Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Suka Menyakiti Diri Sendiri Karena Waktu Kecil Pernah Menjadi Korban Pencabulan

Kategori: | 462 Views

Konsultasi Psikologi: Suka Menyakiti Diri Sendiri Karena Waktu Kecil Pernah Menjadi Korban Pencabulan

9 Februari 2018 | Penulis: Yunda K. Rusman Psikolog

: Christy

: Tapanuli Utara

: Wanita

Isi Konsultasi:

Hallo PSYLine.id Psikologi Online Indonesia.

Waktu saya berumur 4th, saya dicabuli oleh tetangga saya. Orangtua saya terlalu sibuk, sehingga diusia itu saya sudah ditinggal sendiri di rumah. Saya merahasikan hal itu sampai saya berumur 16 th. tidak ada satu orang pun yg tau tentang kejadian itu.

Setelah kejadian itu, saya banyak berubah.

Saya jadi anak yang pendiam, emosian setiap berbicara kepada ayah saya. Saya juga takut ke kamar mandi umum (karena kejadian itu di kamar mandi).

Di awal SMP, saya mulai mogok makan, mogok minum dan melakukan segala sesuatu yang bisa membuat saya jatuh sakit. Kelas 3 SMP, saya mulai tidak terkontrol lagi. Saat itulah saya mulai putus asa.

Saya selalu mengingat peristiwa itu. Saya mulai menyakiti diri saya sendiri. Saya suka menyayati lengan, bibir, punggung dan menonjok pipi sendiri hingga bengkak.

Saya semakin putus asa dan mulai memium obat anti nyamuk (bay**n). Saya mulai mengurung diri di kamar, menangis, kemudian menyayat dan kembali tidur. Hal itu terjadi selama berhari-hari.

Saya mencoba berbagai hal untuk berhenti menyakiti diri sendiri, tp tidak selalu berhasil.

Mohon Saran dan Bantuannya.

Yunda K. Rusman, S.Psi, M.Psi, Psikolog.

Jawab:

Dear Christy yang baik, Terima kasih sudah mau berbagai cerita kepada kami di PSYLine Psikologi Online Indonesia. Saya turut prihatin dengan masalah yang kamu hadapi sehingga Kamu Suka Menyakiti Diri Sendiri Karena Waktu Kecil Pernah Menjadi Korban Pencabulan.

Sulit bagi saya membayangkan bila saya di posisi kamu, tapi saya mencoba merasakan apa yang kamu rasakan.

Suka Menyakiti Diri Sendiri Karena Waktu Kecil Pernah Menjadi Korban Pencabulan

Pengalaman pelecehan seksual merupakan pengalaman traumatis yang menimbulkan emosi negative. Emosi negatif itu seperti  marah, benci, takut dan lain sebagainya. Pengalaman ini memang sering muncul dalam ingatan. Setiap teringat, maka emosi negatif pun ikut menyertai. Emosi ini yang kemudian mendorong munculnya perilaku tertentu yang biasanya bersifat merusak.

Berdamailah Dengan Masa Lalu

Berdasarkan pengalaman saya berinteraksi dengan beberapa teman yang mengalami hal yang serupa, maka saya menyimpulkan bahwa cara terbaik adalah berdamai dengan masa lalu yang menyakitkan itu.

Kenapa demikian?

Karena peristiwa itu sudah menjadi bagian dari kronologis perjalanan hidup kita. Kita tidak mungkin bisa menghapusnya. Ibaratnya sebuah kertas kosong yang telah tertulis, ketika kita ingin menghapusnya kembali kosong tanpa coretan sebenarnya jejak atau bekasnya masih ada. Tidak bisa benar-benar hilang atau kembali kepada masa sebelum tercoret.

Maka tidak ada gunanya kita menolak atau berusaha meniadakannya. Itu bisa semakin menyakitkan bagi diri kita. Luka yang diabaikan itu bisa saja tidak sembuh. Maka upaya yang tepat adalah menyembuhkan luka tersebut.

Berdamai dengan masa lalu memang terdengar mudah diucapkan tapi saya percaya hal itu tidak mudah dilakukan.

Tidak Perlu Menyakiti Diri Sendiri

Christy sayang, cobalah kamu merenungkan beberapa pertanyaan saya berikut :

  • Kenapa kamu melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri? Apakah kamu merasa tidak berharga? Merasa kotor? Merasa bersalah?
  • Bila iya? Kenapa kamu mengarahkan semua emosi itu kepada dirimu? Apa andil kamu terhadap kejadian tersebut?

Pertama yang perlu kamu tekankan bahwa kejadian itu bukan kesalahan mu. Bukan kamu yang penyebab hal itu terjadi, itu terjadi diluar dari kemampuan mu.

Kalau kamu dapat menangkap poin ini, maka pertanyaan selanjutnya, kenapa kamu ingin merusak dirimu? Merusak hidupmu? Apakah kamu rela hidupmu rusak disebabkan peristiwa yang bukan kesalahanmu?

Tidak bisa dipungkiri bahwa kejadian itu sudah membuat kamu hancur, tapi tidak semuanya. Masih ada bagian dari dirimu yang bisa dipertahankan, bahkan bisa dikembangkan.

Jangan Biarkan Masa lalu Merenggut Kebahagianmu

Dear Christy. Jangan biarkan masa lalu itu merenggut semuanya dari kamu. Memang sulit, tapi bila kamu berkeinginan kuat untuk meraih masa depan yang lebih baik maka tidak ada yang tidak mungkin.

Tuhan menganugerahi kita fisik dan akal untuk berkembang menjadi lebih baik, bukan untuk menghancurkan diri. Tinggal kamu yang memutuskan, mau berubah dan melawan semua ini atau menyerah dan menjadi pecundang. Memilih untuk bangkit atau makin terpuruk.

Carilah Dukungan dari Orang Terdekat

Saya paham kalau kamu sudah mencoba untuk berhenti menyakiti diri namun tidak berhasil. Kamu tidak harus menghadapi ini sendiri. Kamu bisa meminta dukungan dari orang terdekat dan yang sangat kamu percaya.

Memang sebaiknya selektif dalam memilih teman atau kerabat untuk mencerita masalah ini secara terus terang. Pastinya kamu tidak ingin masalah ini menjadi konsumsi publik kan. Atau mendapatkan penilaian negatif dari orang lain.

Bila tidak memungkinkan, kamu dapat mencari dukungan dari ahli, seperti yang kamu lakukan saat ini menghubungi Psikolog Profesional Dari PSYLine.id. Hanya saja musti dilakukan dengan tatap muka secara rutin.

Kamu akan dituntun bagaimana cara terbaik menghadapi masalah ini. Sehingga kamu bisa berdamai dan mulai memperbaiki diri berkembang menjadi sosok yang kuat dan sukses.

Bergabunglah dengan Komunitas Korban Pelecehan Online 

Kamu juga bisa bergabung dengan komunitas korban pelecehan seksual. Salah satunya yang saya ketahui adalah Lentera Indonesia. Kamu bisa menghubungi melalui akun Twitternya.

Sebagai informasi, korban pelecehan seksual di Indonesia cukup banyak. Sebagian mereka membentuk kelompok dukungan (support grup). Di mana sesekali mereka berkumpul untuk saling bertukar pikiran, saling menguatkan dan memotivasi.

Dengan bertemu dan mendengarkan kisah bagaimana mereka melawan dan keluar dari keterpurukannya hingga menjadi sosok yang sukses. Ikut komunitas itu diharapkan dapat memberikan kamu kekuatan.

Berdoa Kepada Tuhan Yang Maha Esa

Dan jangan lupa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, yang memudahkan langkah kita dalam mencapai tujuan. Kami juga akan mendoakan untukmu.

Semangat ya Christy.

Salam bahagia,

Yunda

Ceritakan Masalah Pribadimu Secara Rahasia dan Anonim.

Silakan mengisi kuesioner singkat untuk memberikan beberapa latar belakang umum tentang Anda dan isu-isu yang ingin Anda bahas dalam konseling.

Bila Anda ada permasalahan yang sama dengan Tips Psikologi tersebut di atas, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Bergabunglah dengan kami di Media Sosial PSYLine.id Klik Tautan Berikut Ini:

comfort.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Konsultasi Psikologi sebelumnya membahas tentang:

Konsultasi Psikologi: Kecanduan Seks Karena Pernah Menjadi Korban Pelecehan.

Tentang Penulis

Yunda K. Rusman Psikolog

Memiliki ketertarikan yang besar terhadap pengembangan generasi muda melalui kegiatan pelatihan dan konseling. Dengan tujuan hidup adalah melakukan banyak kebaikan yang bermanfaat hanya semata-mata untuk mendapatkan surganya Allah swt.

Tinggalkan Balasan