Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Sulit Menghilangkan Rasa Iri Hati

Kategori: | 833 Views

Konsultasi Psikologi: Sulit Menghilangkan Rasa Iri Hati

6 Februari 2018 | Penulis: Dewi Anggraeni Psikolog

: Angel

: Jogja

: Wanita

Isi Konsultasi:

Halo Dok, saya seorang mahasiswi di Jogja semester 4. Saya merasa saya tidak mengenal diri saya dengan baik. Kadang di kelompok tertentu saya cerewet namun di tempat lainnya saya pendiam. Saya juga terkadang sangat percara diri namun terkadang saya sangat minder.

Saya sedang dekat denga seorang lelaki, ia sangat menyukai saya begitu sebaliknya. Namun saya sangat minder dengan his crush sebelum sama saya. Dari secara fisik dan pendidikan saya kalah jauh. Itulah yang membuat saya terkadang sedih. Saya suka membandingkan diri saya dengan perempuan itu. Saya jadi suka menangis, karna membandingkan diri dan kehidupan saya.

Padahal saya percaya kalo lelaki yang dekat dengan saya itu sayang sekali dengan saya. Tapi diri saya ini tidak bisa menghilangkan kebiasaan iri hati. Saya membandingkan dari fisik, pendidikan, dan kehidupannya.

Saya merasa saya tidak punya teman-teman yang seperti teman-temannya. Yakni sosialita dan geng-geng girls squad. Saya merasa terlalu independen 🙁

Dewi Anggraeni, S.Psi, Psikolog

Jawab:

Hallo Angel yang sedang Sulit Menghilangkan Rasa Iri Hati. Terima kasih sudah berbagi kisah dengan PSYLine.id Psikologi Online Indonesia.

Pertama, perlu saya sampaikan dan perlu dipahami beda Psikolog dengan Psikiater ya.

Kalau Psikolog, dari awal kuliahnya, tidak menangani medikasi atau pengobatan yang dilakukan dokter. Psikolog menangani masalah kejiwaan melalu pendekatan non medis. Sedangkan Psikiater adalah seorang Dokter yang mengambil spesialisasi di bidang kejiwaan.

Perlu kami informasikan perbedaan antara Psikolog dengan Psikiater. Anda dapat membacanya di artikel PsyLine.id Psikologi Online Indonesia dengan judul:

Mau tahu apa Perbedaan Psikolog dan Psikiater?

Saat ini kamu sedang merasa tidak mengenal diri dengan baik. Hal itu karena kadang kamu cerewet dan kadang pendian. Kadang kamu merasa percaya diri dan kadang merasa rendah diri. Juga merasa sedih bahkan menangis karena merasa iri dan rendah diri bila membandingkan keadaanmu dengan mantannya. Dimana yang baik secara fisik, pendidikan, gaya bergaul dan kehidupan menurut kamu kalah. Padahal kamu tahu bahwa lelaki yang saat ini dekat dengan kamu sayang sekali kepadamu, begitu juga sebaliknya.

Persoalanmu: Sulit Menghilangkan Rasa Iri Hati!

Angel, di usia 20 tahun wajar kalau rasa percaya dirimu masih belum stabil alias turun naik. Lingkungan (tempat dan orang-orang) yang kamu kenal dengan baik, yang baru atau kurang kamu kenal akan mempengaruhi sikapmu (lincah, cerewet, diam) dan rasa percaya dirimu. 

Jadi tidak ada alasan untuk khawatir mengenai hal ini!

Membanding-bandingkan diri bisa berakibat positif. Missal saya ingin berprestasi seperti teman saya, jadi saya akan lebih rajin belajar dan aktif bertanya. Tapi juga bisa berakibat negatif bila kamu membanding-bandingkan diri dengan seseorang, tapi kamu sendiri tidak bisa berbuat apa-apa untuk menjadi seperti dia. Hal ini sama sekali tidak perlu!!! 

Hasilnya malah kamu akan merasa sedih, rendah diri, kecewa, iri dan membenci dia. Dia yang kamu anggap sainganmu!

Kalau laki-laki itu sayang sekali sama kamu dan kamupun menyayanginya, apakah ada gunanya dengan terus membanding-bandingkan dirimu dengan mantan pacarnya? Kenyataannya dia memilih menyayangi kamu. Itu sudah membuktikan bahwa kamu, apakah dalam hal fisik, kepribadian, pendidikan, atau dalam hal lain bisa memikat hatinya. Semua itu membuat dia jatuh cinta dan sayang kepadamu.

Gunakan waktu dan enerji yang ada untuk mencapai cita-citamu. Tamatkan kuliahmu pada waktunya, bergaul, memupuk hubungan cinta yang sehat dan bahagia dengan si dia, dan lain sebagainya.

Kembangkan rasa percaya dirimu dengan menyadari, menghargai segi-segi positif yang kamu miliki. Misalnya sedang kuliah sudah semester-4 berarti punya potensi dan motivasi, ramah, giat, penolong, riang, dicintai keluarga dan teman-teman.

Pesan saya, mulai sekarang, stop membanding-bandingkan! 

You are good just as you are (kamu baik seperti adanya kamu). 

Orang yang kamu iri padanya, tidak akan menjadi rugi, sementara diri kamulah yang akan merasa terganggu dan merugi.

Mengenai sikap terlalu independen, bila hal itu mengganggu pergaulanmu, silakan e-mail kembali PsyLine.id.

Baca Juga:

Tips Untuk yang Suka Iri Dengan Seseorang Tanpa Sebab.

Sukses dengan cita-cita dan cintamu.

Salam bahagia,

Dewi Anggraeni.

Ceritakan Masalah Pribadimu Secara Rahasia dan Anonim.

Silakan mengisi kuesioner singkat untuk memberikan beberapa latar belakang umum tentang Anda dan isu-isu yang ingin Anda bahas dalam konseling.

Bila Anda ada permasalahan yang sama dengan Tips Psikologi tersebut di atas, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Konsultasi Psikologi sebelumnya membahas tentang:

Konsultasi Psikologi: Frustasi Karena Tidak Jago Olahraga.

Tentang Penulis

Dewi Anggraeni Psikolog

Psikolog lulusan Universitas Padjadjaran, mempelajari antara lain: RET (Rational-emotive therapy), Logo Therapy, Autogene, ACT (Acceptance Commitment Therapy). Saat ini tinggal di Velserbroek, Belanda.

Tinggalkan Balasan