Konsultasi Psikologi: Stress Menghadapi Pacar Yang Pencemburu

Diposting: 9 Maret 2018 | Kategori Konsultasi:

Dilihat: 375 kali.

Psikolog: Ine Indriani, M.Psi, Psikolog

: Anon

: Semarang

: Wanita

Isi Konsultasi:

Hai PSYLine.id Psikologi Online Indonesia.

Saya butuh saran untuk menghadapi pasangan saya. Saya sudah tunangan beberapa bulan yang lalu. Saya merasa pasangan saya memiliki 2 kepribadian. Memang dia mempunyai latar belakang keluarga ya broken.

Ibunya suka berselingkuh sejak dia kecil, bahkan yang saya tahu dulu neneknya (dr pihak ibu) juga seperti itu.

Dia melarang saya mempunyai teman laki-laki, apapun itu yang berhubungan dengan laki-laki. Sampai untuk menanyakan tugas kuliah, jika itu dengan laki-laki, dia pasti marah. Saya menganggap dia punya anggapan bahwa semua perempuan sama saja seperti ibunya. Dia bisa marah dengan amat sangat, tapi beberapa saat kemudian dia baik lagi.

Saya juga bingung ketika dia marah. Saya menjelaskan tidak didengarkan. Saya jadi kesal sendiri dan berujung menyakiti diri saya.

Apa yang harus saya lakukan untuk menghadapi pasangan saya dan diri saya sendiri? dengan cara seperti apa? Terimakasih.

Ine Indriani, M.Psi, Psikolog

Jawab:

Halo Anon, yang sedang Stress Menghadapi Pacar Yang Pencemburu.

Kondisi ini tentu membuat kamu merasa tidak nyaman. Terlebih lagi, ketika Anon sudah berusaha menjelaskan namun tidak dipahami. Serta berujung menyakiti diri sendiri.

Di sisi lain, Anon mengetahui salah satu alasan calon pasangan berperilaku demikian. Yaitu adanya pengalaman menyakitkan atau trauma yang dialaminya di masa lalu. Tidak hanya dengan ibu, tetapi juga dengan neneknya.

Hal yang perlu diwaspadai adalah perilaku tersebut kemungkinan bisa saja berlanjut ketika sudah menikah kelak.

Stress Menghadapi Pacar Yang Pencemburu

Tujuan menikah adalah tidak hanya bertujuan untuk mencurahkan rasa cinta dan kasih sayang. Namun juga membangun keluarga yang penuh rasa aman dan saling mendukung.

Oleh karena itu, dengan kondisi calon pasangan yang demikian, maka Anon bisa melakukan refleksi dengan mengajukan beberapa pertanyaan pada diri Anon sendiri:

  1. Apa yang akan terjadi jika Anon tetap memutuskan tetap menikah dengan tunangan?
  2. Apa yang akan terjadi jika Anon memutuskan untuk tidak melanjutkan ke jenjang pernikahan dengan tunangan? 
  3. Apakah Anon melihat ada keinginan dari pasangan untuk berubah? Jika ya, akan lebih memudahkan Anon untuk membantu calon tunangan agar bisa berubah atau ‘healing’.
  4. JIka ia tetap berperilaku demikian setelah menikah, apa yang akan terjadi pada Anon? Apakah Anon akan siap menghadapinya?
  5. Pernikahan apa yang Anon inginkan? Apakah dengan menikah dengan tunangan ini, akan memenuhi harapan Anon?
  6. Apa saja yang perlu Anon persiapkan agar bisa menghadapi tunangan bila jadi menikah dan Anon tetap sehat secara psikologis?

Selain melakukan refleksi dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut, bila tunangan masih bisa diajak berbicara atau mau berubah, maka ada baiknya tunangan melakukan konseling atau psikoterapi. Hal itu untuk menyembuhkan trauma yang dihadapi.

Saran Untuk Anon yang Stress Menghadapi Pacar Yang Pencemburu

Untuk Anon sendiri, karena sudah memiliki perilaku menyakiti diri sendiri, maka ada baiknya Anon juga mencari cara guna menghadapi masalah ini. Salah satunya adalah dengan mencurahkan emosi-emosi ini dengan orang yang bisa dipercaya. Agar emosi-emosi negatif dapat tersalurkan.

Lakukan pula relaksasi secara rutin atau melakukan konseling atau psikoterapi. Hal itu untuk mengatasi emosi-emosi negatif yang dialami Anon sendiri.

Konseling pranikah juga menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memantapkan pernikahan dan juga membantu menghadapi masalah yang dihadapi baik sebelum dan setelah menikah.

Semoga jawaban saya ini bermanfaat.

Salam Bahagia,

Ine Indriani.

 Ceritakan Masalah Pribadimu Secara Rahasia dan Anonim.

Silakan mengisi kuesioner singkat untuk memberikan beberapa latar belakang umum tentang Anda dan isu-isu yang ingin Anda bahas dalam konseling.

Bila Anda ada permasalahan yang sama dengan Tips Psikologi tersebut di atas, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Bergabunglah dengan kami di Media Sosial PSYLine.id Klik Tautan Berikut Ini:

comfort.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Konsultasi Psikologi sebelumnya membahas tentang:

Konsultasi Psikologi: Kecanduan Video Porno dan Melakukan Onani.

Tentang Psikolog

Ine Indriani, M.Psi, Psikolog

Clinical Psychologist
Ego State therapist
Coach & Trainer
Talents Mapping Trainer & Practitioner
Parent Child Interaction Therapy (*in process for therapist certification)
Interested to trauma and performance
Interested to parents-child relationship and communication

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog