Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Konsultasi Psikologi Trauma Dengan Pacar yang Selingkuh

Kategori: | 836 Views

Konsultasi Psikologi: Trauma Dengan Pacar yang Selingkuh

31 Oktober 2017 | Penulis: Ervita Sumardjono S Psikolog

: Hani

: Bandung

: Wanita

Isi Konsultasi:

Assalamualaikum PSYLine.id Psikologi Online Indonesia,

Jadi sebenernya saya ingin menanyakan tentang pacar saya. Dulu pacar saya sering banget dekat dengan cewek dan selingkuh. Tapi setelah balikan dan dia berubah. Memang berubah, tapi saya trauma takut dia seperti dulu.

Barusan saya ngecek bukunya dia. Terus ada tulisan-tulisan kalau dia kangen, rindu dan kesepian kepada seseorang. Tapi dia bilang kangen kepada saya dan kata dia, ini salah paham.

Jadi saya harus bagaimana? Terimakasih kak 🙂

Ervita Sumardjono, S. Psi, Psikolog, M.A

Jawab:

Trauma Dengan Pacar yang Selingkuh.

Hai Hani,

Terima kasih sudah mempercayai kami dan mau berbagi permasalahanmu dengan PSYline.id Psikologi Online Indonesia. 

Saya dapat memahami betapa tidak nyamannya dihantui rasa cemburu. Yuk kita coba untuk melihat balik permasalahan yang Hani hadapi. Pertanyaan saya untuk Hani adalah:

  • Kenapa Hani sulit untuk mempercayai si dia?
  • Bukannya dia sudah berubah? Untuk apa Hani mengecek bukunya?
  • Apakah kali ini Hani juga tidak percaya dengan ucapannya bahwa kerinduan yang tertulis itu buat Hani?

Trauma Dengan Pacar yang Selingkuh

Hani yang cantik,

Tidak ada hubungan yang sempurna. Tidak ada sosok manusia yang sempurna. Tiap pasangan memiliki permasalahan yang harus dihadapi bersama. Karena itulah dibutuhkan rasa percaya. Tanpa adanya rasa percaya, niscaya hubungan yang dibangun akan timpang.

Syarat Utama Membangun Sebuah Hubungan Adalah Saling Percaya

Membangun sebuah hubungan yang sehat, baik hubungan percintaan, pertemanan maupun pekerjaan, dibutuhkan rasa saling percaya. Syarat utama untuk dapat memupuk rasa percaya pada orang lain adalah percaya dan yakin pada diri sendiri terlebih dahulu.

Seseorang yang memiliki kepercayaan diri paham tentang kemampuannya dalam memecahkan masalah. Orang seperti ini siap untuk menghadapi berbagai permasalahan dan bertanggung jawab atas pilihan yang ia ambil. Jangan lagi Trauma Dengan Pacar yang Selingkuh.

Hani bisa mulai fokus dengan diri sendiri terlebih dahulu. Coba deh untuk melihat balik semua hal positif yang Hani raih selama ini. Sekali lagi, fokuslah pada diri sendiri. Bangun rasa percaya dan yakin pada diri sendiri, raihlah bahagia dari dalam diri.

Syarat Kedua Membangun Sebuah Hubungan Adalah Komunikasi

Langkah kedua yang perlu dilakukan adalah berkomunikasi dengan si dia. Diperlukan komunikasi dua arah yang saling terbuka untuk memupuk sebuah hubungan. Kalau cinta kita ibaratkan dengan tanaman, maka komunikasi merupakan salah satu cara untuk merawatnya.

Dibutuhkan kemampuan dan kemauan untuk mendengar, menjaga tulisan dan lisan serta saling memaafkan untuk merawat sebuah hubungan. Akan menghindarkan perasaan Trauma Dengan Pacar yang Selingkuh.

Apa Hani sudah bilang ke dia tentang kegalauan yang Hani rasakan? Apa Hani juga sudah minta maaf karena membuka bukunya tanpa ijinnya? Coba deh dibicarakan dengannya pada saat santai berduaan sembari makan seblak :-).

Berkomunikasi saat sedang panas sangat berbeda saat kepala kita dingin. Menjalin hubungan yang sehat dengan seseorang berarti kedua belah pihak akan tumbuh dan berkembang bersama. Kedua belah pihak bersama belajar untuk semakin mengenali diri sendiri dan pasangannya.

Hani juga bisa bicara tentang masa depan atau belajar bersama dengannya. Berdua bersama mengeksplorasi cita-cita dan tujuan di masa depan. Baik cita-cita sebagai seorang individu maupun cita-cita bersama sebagai pasangan.

Ada perbedaan besar antara cita-cita kita sebagai seorang individu dengan cita-cita sebagai pasangan. Cita-cita sebagai individu adalah apa yang Hani ingin raih secara pribadi. Misalnya Hani mungkin ingin menjadi guru. Sedangkan cita-cita sebagai pasangan misalnya saja ingin travelling keliling dunia berdua. Coba deh Hani ajak si dia untuk eksplore tentang hal ini.

Kalau semua langkah sudah dilakukan, sudah mencoba untuk berbicara terbuka dengan kepala dingin. Tetapi tetap sulit untuk mempercayainya, Maka pilihan kembali ke Hani:

  • Inikah hubungan yang Hani inginkan?
  • Apakah Hani bahagia dalam hubungan seperti ini?
  • Atau apakah Hani akan lebih bahagia dan dapat lebih fokus pada diri sendiri tanpa si dia?

Apapun pilihan yang akan Hani pilih, ingatlah akan satu hal:

Hani berhak untuk bahagia, dan kebahagiaan ada dalam diri Hani sendiri.

Karena itu, tersenyumlah dan berbahagialah. 

Salam bahagia, 

Ervita Sumardjono.

Ceritakan Masalah Pribadimu Secara Rahasia dan Anonim.

Silakan mengisi kuesioner singkat untuk memberikan beberapa latar belakang umum tentang Anda dan isu-isu yang ingin Anda bahas dalam konseling.

Bila Anda ada permasalahan yang sama dengan Tips Psikologi tersebut di atas, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Konsultasi Psikologi sebelumnya membahas tentang:

Konsultasi Psikologi: Paranoid Dengan Pelaku Pelecehan.

Tentang Penulis

Ervita Sumardjono S Psikolog

Minat utama pada masalah sosial, terutama gender, migrasi, konflik dan komunikasi interkultural. Mencintai buku, alam dan travelling. Selain berkecimpung di berbagai kegiatan yang berkaitan dengan migrasi, saya juga mengembangkan travel business. Saat ini tinggal di Berne, Switzerland.

Tinggalkan Balasan