Konsultasi Gratis
Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Seorang Guru yang Tidak Bisa Akur Dengan Kolega

Kategori: | 212 Views

Konsultasi Psikologi: Seorang Guru yang Tidak Bisa Akur Dengan Kolega

4 April 2018 | Penulis: Dewi Anggraeni Psikolog

: Rara

: Lombok

: Pria

Isi Konsultasi:

Hallo PSYLine.id Psikologi Online Indonesia.

Saya sudah menjadi guru SMK selama 14 tahun lebih. Sudah 4 kali pergantian Kepala Sekolah. Berbagai jabatan sudah saya pegang. Tetapi dari semua Kepala Sekolah saya merasa sulit mendapatkan kecocokan.

Kami selalu ada pertentangan konsep dan pemikiran. Sehingga sulit merasa sejalan dengan Kepala Sekolah. Yang terakhir ini saya dipecat dari salah satu tugas (jabatan) hanya karena berbeda pendapat.

Saya suka berpikir bebas tidak suka ikut ikutan pendapat orang lain. Hal itu sering saya ungkapkan di depan teman-teman maupun Kepala Sekolah.

Bagaimana solusinya? Terimakasih.

Dewi Anggraeni, S.Psi, Psikolog

Jawab:

Hallo Bang Rara yang Seorang Guru yang Tidak Bisa Akur Dengan Kolega. Terima kasih sudah menggunanakan jasa pelayanan konsultasi psyline.id.

Saya memahami saat ini Anda sedang merasa sedih dan cemas sehubungan dengan situasi pekerjaan anda. Anda juga baru-baru ini dipecat dari salah satu jabatan anda karena adanya perbedaan pendapat dengan atasan. Cara berpikir anda yang anda sebut “bebas dan punya pendapat sendiri” seringkali bertentangan dengan pendapat mereka.

Seorang Guru yang Tidak Bisa Akur Dengan Kolega

Anda bertanya apa solusinya?

Bang Rara, seperti diketahui dalam hidup ini setiap orang memiliki berbagai peran dengan segala tuntutannya. Misalnya, tuntutan peran anda sebagai ayah, kolega, akan lain dengan tuntutan peran anda sebagai seorang Guru. 

Sebagai Guru senior di SMK dengan pendidikan Magister, tentu saja anda memiliki pengetahuan dan pengalaman yang banyak. Termasuk juga ide-ide atau konsep-konsep tentang bagaimana misalnya untuk memajukan SMK tersebut.

Selama Anda memiliki atasan (Kepala sekolah), maka hasil pembicaraan antara beliau dengan para staf yang ada (Para Guru, Wakil Kepala Sekolah) adalah input yang bisa dipertimbangkan dalam mengambil keputusan.

Dalam prakteknya apakah beliau akan menggunakan input tersebut atau tidak? Itu tergantung kepada pertimbangan sang atasan sendiri.

Inilah  perbedaan antara isi, wewenang dan tanggung jawab jabatan beliau dengan jabatan Guru atau staf-nya yang lain.

Tidak Cocok Dengan Atasan

Kalau Anda merasa tidak cocok dengan ke 4 kepala sekolah yang pernah ada di SMK itu, maka pertanyaannya adalah apakah mereka empat-empatnya memang kurang kompeten, otoriter, alergi terhadap pendapat staf-nya?

Atau, apakah mungkin Anda sendiri yang kurang terampil menyesuaikan diri dengan mereka? Atau dengan peran, batasan wewenang anda dalam fungsi anda sebagai seorang Guru?

Yang perlu Anda mainkan dengan sukses adalah peran anda sebagai Guru. Apa isi jabatan/tugas seorang Guru (job description)? Apa saja hak dan kewajiban utamanya? 

Kepala Sekolah, Anda suka atau tidak, memiliki “legitimation power”.

Maksudnya dia diangkat resmi, memiliki wewenang yang lebih dari stafnya untuk mengambil keputusan dan menerapkan kebijakan yang menurutnya baik untuk SMK-nya.

Memiliki pendapat sendiri dan tidak mudah “terbawa arus” itu bagus! Dengan catatan:

  • Anda harus tahu kapan, dalam peran anda yang mana,
  • mengenai soal apa,
  • apa isi dan bagaimana cara menyampaikannya (keduanya sama pentingnya).

Juga apa risikonya bila Anda “ngotot”, adakah pengaruhnya pada hubungan kerja sama dengan mereka? 

Satu hal yang perlu diingat adalah setiap idea atau usulan itu sifatnya tidak mengikat. Artinya yang diberi idea atau usulan itu boleh menerima atau menolaknya.

Saran Untuk Seorang Guru yang Tidak Bisa Akur Dengan Kolega

Jadi, menurut saya, beberapa hal tersebut dibawah ini yang bisa anda lakukan:

  1. Jadilah Pahlawan
    Lakukanlah tugas anda sebagai Guru dengan baik (seperti selama ini). Jadilah Bapak Guru yang bisa memberikan inspirasi bagi murid-muridnya dan lingkungan kerja anda.
  2. Bekerjasama Dengan Kolega
    Selain itu juga, bekerja samalah dengan kepala sekolah dan kolega lainnya. Tawarkan pengetahuan dan ketrampilan yang Anda miliki untuk kemajuan SMK (seperti yang selama ini anda lakukan). Tetaplah berjiwa besar dan lapang dada bila ditolak.
  3. Menyesuaikan Diri Dengan Atasan
    Belajarlah menyesuaikan diri dengan atasan, yang tentu saja “rambut sama hitam, tapi jalan pikiran berbeda-beda”.
  4. Belajar Menahan Diri
    Belajarlah kebiasaan baru untuk sesekali “menahan diri dan tutup mulut”, bila situasi dan kondisi menuntut untuk itu. Ini bukan berarti Anda kalah atau ikut arus, tetapi fleksibel.
    Di sisi lain, mungkin Anda perlu strategi atau cara penyampaian yang lebih efektif agar ide anda dapat lebih diterima.
  5. Membangun Komunikasi Yang Lebih Baik
    Bangunlah komunikasi yang lebih baik, saling memahami dengan atasan anda. Hal itu supaya Anda juga lebih dapat memahami sudut pandang, kondisi dan permasalahan yang dialami beliau. Mungkin permasalahan beliau yang seringkali lebih pelik karena harus mempertimbangkan banyak hal.
  6. Pertimbangkan Untuk Melamar Menjadi Kepala Sekolah
    Omong-omong, pernahkah Anda berpikir untuk mencoba ‘melamar’ menjadi Kepala Sekolah?
    Baik di institusi Anda maupun di tempat lain (sekolah swasta, mungkin?) untuk menyalurkan ide-ide atau pemikiran Anda? Terlebih Anda memiliki ijazah S2 dan sudah senior sebagai pengajar.
    Bila Anda sudah pernah mencoba namun belum ada kesempatan, atau memang Anda lebih suka menjadi pengajar, berarti Anda perlu lebih terampil dalam mengelola hubungan baik dengan atasan Anda saat ini. 

Sukses dan semangat terus untuk mengajar!

Salam bahagia, 

Dewi Anggraeni. 

Ceritakan Masalah Pribadimu Secara Rahasia dan Anonim.

Silakan mengisi kuesioner singkat untuk memberikan beberapa latar belakang umum tentang Anda dan isu-isu yang ingin Anda bahas dalam konseling.

Bila Anda ada permasalahan yang sama dengan konsultasi tersebut di atas, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Bergabunglah dengan kami di Media Sosial PSYLine.id Klik Tautan Berikut Ini:

comfort.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Konsultasi Psikologi sebelumnya membahas tentang:

Konsultasi Psikologi: Seorang Introvert Yang Ingin Menjadi Psikolog.

Tentang Penulis

Dewi Anggraeni Psikolog

Psikolog lulusan Universitas Padjadjaran, mempelajari antara lain: RET (Rational-emotive therapy), Logo Therapy, Autogene, ACT (Acceptance Commitment Therapy). Saat ini tinggal di Velserbroek, Belanda.

Tinggalkan Balasan