Konsultasi Psikologi: Rasa Takut dan Malu Menghalangi Perkembangan Diri

Diposting: 7 Oktober 2017 | Kategori Konsultasi:

Dilihat: 1117 kali.

Psikolog: Yunda K. Rusman Psikolog

: Pipi

: Surabaya

: Wanita

Isi Konsultasi:

Hallo PSYLine.id Psikologi Online Indonesia.

Saya merupakan orang yang tertutup dan sedikit pemalu bila di depan orang banyak, terutama orang baru. Saya hanya bisa menceritakan rahasia yang sangat-sangat pribadi pada orang yang saya percayai. Itupun harus dengan pertimbangan yang berulang kali.

Terkadang saya ingin berpendapat ataupun menjawab pertanyaan didepan orang banyak. Namun saya harus memikirkan hal itu berulang kali sampai saya siap. Ada perasaan takut dan malu yang campur aduk. Alhasil Apa yang ingin saya sampaikan pun tidak dapat direalisasikan.

Bagaimana caranya agar saya bisa percaya diri dalam situasi apapun? Tidak merasa ragu takut dan malu untuk mengekspresikan apapun yang saya inginkan. Karena terkadang saya merasa hal ini yang menghalangi saya untuk bisa berkembang. Saya sempat merasa ingin di hipnoterapy saja. Tapi ternyata itu bukan hal mudah.

Mohon Bimbingannya, Terimakasih.

Yunda K. Rusman, S.Psi, M.Psi, Psikolog.

Jawab:

Rasa Takut dan Malu Menghalangi Perkembangan Diri

Dear Pipi yang baik,

Terima kasih sudah mempercayakan masalahmu kepada kami di PSYLine Psikologi Online Indonesia.

Berdasarkan curhatan sepertinya Pipi merasa tidak mampu mengembangkan diri. Karena ada rasa takut dan malu setiap kali ingin mengekspresikan diri. Saya mengartikan maksud Pipi. Mengekspresikan diri di sini adalah menunjukkan kemampuan diri di depan orang banyak, termasuk berpendapat. Saya dapat memahami kekhawatiran yang kamu rasakan terhadap permasalahan ini.

Rasa Takut dan Malu Menghalangi Perkembangan Diri

Saya akan mengutip pernyataan yang kamu tulis:

“Terkadang saya ingin berpendapat ataupun menjawab pertanyaan di depan orang banyak. Namun saya harus memikirkan hal itu berulang kali sampai saya siap. Ada perasaan takut, malu yang campur aduk. Alhasil, apa yang ingin saya sampaikan pun tidak dapat direalisasikan.”

Dari pernyataan ini berarti Pipi pernah mencoba untuk berbicara di depan orang banyak. Sudah mempersiapkannya dengan sungguh-sungguh tetapi tidak terwujud. Karena perasaan yang bercampur aduk, antara rasa malu dan takut.

Cobalah kamu jawab pertanyaan saya ini:

Apa saja yang terlintas dalam pikiran kamu pada saat itu?

Sebelum saya memberikan saran, saya ingin memberikan beberapa informasi penting yang dapat menambah wawasan Pipi.

Rasa Takut dan Malu Menghalangi Perkembangan Diriku: Perilaku manusia tidak terlepas dari pola pikirannya

Ada sebuah teori dalam psikologi tentang pikiran atau istilah kerennya kognitif. Teori itu menyebutkan pola pemikiran manusia terbentuk dari Stimulus – Kognisi – Respon (SKR). Saya akan memberikan contoh konkrit untuk memudahkan pemahaman tentang konsep ini.

Situasinya adalah mengantri di barisan yang panjang sambil berdiri. Situasi ini adalah stimulus bagi kognisi kita yang dapat memunculkan berbagai macam pikiran dan emosi. Misalnya kesal karena lama nunggu dan sebagainya. Bisa juga yang muncul pikiran dan perasaan dinikmati saja, atau melihat sisi positifnya menjadi lebih tertib (K).

Kedua hal yang muncul dalam pikiran kita itu bisa membuat respon atau perilaku kita berbeda.

Untuk perasaan pertama bisa saja perilaku yang kita tampilkan adalah memarahi orang yang sedang melayani atau ngedumel. Sedang pikiran yang kedua bisa menampilkan perilaku kita yang tenang. Maka di sini, untuk merubah respon kita maka kita perlu merubah pola pikir kita.

Rasa Takut dan Malu Menghalangi Perkembangan Diriku: Pikiran Mendominasi Prilaku

Bila dikaitkan dengan permasalahan yang Pipi hadapi, berbicara atau menyampaikan pendapat di depan umum adalah suatu stimulus, yang mana memunculkan rasa takut dan malu. Coba Pipi perhatikan dengan cermat, pikiran apa saja yang terlintas saat itu? Contoh beberapa:

  • Takut salah terus ditertawakan.
  • Takut tidak ada yang memperhatikan, semua sibuk sendiri.
  • Penilaian orang yang negatif.
  • Saya ga bisa.
  • Saya malu.

Bila pikiran ini yang muncul maka yang mendominasi kita adalah perasaan malu dan takut. Sehingga wajar saja jika perilaku yang diharapkan tidak atau sulit muncul. Tetapi, bila semua pikiran ini diatasi, diubah menjadi positif, tentu perasaan kita pun berubah menjadi lebih percaya diri. Sehingga perilaku yang diharapkan lebih mudah untuk tampil.

Pipi juga bisa membaca artikel :

15 Langkah Mudah Mendapatkan Rasa Percaya Diri.

Saran Psikolog: Rasa Takut dan Malu Menghalangi Perkembangan Diriku

Baik, selanjutnya ada beberapa saran saya untuk masalah Rasa Takut dan Malu Menghalangi Perkembangan Diri:

  1. Tentukan sasaran terlebih dahulu, pilih satu yang spesifik. Misalnya berbicara atau menyampaikan pendapat di depan umum.
  2. Tentukan momen untuk melakukannya, misalnya memberikan pertanyaan atau pendapat dalam rapat kecil di unit kerja.
  3. Lakukan persiapan sebelumnya, misalnya dengan buat catatan. Kenali pikiran negatif yang terlintas saat itu, kemudian ditantang dengan pikiran yang positif. Persiapkan diri bila terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. Intinya semua pikiran negatif yang ada, sekalipun terjadi bukan berarti duniamu kiamat, hanya berefek sebentar dan tidak melukai secara fisik. Bisa juga pikiran negatif itu tidak terjadi sama sekali.
  4. Setelah melakukan, lakukan penilaian terhadap proses yang terjadi, apa yang sudah baik dan masih kurang. Percobaan pertama wajar bila tidak lancar. Dengan hasil penilaian, coba lagi dan seterusnya. Dengan beberapa kali percobaan, saya yakin kamu akan merasa lebih percaya diri. Pengulangan itu sangat penting.
  5. Bila sudah berhasil, tentukan lagi sasaran yang lebih menantang dan lakukan dengan urutan yang sama.
  6. Jangan lupa berdoa kepada Allah swt, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, yang memudahkan langkah kita dalam mencapai tujuan. Hanya Allah yang layak menjadi sandaran kita, tempat kita mengeluh dan bergantung, karena hanya Allah-lah yang Kuasa membantu kita dan mengabulkan doa-doa kita.

Semangat ya Pipi.

Salam bahagia,
Yunda.


Ceritakan Masalah Pribadimu Secara Rahasia dan Anonim.

Silakan mengisi kuesioner singkat untuk memberikan beberapa latar belakang umum tentang Anda dan isu-isu yang ingin Anda bahas dalam konseling.

Bila Anda ada permasalahan yang sama dengan Rasa Takut dan Malu Menghalangi Perkembangan Diri, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Konsultasi Psikologi sebelumnya membahas tentang:

Konsultasi Psikologi: Bingung Karena Anak Ingin Ikut Balap Motor.

Tentang Psikolog

Yunda K. Rusman Psikolog

Memiliki ketertarikan yang besar terhadap pengembangan generasi muda melalui kegiatan pelatihan dan konseling. Dengan tujuan hidup adalah melakukan banyak kebaikan yang bermanfaat hanya semata-mata untuk mendapatkan surganya Allah swt.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog