, dan sebagainya.

Memang cara-cara tersebut tidak langsung bisa menyelesaikan masalah Ibu. Namun bisa membantu meringankan beban perasaan Ibu dan membantu Ibu merasa lebih tenang. Sehingga ibu lebih siap dalam menghadapi permasalahan yang ada. 

Berkomunikasi Secara Terbuka Dengan Suami

Dalam hubungan suami-istri, memang sangat dituntut untuk saling memahami. Saya sangat paham mengenai perasaan Ibu ketika suami dirasakan kurang peka terhadap permasalahan atau perasaan kita. Sungguh tidak nyaman rasanya dan sedih sekali pastinya ya Bu.

Di sisi lain, Ibu, ketika suami dirasakan kurang peka terhadap kita, artinya Ibu yang perlu mengajari suami bagaimana cara memahami Ibu. Nah, di sinilah pentingnya komunikasi secara terbuka.

Ketika Ibu merasa kesal, marah, sedih, dan sabagainya, coba Ibu bicarakan secara terbuka kepada suami.  Jujur dan tindakan yang Ibu inginkan dari suami secara spesifik, untuk menghindari perbedaan persepsi.

Misalnya: kalau Ibu merasa suami kurang memberi perhatian saat Ibu sedang menceritakan sesuatu, mintalah misalnya, untuk meletakkan handphonenya barang sebentar, atau misalnya Ibu ingin lebih banyak menghabiskan waktu berdua saja, dsb.

Kalau suami menanggapi keterbukaan perasaan Ibu dengan becanda, melucu atau hal-hal yang tidak Ibu inginkan, Ibu boleh mengutarakannya bahwa tindakan suami yang begitu bukan hal yang Ibu inginkan saat ini. 

Sangat bisa jadi keterbukaan komunikasi tersebut tidak berjalan mulus sesuai keinginan ibu. Karena memang butuh proses panjang untuk mengubah suatu kebiasaan. Tapi bukan berarti tidak bisa.

Berkomitmen Bersama Suami

Yang sangat penting adalah komitmen ibu dan suami, serta konsistensi untuk terus mencoba untuk saling memahami dan menyesuaikan. Termasuk belajar bagaimana mengutarakan perasaan-perasaan Ibu dengan cara yang lebih dapat diterima suami. Dengan kendali emosi yang lebih baik/tenang tentunya.

Di sisi lain, ibu juga perlu untuk memahami dan menerima cara suami menghadapi “emosi-emosi” Ibu. Yang bisa jadi tidak sepenuhnya sesuai dengan keinginan ibu. Karena gaya komunikasi tiap-tiap orang berberbeda. Pertahankan pikiran positif terhadap suami ibu. 

Saran Untuk Istri Yang Tidak Bisa Mengendalikan Emosi

Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan kepada Ibu. Hal ini perlu untuk direnungkan dan dicari jawabannya sendiri oleh Ibu. Atau kalau memang dibutuhkan bisa minta bantuan profesional (Psikolog), yaitu:

  • Apa yang membuat Ibu banyak memendam perasaan atau masalah kepada suami? 
  • Apa kekhawatiran yang Ibu rasakan ketika mencoba untuk terbuka pada suami? 
  • Apakah pengalaman keguguran 3x dalam 2 tahun pernikahan Ibu sangat mengganggu pikiran Ibu?
  • Bagaimana pengalaman tersebut mempengaruhi perasaan dan harga diri ibu sebagai seorang wanita dan seorang istri?
  • Apakah ada perasaan khawatiran ditinggalkan oleh suami?
  • Apakah ada “tekanan” dari pihak lain untuk segera punya anak? Bila ada, bagaimana Ibu dan suami menanggapinya?
  • Apa yang menurut Ibu dapat dilakukan untuk mengatasi tekanan yang ada?

Saran saya:

Berkonsultasi Lebih Lanjut Dengan Psikolog

sebaiknya Ibu coba untuk berkonsultasi kepada psikolog. Meski Ibu merasa hal tersebut bukan hal utama yang menjadi penyebab emosi Ibu dan Ibu merasa sudah “ikhlas” dengan masalah keguguran tersebut. Tidak ada salahnya Ibu untuk berkonsultasi untuk memastikan tidak ada pengaruh buruk dari pengalaman tersebut bagi Ibu ke depannya. 

Lebih Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT

Selain itu, sangat penting untuk terus mengadu pada Allah SWT. Dia lah Yang Maha Kuasa, Maha Pemberi, Maha Berkehendak, Maha Pengasih dan Penyayang untuk membantu kita keluar dari setiap permasalahan kita.

Banyak-banyaklah beristighfar, karena istighfar dapat memberikan ketentraman dan kenyaman dalam hati kita, yang dapat membantu kita ikhlas dalam setiap keadaan dan kehendak-Nya. 

Semoga program hamil yang sedang dijalankan berjalan lancar dan segera diberikan ridha-Nya dan kepercayaan-Nya untuk mendapatkan momongan. Aamiin YRA. 

Semangat terus Ibu,.. Always positive thinking. 

Allah terus, Allah lagi, Allah selamanya.. 

Salam Bahagia, 

Cynthia Rezeki, S.Psi., Psikolog. 

Ceritakan Masalah Pribadimu Secara Rahasia dan Anonim.

Silakan mengisi kuesioner singkat untuk memberikan beberapa latar belakang umum tentang Anda dan isu-isu yang ingin Anda bahas dalam konseling.

Bila Anda ada permasalahan yang sama dengan konsultasi tersebut di atas, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Bergabunglah dengan kami di Media Sosial PSYLine.id Klik Tautan Berikut Ini:

comfort.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Konsultasi Psikologi sebelumnya membahas tentang:

Konsultasi Psikologi: Merasa Hidup Seperti Upik Abu.

Tentang Penulis

Cynthia Rezeki Psikolog

Pengalaman sebagai konselor dan konsultan. Sangat berminat pada bidang klinis. Hobi travelling. Selalu berusaha belajar dan terus belajar menjadi pribadi yg lebih baik, bersyukur dan bertawakal dalam setiap keadaan. Motto: If you stand for nothing, you will fall anything.

Tinggalkan Balasan