Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Konsultasi Psikologi Anak Perempuan Satu-satunya Yang Merasa Selalu Dibedakan Dengan Saudara

Kategori: | 3548 Views

Konsultasi Psikologi: Merasa Selalu Dibedakan Dengan Saudara Yang Lainnya Oleh Orangtua

2 Februari 2018 | Penulis: Drs. Julyvan Pertamawan, Psi

: RR

: Jakarta

: Wanita

Isi Konsultasi:

Saya wanita sudah berumur. Sejak kecil saya selalu di beda-beda kan oleh ibu bapak saya. Terlebih ibu saya. Dia selalu berkata kasar terhadap saya.

Ibu bapak saya selalu over protektif karena saya anak perempuan satu-satunya yang selalu dijadikan seperti pembantu. Tidak dihargai dan selalu dicap jelek. Padahal saya selalu nurutin apa kata merka.

Abang saya selalu dapat perhatian yang lebih sampai saat ini sudah punya anak 5. Tetapi selalu dikasih uang setiap harinya. Padahal menurut saya kalau sudah nikahkan sudah bukan tanggungjawab orangtua lagi.

Setiap saya bawa pacar selalu dijelek-jelekkan. Pacar saya yang dibilang pendeklah, gak sesuailah dan pada akhirny saya trauma dan memutus kan tidak mau berpacaran.

Ibu saya selalu berkata kasar dan selalu menjelek-jelekkan saya dikeluarganya. Temen-temennya iya sama orang yang baru dikenal. Ibu saya itu sosok orang yang egois tingkat tinggi. Mulut kasar, diktaktor. Kalau bapak saya over protektif yang membuat saya tidak bisa kemana-mana. Malu karna selalu di awasi terus. Bapak saya itu orangnya bermukadua kadang.

Drs. Julyvan Pertamawan Psi

Jawab:

RR yang baik, Yang Selalu Dibedakan Dengan Saudara Yang Lainnya Oleh Orangtua.

Terima kasih ya sudah mau curhat melalui PsyLine. Semoga RR sehat dan tetap semangat. Saya ikut prihatin atas apa yang RR alami sejak kecil.

Anak Perempuan Satu-satunya Yang Selalu Dibedakan Dengan Saudara Yang Lainnya Oleh Orangtua

Sebenarnya, kalau orang tua over protective itu wajar aja. Beliau-beliau ingin anak perempuan satu-satunya dapat tetap “dekat” dengan mereka sampai kapan pun. Hanya saja, cara “mengikat” RR agar tidak meninggalkan mereka adalah dengan cara memberikan tugas-tugas rumah tangga. Mungkin itu yang dirasakan cukup berat. Bahkan RR merasa diperlakukan seperti pembantu.

Ibu dan Bapak kelihatannya ingin RR tampil sebaik mungkin. Agar mampu berperan sebagai seorang perempuan yang memiliki keterampilan mengurus rumah tangga. Ada harapan dan ada kriteria yang dibuat oleh kedua orang tua RR.

Nah, ketika harapan dan kriteria tersebut dirasakan kurang sesuai. Meskipun RR sudah berusaha berbuat sebaik mungkin, maka Ibu dan Bapak menjadi marah. Sampai di sini, kelihatannya ada perbedaan persepsi antara apa yang terbaik dilakukan RR.

Berdialoglah Dengan Ibu

RR sudah merasa terbaik, orang tua masih merasa kurang baik. Sebagai anak yang baik, RR bisa saja mencoba bertanya. Tanyakan dengan bahasa yang tetap sopan dan dengan mempertimbangkan waktu yang tepat. Tanyakan apa yang diharapkan Ibu. Mungkin lebih baik mulai dengan Ibu dulu. Buat dialog dalam kondisi yang nyaman dan tidak dalam keadaan marah. Coba pahami dan dengarkan apa yang diinginkan oleh Ibu. Kalau perlu RR bisa curhat juga sama Ibu.

Mengenai perlakuan yang kurang adil antara RR dengan abang. Menurut saya itu tidak perlu dipermasalahkan. Ambil saja hikmahnya. Dengan perbedaan tersebut, RR dapat menunjukkan kalau RR secara perlahan bisa berkembang mandiri. Bahkan lebih mandiri dibandingkan si abang.

Cobalah Berbicara Bertiga dari Hati-kehati

Kembali ke Ibu ya. Kalau sudah sempat curhat sama Ibu, RR bisa lebih paham apa yang diharapkan Ibu terhadap RR. Dengan cara yang sama, coba cari waktu yang tepat untuk bicara dengan Bapak. Kalau gak bisa juga, minta ditemani Ibu. Coba “ngobrol” bertiga. Coba cari tau apa yang mereka inginkan dan apa yang dihapkan. Dicoba ya.

Nah, sekarang soal pacar. Sebenarnya, mirip dengan apa yang Ibu dan Bapak RR lakukan ke RR. Pada dasarnya. Beliau berdua memiliki “harapan” dan “keinginan” untuk memiliki menantu yang bisa membahagiakan RR. Sekaligus tidak mengubah peran RR sebagai anak perempuan satu-satunya yang diharapkan tidak meninggalkan mereka.

Ibu dan Bapak menjadi over protective dan cenderung tidak rela kalau calon menantunya tidak sesuai dengan “harapan” mereka. RR perlu juga mencari tau kriteria yang diingkan Ibu dan Bapak.

Kalau RR sudah lebih paham apa yang diharapkan dan diinginkan orang tua, maka RR dapat menyusun langkah-langkah yang terbaik menyongsong hari esok yang lebih cerah.

Ada dua kemungkinan yang bisa dilakukan setelah “ngobrol” dengan Ibu dan Bapak. Ibu dan Bapak bisa menerima aspirasi dan gagasan RR untuk diri RR. Atau mereka tidak dapat menerima semua yang disampaikan RR.

Kalau mereka menerima dan mau mendukung kemauan RR, itu bagus.

Kalau tidak dapat menerima, bagaimana?

Sebagai orang yang sudah dewasa, RR dapat memilih apa yang terbaik. Setiap pilihan akan mengandung konsekuensi yang menjadi tanggung jawab RR sendiri. Sebagai orang yang sudah dewasa RR juga perlu berlatih untuk “berani” mempertahankan pendapat dengan cara yang baik dan sopan. RR sebaiknya mulai belajar untuk menyampaikan pendapatnya dengan cara yang lebih baik. Tentu dalam kondisi yang nyaman bagi kedua orangtua. Sikap kasar yang diterima RR sebaiknya tidak “dijawab” dengan sikap yang kasar pula.

Itu saran untuk RR ya.

Selamat “ngobrol” ya. Semangat. Kalau gak bisa hari ini, bisa besok. Kalau gak bisa besok, masih ada besoknya lagi. Mulailah setiap hari dengan semangat untuk mau memahami dan mau berubah lebih baik.

Semoga RR menemukan cara terbaik untuk mengatasi masalahnya.

Salam bahagia.

Julyvan Pertamawan

Ceritakan Masalah Pribadimu Secara Rahasia dan Anonim.

Silakan mengisi kuesioner singkat untuk memberikan beberapa latar belakang umum tentang Anda dan isu-isu yang ingin Anda bahas dalam konseling.

Bila Anda ada permasalahan yang sama dengan Tips Psikologi tersebut di atas, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Konsultasi Psikologi sebelumnya membahas tentang:

Konsultasi Psikologi: Merasa Melakukan Dosa Besar Karena Pernah Berciuman Kemudian Dicampakkan.

Tentang Penulis

Drs. Julyvan Pertamawan, Psi

Aktif di Himpsi Jaya (www.himpsijaya.org) dan Iluni Psikologi Universitas Indonesia.

Tinggalkan Balasan