Konsultasi Gratis
Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Merasa Hidup Seperti Upik Abu

Kategori: | 362 Views

Konsultasi Psikologi: Merasa Hidup Seperti Upik Abu

7 April 2018 | Penulis: Ummi K. Irawan Psikolog

: Silver

: Bandung

: Wanita

Isi Konsultasi:

Hallo PSYLine.id Psikologi Online Indonesia.

Saya hidup sendiri. Ibuku sudah 9 tahun meninggal dan ayah saya sudah menikah lagi sejak saya kelas 4 SD.

Setelah Ibu saya meninggal, saya tinggal dengan saudara saya. Saya merasa tinggal dengan orang asing. Karna baru kali ini saya tinggal dengan sodara saya. Saya merasa kurang nyaman. Karena katanya saya dianggap sodara, tetapi saya merasa hanya diperlakukan sebagai orang yang bantu-bantu.

Bukan saya tidak mau membantu. Tetapi keberadaan saya di rumah itu sama seperti pembantu atau pengasuh. Saya memang disekolahkan. Tetapi di rumah saya berbeda. Contohnya kalau kita makan di luar, saya yang duluan disuruh makan. Lalu setelah itu saya yang jagain cucu sodara saya. Sehingga banyak yang mengira kalau saya itu pembatu mereka.

Giliran ada acara keluarga, saya merasa terasingi karena kerjaan saya hanya di dapur, mencuci piring, menyajikan makanan dan lain-lain.

Di mata keluarga besar, saya bukan siapa-siapa. Mungkin karena saya sudah tidak ada orangtua. Sampai saat ini saya sering merasa minder.

Apakah saya mengalami trauma akibat perlakuan yang saya alami?

Ummi K Irawan, S.Psi., Psikolog.

Jawab:

Buat Silver yang sedang dilanda kesedihan karena Merasa Hidup Seperti Upik Abu.

Silver, saya bisa merasakan kesedihan dan ketidaknyamanan yang kamu rasakan saat ini. Hidup menumpang di rumah saudara itu pastinya tidak enak ya. Justru statusnya tidak jelas, saudara tapi seperti pembantu, pembantu tapi tidak terima gaji.

Merasa Hidup Seperti Upik Abu

Tanpa adanya orang tua di sisimu yang membimbing dan melindungi, saya bisa bayangkan Silver merasa kesepian, tidak ada yang membela, tidak ada yang memperhatikan. Itu perasaan dan luka batin yang apabila dibiarkan efeknya bisa negatif untuk dirimu.

Renungkanlah:

Berterimakasih Dan Bersyukur

Namun demikian, demi kebaikan Silver sendiri, Silver juga perlu menyadari, tanpa bantuan mereka, bisa jadi kamu saat itu mengalami kejadian yang lebih buruk lagi.

Bisa jadi kamu terlunta-lunta, tidak bersekolah, tidak punya tempat berteduh, dan situasi buruk lainnya. Jadi daripada membiarkan kesedihan berlarut-larut, cobalah untuk mengucapkan terimakasih pada mereka dan bersyukur kepada Allah SWT.

Fokus Pada Masa Depan

Saat ini kamu sudah dewasa, umurmu 27 tahun, sudah bekerja. Tataplah masa depanmu, tidak perlu menengok ke belakang. Jadikan masa lalu dan masa kecil yang berat sebagai pelajaran hidup yang mendewasakanmu.

Saya tahu, pastinya akan berat melupakan dan mengikhlaskan semua kejadian ini. Pasti berat melupakan situasi buruk dan perasaan yang penuh kesedihan. Tapi itu sudah berlalu. Tak perlu itu menjadi beban bagi perasaanmu. 

Tetapkan Pilihanmu

Manusia itu mahluk yang sempurna yang diciptakan oleh Allah SWT. Mahluk cerdas, berakal dan berbudi. Manusia bisa menyembuhkan dirinya sendiri atau merusak dirinya sendiri. Dan kamu sebagai mahluk berakal budi yang diciptakan Allah, mempunyai pilihan apa yang akan kamu lakukan pada hidupmu. 

Apakah Silver akan menyembuhkan luka batinmu sendiri, mengikhlaskan semua kejadian dan kenangan pahit, melepaskan semua kesedihan, kemudian melanjutkan hidupmu, meraih kebahagiaanmu.

ATAU 

Silver akan menggenggam terus semua hal buruk itu kemudian menyimpannya, memenuhi hatimu dengan kenangan negative, dan membawanya seumur hidupmu sehingga kamu lupa meraih kebahagiaan? 

Mana yang kamu pilih?

Ayolah, jangan jadikan masa lalu yang buruk sebagai penghambat langkahmu.

Bangkitlah Dan Membantu Sesama

Bangkit. Penuhi hatimu dengan rasa cinta dan keinginan menolong sesama, memperhatikan dan membantu orang lain. Karena kamu tahu rasanya hidup penuh kesusahan. Kamu tahu rasanya tidak diperhatikan dan tidak dibantu orang lain. 

Lihat Disekitar

Fokuskanlah diri ke dunia luar, bukan fokus ke dalam dirimu saja. Dengan memperhatikan orang lain yang hidup susah, kamu akan paham bahwa hidupmu itu berkelimpahan. Kamu tidak akan punya waktu untuk menangisi dirimu sendiri.

*Silver, semoga masukan dari saya dapat menjadi bahan perenunganmu. Berbahagialah, karena kamu layak mendapatkannya. Dan angkatlah orang lain dari kesedihan karena kamu tahu seperti apa rasanya berada dalam situasi tersebut.

Salam bahagia, 

Ummi

Ceritakan Masalah Pribadimu Secara Rahasia dan Anonim.

Silakan mengisi kuesioner singkat untuk memberikan beberapa latar belakang umum tentang Anda dan isu-isu yang ingin Anda bahas dalam konseling.

Bila Anda ada permasalahan yang sama dengan konsultasi tersebut di atas, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Bergabunglah dengan kami di Media Sosial PSYLine.id Klik Tautan Berikut Ini:

comfort.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Konsultasi Psikologi sebelumnya membahas tentang:

Konsultasi Psikologi: Seorang Guru yang Tidak Bisa Akur Dengan Kolega.

Tentang Penulis

Ummi K. Irawan Psikolog

Belasan tahun pengalaman di bidang assessment center.

Tinggalkan Balasan