Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Malu diCap Sebagai Introvert

Kategori: | 710 Views

Konsultasi Psikologi: Sedih dan Malu diCap Sebagai Introvert

1 September 2017 | Penulis: Yunda K. Rusman Psikolog

: Trvibes

: Batam

: Wanita

Isi Konsultasi:

Hallo PSYLine.id Psikologi Online Indonesia.

Saya orang yang introvert. Saya baru mengalami kejadian yang sangat sangat memalukan bagi saya. Saya mendapatkan predikat “orang terpendiam” sefakultas. Saya sangat kaget dan kecewa. Sangat sedih saat mendengar ada orang yang berkata “saking pendiamnya ga pernah keliatan”,”iya sih ga pernah nengok”.

Saya sangat sangat sedih dan malu. Saya tidak bisa mengangkat kepala saya untuk melihat orang-orang. Saya merasa tidak bisa kembali ke kelompok saya karena takut melihat ekspresi wajah teman-teman sekelompok saya. Saya tidak bisa menghadapi hari-hari selanjutnya. Saya merasakan hari-hari yang sangat berat dan hampir putus asa.

Saya sangat kecewa dan marah. Kenapa saya menjadi orang yang introvert? Apakah salah menjadi introvert dan menjadi diri sendiri? Haruskah saya berubah? Apa yang harus saya lakukan agar beban ini bisa berkurang, agar saya bisa bersemangat menjalani kehidupan ini dan menghadapi orang-orang?

Yunda K. Rusman, S.Psi, M.Psi, Psikolog.

Jawab:

Sedih dan Malu diCap Sebagai Introvert

Dear T yang baik,

Terima kasih sudah mempercayakan masalahmu kepada kami di PSYLine Psikologi Online Indonesi. Saya bisa memahami perasaanmu yang sedang kaget, kecewa dan sedih dengan permasalahan yang tengah dihadapi saat ini. Memang rasanya sangat tidak enak ketika lingkungan memberikan label negatif kepada kita. Saya juga pernah mengalami hal yang demikian.

Satu hal yang perlu kamu ingat: tidak ada yang salah dengan menjadi diri sendiri, termasuk menjadi pribadi yang introvert. Baik introvert maupun ekstravert masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan. Tinggal bagaimana kita menyikapi kelemahan kita sehingga dapat dikelola agar bisa memenuhi tuntutan lingkungan. Sedih dan Malu diCap Sebagai Introvert.

Baca juga:

Pengertian Introvert Extrovert dan Ambivert. Lengkap Dengan Ciri-cirinya.

Apa itu Introvert? Bagaimana cara berinteraksi dengan mereka?

Sedih dan Malu diCap Sebagai Introvert

Saya menawarkan kamu untuk mengambil sisi positif dari pengalaman ini. Alih-alih terus merasa sedih dan terpuruk. Kamu punya pilihan bisa menjadikan pengalaman ini sebagai satu momen penting untuk kamu melakukan suatu “dobrakan”. Yang bertujuan meningkatkan kualitas diri kamu. Tidak hanya bermanfaat untuk saat ini tapi juga untuk masa yang akan datang.

Jadikan emosi-emosi negatif yang kamu rasakan saat ini sebagai dorongan untuk kamu menjadi pribadi yang lebih baik. Buktikan bahwa kamu, si introvert, adalah pribadi yang baik dan dapat berprestasi.

Kita akan sulit jika menuntut lingkungan yang harus mengikuti gaya kita, atau menuntut semua orang untuk baik kepada kita. Jangan biarkan diri kamu menjadi ‘korban’ yang mudah diombang-ambingkan pendapat lingkungan.

Di sisi lain, kitalah yang harus menyesuaikan diri dengan keadaan dan lingkungan. Dengan kata lain, kalau kita ingin diterima dilingkungan, ingin menjadi sukses, maka kita yang harus mengikuti tuntutan yang ada. Sedih dan Malu diCap Sebagai Introvert.

Apakah Si Introvert dapat Memenuhi Tuntutan Lingkungan?

Pertanyaannya: “Apakah seorang introvert bisa memenuhi tuntutan lingkungan?”

Jawabnya: “Bisa banget J… “ Syaratnya, kita mau berusaha untuk keluar dari ‘zona nyaman’ (comfort zone) kita.

Memang bukan suatu perkara yang mudah, tetapi dengan kesungguhan kamu pasti bisa. Kamu tidak perlu berubah total, hanya kamu perlu menyesuaikan diri dengan situasi atau lingkungan yang sedang kamu hadapi.

Untuk mendukung hal ini, kamu perlu lebih peka ‘membaca situasi’ dan memahami bagaimana mesti bersikap. Ketika situasi menuntut kamu untuk menunjukkan suatu sikap tertentu. Sedih dan Malu diCap Sebagai Introvert.

Untuk memberikan contoh, saya akan mengutip salah satu pernyataan kamu.

“Saya mendapatkan predikat “orang terpediam” sefakultas. Saya sangat kaget dan kecewa. Sangat sedih saat mendengar ada orang yang berkata “Saking pendiamnya ga pernah keliatan”, “Iya sih ga pernah nengok”. Saya Sedih dan Malu diCap Sebagai Introvert.

Kamu bisa mulai bertanya kepada diri sendiri. Mengapa lingkungan menilai sedemikian rupa? Kira-kira apa yang membuat mereka menilai saya seperti itu?

Misalnya, contoh saja ya… Ooo, ternyata teman-teman menilai saya pendiam karena saya memang jarang berbicara. Langkah selanjutnya, mulailah kamu lakukan upaya perubahan, yang kita sebut saja upaya “pengembangan diri”, ya.

Upaya Pengembangan Diri dengan Menyapa

Mulailah upaya “pengembangan diri” ini dengan yang relatif mudah. Seperti beranikan diri kamu bertegur sapa dengan teman-teman sekelasmu atau teman-teman yang sering kamu jumpai di kampus.

Selain itu cobalah tersenyum dan menyapa orang-orang yang kamu temui di sekitar kampus. Misalnya di tempat foto copy, kantin, termasuk dengan satpam, dosen, karyawan kampus, dsb.

Tentu saja tidak setiap orang harus kamu sapa. Biarkan hal ini mengalir secara alami. Tegakkan wajahmu saat berjalan dan pasanglah wajah yang ramah. Saat kamu berpapasan dengan seseorang, cobalah minimal memberikan senyuman.

Bila kamu sudah lebih percaya diri, sertakan dengan sapaan singkat, misalnya “hai…”, “pagi pak/bu…”, “Assalamu’alaikum…” dsb..

Awalnya mungkin kamu tidak merasa nyaman, tetapi bertahanlah. Karena ini adalah upaya kamu untuk dapat mulai ‘masuk’ ke lingkungan kampus di sekitarmu. Dengan sering dilakukan, lama-kelamaan kamu akan merasakan hal ini sebagai sesuatu yang wajar atau biasa untuk dilakukan.

Upaya Pengembangan Diri dengan Berbicara

Setelah senyum dan sapa dapat kamu lakukan dengan nyaman. Berikutnya kamu bisa ‘naik tingkat’, yaitu berlatih untuk memulai pembicaraan dengan orang lain.

Kamu bisa memperhatikan teman-teman yang menurut kamu jadi pusat perhatian dan luwes dalam bergaul. Amati perilaku mereka yang positif untuk kamu tiru. Kamu tidak harus meniru mereka secara total. Sesuaikanlah dengan gaya kamu sendiri, yang nyaman buatmu.

Kamu juga bisa menantang diri kamu untuk melakukan hal yang lebih lagi. Menguji rasa percaya diri kamu dengan mengambil peran-peran penting. Misalnya dengan mendaftar untuk menjadi panitia kegiatan. Bisa juga mengikuti perlombaan yang menantang diri kamu untuk tampil di depan umum, dsb.

Setiap kamu melakukan perubahan, pasti akan ada perasaan khawatir, takut, atau pikiran-pikiran negatif yang menghalangi kamu.

Bila kamu menghadapi hal tersebut, cobalah bertanya lagi kepada diri sendiri, lakukan apa yang disebut“Self Talk”. Yaitu berbicara kepada diri sendiri.

Misalnya:

  • Benarkah perasaan atau pikiran tersebut?
  • Apakah hal terburuk yang mungkin terjadi?
  • Kalo memang terjadi lalu kenapa?
  • Memang kalau melakukan kesalahan lalu kenapa?

Wajar saja melakukan kesalahan dan bisa diperbaiki. Setiap ada pikiran yang negatif, tantang atau counterlah pikiran dan perasaan-perasaan tersebut hingga takluk.

Jangan lupa berdoa kepada Allah SWT, yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, yang memudahkan langkah kita dalam mencapai tujuan. Hanya Allah yang layak menjadi sandaran kita, tempat kita mengeluh dan bergantung. Karena hanya Allah-lah yang Kuasa membantu kita dan mengabulkan doa-doa kita.

Semangat ya.

Salam bahagia,

Yunda

Ceritakan Masalah Pribadimu Secara Rahasia dan Anonim.

Silakan mengisi kuesioner singkat untuk memberikan beberapa latar belakang umum tentang Anda dan isu-isu yang ingin Anda bahas dalam konseling.

Bila Anda ada permasalahan yang sama dengan Tips Psikologi tersebut di atas, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

Konsultasi Psikologi: Ingin Terlepas Dari Kecanduan Film Porno.

Tentang Penulis

Yunda K. Rusman Psikolog

Memiliki ketertarikan yang besar terhadap pengembangan generasi muda melalui kegiatan pelatihan dan konseling. Dengan tujuan hidup adalah melakukan banyak kebaikan yang bermanfaat hanya semata-mata untuk mendapatkan surganya Allah swt.

Tinggalkan Balasan