Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Merasa Dipandang Rendah Di Tempat Kerja Karena Wanita

Kategori: | 406 Views

Konsultasi Psikologi: Merasa Dipandang Rendah Di Tempat Kerja Karena Wanita

14 Maret 2018 | Penulis: Zulda Meiri Ara Psikolog

: Ardisa Tamara

: Cilegon

: Wanita

Isi Konsultasi:

Hallo PSYLine.id Psikologi Online Indonesia.

Saya baru masuk magang diperusahaan divisi developer. Saya kaget ketika tim yang ada semua laki-laki. Lalu saya merasa dikucilkan karena gender saya wanita. mereka bilang kalau mengajar saya malas karena saya wanita.

Sudah 2 minggu berlalu, saya tetap merasa ketakutan ketika masuk kerja disini. Setiap hari ditanya mengenai progress belajar program baru tetapi saya stuck karna tidak bisa. Saya takut dibilang “gini saja ga bisa”.

Saya akan dimasukan ke dalam projek besar dan skill saya hanya 10% untuk program yang baru saya pelajari.

Apakah yang saya harus lakukan?

Zulda Meiri Ara, S.Psi, Psikolog.

Jawab:

Dear Ardisa, yang sedang Merasa Dipandang Rendah Di Tempat Kerja Karena Wanita. Terimakasih atas kepercayanmu kepada Psyline.id. Kami berusaha untuk membantumu mencari solusi atau rasa kegalauan dan kecemasan yang sedang kamu hadapi ini ya.

Dari curahan hati yang kamu sampaikan, saya lihat ada rasa kecemasan yang cukup tinggi terkait lingkungan yang baru kamu masuki ini. Kamu sebutkan di atas bahwa kamu baru masuk magang.

Merasa Dipandang Rendah Di Tempat Kerja Karena Wanita

Sebenarnya ingin saya ketahui lebih lanjut apakah ini benar magang atau maksudnya masa percobaan saat menjadi karyawan baru? Karena akan berbeda nanti hasil akhir yang diharapkan dari dirimu dan juga lingkungan.

Perlu dipahami terlebih dahulu perbedaan antara magang dengan masa percobaan

Secara umum magang adalah latihan kerja. Di mana biasanya dilakukan oleh siswa atau mahasiswa sebagai persyaratan yang harus dipenuhi dari sekolah atau perguruan tinggi sebagai bagian dalam penyelesaian studinya.

Sedangkan masa percobaan karyawan, adalah suatu masa yang harus dilalui oleh karyawan baru sebelum menjadi karyawan tetap. Hal yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai/mengevaluasi kemampuan kerjanya dan beradaptasi pada lingkungan kerja. Sesuai yang disepakati dalam perjanjian atau kesepakatan kerja yang ditandatangani.

Biasanya masa percobaan berlangsung antara satu sampai tiga bulan. Dari dua hal tersebut, mana yang sebenarnya sedang Ardisa jalani?

Oleh karena informasi yang kamu ceritakan di awal adalah baru masuk magang. Maka saya akan mencoba fokuskan permasalahanmu ini dalam kondisi magang ya.

Stress Merasa Dipandang Rendah Di Tempat Kerja Karena Wanita

Membaca permasalahanmu, saat ini saya dapat merasakan Ardisa sedang dalam rasa kepercayaan diri yang sangat lemah. Banyak kekhawatiran yang kamu rasakan karena perlakuan yang tidak bersahabat dari lingkungan baru ini. Kamu juga meragukan kemampuan diri kamu, apakah kamu mampu melaksanakan tugas pada project besar yang akan segera dihadapi.

Apa yang harus kamu lakukan?

Saran saya,

  1. Kenali lebih dulu apa tugas utama kamu dalam magang ini.

    Jika memang benar magang sebagaimana definisi di atas, yaitu bersifat latihan kerja untuk memenuhi tugas belajar atau sekedar mendapatkan pengalaman kerja, maka Ardisa tidak perlu terlalu khawatir.

    Namanya saja latihan kerja. Maka di sini tugas kamu adalah menyerap segala informasi dan pengetahuan di lingkungan kerja ini agar kamu dapat merasakan. Membiasakan dan menerapkan apa yang kamu peroleh dari lingkungan kerja ini. Juga agar kamu memahami kondisi lapangan dibandingkan teori yang kamu peroleh di bangku kuliah.

    Hal itu yang dapat menjadi bekalmu kelak saat kamu masuk di dunia kerja yang sesungguhnya. Jalani saja dengan semangat belajar yang tinggi. Setiap kamu hadapi kesulitan jangan bersedih atau berputus asa.

    Ingat kembali kepada tujuan utamanya, yaitu untuk melatih diri kamu sebelum masuk dunia kerja sesungguhnya.

  2. Jadikan Sebagai Cambuk Penyemangat

    Walaupun Ardisa mendapatkan perkataan yang cenderung mengucilkanmu karena gendermu seorang wanita di lingkungan kerja yang mayoritas pria, jangan berkecil hati, Non. Justru, jadikan ini cambuk dan penyemangat bahwa wanita bisa dan mampu survive pada lingkungan kerja mayoritas pria.

  3. Tunjukkan Kesungguhan Untuk Belajar

    Tunjukkan kesungguhan dan kemampuan serta kesediaanmu yang besar untuk belajar dan bekerja. Jika sudah kamu lakukan, Insyaa Allah mereka akan melihat bahwa meskipun wanita kamu juga dapat melakukannya dengan baik.

  4. Cari Teman atau Senior yang Bersahabat

    Selain itu coba cari di kantor itu adakah teman atau senior yang tampaknya lebih bersahabat dan terbuka dengan orang baru. Teman yang dapat membantu kamu mempelajari dan menguasai bidang kerjamu.
    Dalam hal ini, kamu harus lebih pro aktif untuk mencari sumber-sumber ilmu dan pengajar yang dapat membuat mu semakin pintar dan cepat menyerap/ mempelajari program baru yang dibutuhkan untuk kamu masuk ke project besar nanti.

    Bisa juga kamu belajar dari media-media sosial dan informasi di dunia maya. Mengingat saat ini begitu mudahnya kita dapat mencari informasi yang kita butuhkan melalui internet. Namun tetap selanjutnya kamu perlu diskusikan ilmu yang kamu peroleh dari luar dengan pembimbingmu di kantor tersebut.

    Biasanya seorang peserta magang akan didampingi oleh seorang pembimbing yang ikut bertanggung jawab atas kegiatan dan progress latihan kerjamu.

  5. Jujur Bila Menghadapi Kesulitan

    Seandainya setelah kamu mengupayakan belajar sungguh-sungguh namun kamu tetap menghadapi kesulitan untuk menguasai program tersebut, maka berterus teranglah kepada pembimbingmu.

    Ardisa tidak perlu khawatir dengan berterus terang. Semoga ini akan membantumu untuk mendapatkan waktu belajar lebih lama. Atau rencana lainnya dari pembimbing jika mereka sangat menginginkan kamu masuk ke project tersebut.

    Menurut saya berterus terang tentang kemampuanmu itu lebih baik dibanding kamu memaksakan diri ikut dalam project yang belum kamu kuasai, lalu terjadi kesalahan yang fatal. Karena bisa saja nanti kesalahan yang terjadi akan berpengaruh pada reputasi perusahaan yang kamu masuki.

    Yang lebih utama adalah kamu telah berupaya untuk melakukan yang terbaik. Dan terus semangat untuk belajar dan mencoba menjadi lebih baik.

Semoga saja pengalaman magang Ardisa di perusahaan itu dapat menjadi bekal yang baik untuk pengalaman dunia kerja selanjutnya.

Terus pupuk semangat untuk belajar ya, jangan mudah putus asa dan berkecil hati. Semakin banyak pemahamanmu tentang lingkungan dan pengetahuanmu tentang apa yang kamu kerjakan. Insyaa Allah kepercayaan dirimu semakin meningkat.

Selamat melanjutkan latihan kerjanya Ardisa. Semoga kelak kamu mendapatkan kesuksesan pada setiap dunia kerja yang kamu masuki.

Salam Bahagia,

Zulda Meiri Ara

Ceritakan Masalah Pribadimu Secara Rahasia dan Anonim.

Silakan mengisi kuesioner singkat untuk memberikan beberapa latar belakang umum tentang Anda dan isu-isu yang ingin Anda bahas dalam konseling.

Bila Anda ada permasalahan yang sama dengan Tips Psikologi tersebut di atas, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Bergabunglah dengan kami di Media Sosial PSYLine.id Klik Tautan Berikut Ini:

comfort.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Konsultasi Psikologi sebelumnya membahas tentang:

Konsultasi Psikologi: Suka Memuntahkan Makanan Karena Takut Gemuk.

Tentang Penulis

Zulda Meiri Ara Psikolog

Psikolog lulusan Universitas Indonesia, Program Profesi Psikolog. 17 tahun berkiprah sebagai praktisi pengelolaan SDM.

Tinggalkan Balasan