Konsultasi Psikologi: Takut Mengekpresikan Diri Di Lingkungan Baru

Diposting: 23 Oktober 2017 | Kategori Konsultasi:

Dilihat: 617 kali.

Psikolog: Ummi K. Irawan Psikolog

: Hanny

: Lampung

: Wanita

Isi Konsultasi:

Hallo PSYLine.id Psikologi Online Indonesia,

Saya merasa saya tidak bisa menjadi diri saya sendiri didepan orang lain (teman, dan lain-lain.). Yang saya rasakan ini bukan sekedar karena saya berada di lingkungan baru. Sepertinya saya secara tidak sadar merasa takut untuk mengekspresikan diri saya yang sebenarnya. Saya takut orang menilai saya, tapi saya tidak yakin.

Saya juga merasa saya selalu menghindari tempat ramai. Saya mungkin orang yang individual atau introvert. Saya merasa bahwa dengan saya berada di tempat yang ramai saya akan sangat susah sekali berkembang. Padahal saya sendiri tidak ada masalah apapun dengan tempat ramai.

Saya juga sedang bingung menentukan jurusan kuliah, untuk menentukan jurusan SMA. Saya tidak suka memilih sesuatu secara terburu-buru. Dan saya lebih suka kalau saya sudah memikirkannya dari sekarang. Sepertinya Mama masih cemas dengan pilihan saya untuk sekolah ke Singapura. Walaupun saya sudah tidak bisa berubah pikiran lagi. Saya malah disarankan untuk bersekolah ke Malang karena disana lebih terkontrol.

Mohon Bimbingannya.

Ummi K Irawan, S.Psi., Psikolog.

Jawab:

Takut Mengekpresikan Diri Di Lingkungan Baru.

Dear Hanny, Terimakasih sudah mempercayakan curhatmu ke PSYLine.id Psikologi Online Indonesi. Jika saya perhatikan, pertanyaanmu ada dua :

  1. Takut mengekspresikan diri di lingkungan baru.
  2. Penentuan jurusan dan lokasi kuliah.

Takut Mengekpresikan Diri Di Lingkungan Baru

Pertanyaannmu ini sebenarnya saling berkaitan. Pada dasarnya, untuk menentukan jurusan dan lokasi kuliah. Sebaiknya Hanny mengenali terlebih dahulu kekuatan dan kelemahanmu. Maka ajukanlah pertanyaan-pertanyaan ini pada dirimu dan jawablah dengan jujur :

  1. Kenali potensimu

    Yang dimaksud di sini adalah potensi belajarmu. Kamu bisa meminta bantuan Psikolog Profesional PSYLine.id untuk melakukan pengukuran terhadap potensi belajarmu. Sehingga kamu bisa mendapatkan informasi yang akurat. Informasi apakah kamu bisa mempelajari konsep-konsep yang rumit. Ataukah kamu lebih sesuai untuk berpikir dan melakukan pekerjaan-pekerjaan praktis.

    Jika kamu tidak bisa mendapatkan bantuan psikolog, kamu bisa merujuk nilai-nilai yang sudah kamu peroleh selama ini. Di pelajaran apa sajakah kamu mendapat nilai-nilai yang bagus? Jika nilai-nilai akademikmu selama ini bagus dan konsisten. Kamu bisa kuliah di jurusan-jurusan yang mengajarkan pola berpikir konseptual, biasanya ini tingkat S1. Jika secara akademik kamu merasa kesulitan. Mungkin sebaiknya kamu mencari jurusan atau bidang studi yang lebih menekankan pada praktek. Bidang studi yang langsung melakukan tugas-tugas praktis.

  2. Pekerjaan apa yang paling ingin kamu lakukan

    Pekerjaan apa yang jika kamu lakukan akan membuatmu bahagia?

    Coba kenali pekerjaan yang paling kamu sukai. Seperti:

    • Apakah kamu senang menggambar?
    • Senang bekerja dengan angka?
    • Senang bercakap-cakap dengan orang lain?
    • Senang memelihara binatang?
    • Senang menata ruangan?
    • Senang bekerja di luar ruangan?
    • Senang bekerja dengan manusia?

    Buatlah daftar pekerjaan atau tugas-tugas yang kamu sukai dan tidak sukai. Dari daftar hal-hal atau pekerjaan yang kamu sukai, maka kamu akan mendapatkan kesimpulan jenis pekerjaan atau jenis profesi. Yang pasti profesi memungkinkan akan kamu lakukan di masa depan.

  3. Pikirkan prospek pekerjaan yang sudah kamu pilih tersebut

    Galilah dan cari tahu apa potensi di bidang ini. Kamu bisa bertanya pada orang dewasa lain, misalnya orang tua atau guru. Atau kamu juga bisa melakukan riset melalui Internet. Sehingga kamu memiliki gambaran yang lebih utuh mengenai pekerjaan/profesi tersebut.

    Jika prospek pekerjaan tersebut ternyata kurang sesuai dengan kamu harapkan, apakah kamu siap dengan konsekuesinya. Siap dengan Konsekuensi jika peluang kerja juga agak terbatas nantinya?

  4. Tetapkan prinsip atau nilai-nilai pribadi yang ingin kamu pertahankan

    Cobalah pikirkan apakah pekerjaan tersebut akan bertentangan dengan nilai-nilai atau prinsip yang kamu anut. Misalnya, pekerjaan sebagai Bartender. Sementara prinsip yang kamu anut tidak tidak mengizinkan minum minuman beralkohol. Jika pekerjaan atau profesi tersebut berseberangan dengan nilai yang kamu anut, sebaiknya kamu pikirkan ulang mengenai pekerjaan/profesi tersebut. Hal yang demikian bisa-bisa orang tuamu tidak setuju pada pilih profesi tersebut.

  5. Fokus Belajar Untuk Menunjang Profesi Pilihanmu

    Jika kamu sudah menentukan pilihan profesi atau bidang kerja yang kamu sukai. Maka pikirkanlah profesi itu harus belajar atau kuliah di jurusan/bidang studi apa.

    Misalnya :

    • Kapasitas berpikir : Inteligensi di atas rata-rata.
    • Suka : berhitung, bekerja dengan angka, bekerja di belakang meja, bekerja di dalam ruangan,sesekali di luar ruangan, berinteraksi  dengan jumlah orang yang sedikit, suka membaca berita yang terkait dengan bisnis/keuangan, dsb
    • Minat Profesi/ bidang kerja :  Akuntan, Auditor, Petugas Perpajakan, Aktuaris, Bekerja di bidang Saham,
    • Jurusan/Bidang Studi kuliah : Ekonomi Akuntansi, Matematika
  6. Carilah universitas yang kamu minati

    Untuk itu kamu bisa browsing dan melakukan riset. Apakah universitas tersebut menawarkan jurusan yang kamu minati? Bagaimana akreditasinya?

    Carilah Silabus atau materi yang akan diajarkan saat kuliah, apakah hal-hal itu sudah sejalan dengan minatmu. Sebaiknya kamu mempunyai akternatif pilihan universitas, tidak hanya satu pilihan saja.

    Yang tidak kalah penting, kumpulkanlah informasi sebanyak-banyaknya mengenai kota tempat universitas pilihanmu berada. Cari tahu bagaimana suasana kotanya, daerah tempat tinggalnya, situasi kampus, dan fasilitas-fasilitas lain yang kamu perlukan.

    Jika mempunyai teman atau kerabat yang tinggal di sana, cobalah untuk datang dan menghabiskan beberapa hari di sana. Guna untuk mengeksplorasi kota. Dengan demikian kamu bisa menentukan apakah akan merasa nyaman dan betah tinggal di sana.

Nah Hanny, mudah-mudahan tips-tips diatas dapat menjadi panduan bagimu memilih jurusan dan universitas idaman. Dan kamu tidak lagi Takut Mengekpresikan Diri Di Lingkungan Baru.

Saya harap dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, kamu semakin mengenal pribadimu sendiri. Sehingga kamu pun lebih nyaman dengan dirimu sendiri, baik berada di tempat ramai maupun tempat yang sepi.

Cobalah untuk tidak mengkhawatirkan hal-hal yang belum tentu terjadi. Hilangkan juga kekhawatiran dinilai salah oleh orang lain karena setiap orang pastinya pernah berbuat salah. Yang penting adalah bagaimana mengatasi dan memperbaiki kesalahan tersebut. Usahakan agar tidak terulang lagi di masa depan. Seperti kata pepatah berikut :

“A person who never made a mistake never tried anything new.”
Albert Einstein.

“Orang yang tidak pernah berbuat salah adalah orang yang tidak pernah melakukan apapun. Dan orang yang tidak pernah melakukan apapun maka tidak akan pernah mencapai apapun.”

Nah Hanny, terkadang untuk mencapai sesuatu,  tanpa sengaja kita melakukan kesalahan, tapi itu bukan berarti menjadikan kita manusia yang jahat atau buruk. Teruslah belajar dan berusaha sampai kamu mencapai apa yang kamu cita-citakan. Agar Kamu tidak Takut Mengekpresikan Diri Di Lingkungan Baru.

Salam bahagia,

Ummi K. Irawan.

Ceritakan Masalah Pribadimu Secara Rahasia dan Anonim.

Silakan mengisi kuesioner singkat untuk memberikan beberapa latar belakang umum tentang Anda dan isu-isu yang ingin Anda bahas dalam konseling.

Bila Anda ada permasalahan yang sama dengan Tips Psikologi tersebut di atas, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Konsultasi Psikologi sebelumnya membahas tentang:

Konsultasi Psikologi: Dihantui Hubungan Masa Lalu yang Tidak Sehat.

Tentang Psikolog

Ummi K. Irawan Psikolog

Belasan tahun pengalaman di bidang assessment center.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog