Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Rubrik Konsultasi Psikologi

Kategori: | 1082 Views

Pacaran 5 Tahun Tidak Direstui Orangtua karena Alasan Pekerjaan.

7 Juni 2017 | Penulis: Drs. Julyvan Pertamawan, Psi

: Meylee

: Palembang

: Pria

Isi Konsultasi:

Hallo PsyLine.id Psikologi Online Indonesia.

Pagi dok, Saya tinggal di lingkungan keluarga dari ayah saya. Sekarang Saya sedang menjalani kuliah semester tingkat akhir. Saya memiliki pacar, hubungan kami sudah berjalan sampai 5 tahun. Saya berniat menikahinya tahun depan.

Tapi masalahnya orangtua saya sudah mau menjodohkan saya dengan pilihan mereka. Mereka tidak setuju dengan hubungan saya dan pacar saya, karena alasan pekerjaan. Pacar saya bekerja menjadi oprator di salah satu PT di batam.

Sangat menyebalkan jika mereka selalu membicarakan tentang perjodohan saya. Ingin rasanya saya marah kepada mereka semua tetapi saya tidak bisa. Karena saya takut. Dari kecil saya tidak pernah melawan kata-kata mereka.

Saya sudah menjelaskan bahwa saya tidak ingin dijodohkan. Tetapi mereka seperti tidak peduli dengan kata-kata saya. Saya susah menjelaskan kalau saya sudah punya pacar. Dan saya ceritakan latar belakang pacar saya. Keluarga saya tidak ada yg setuju.

Saya harus gimana dok.?

Drs. Julyvan Pertamawan Psi

Jawab:

Pacaran 5 Tahun Tidak Direstui Orangtua karena Alasan Pekerjaan.

Meylee yang baik,

Pertama, perlu saya sampaiakan dan perlu dipahami beda Psikolog dengan Psikiater ya.

Kalau Psikolog, dari awal kuliahnya, tidak menangani medikasi atau pengobatan yang dilakukan dokter. Psikolog menangani masalah kejiwaan melalu pendekatan non medis. Sedangkan Psikiater adalah seorang Dokter yang mengambil spesialisasi di bidang kejiwaan.

Perlu kami informasikan perbedaan antara Psikolog dengan Psikiater. Anda dapat membacanya di artikel PsyLine.id Psikologi Onlen dengan judul:

Mau tahu apa Perbedaan Psikolog dan Psikiater?

Pacaran 5 Tahun Tidak Direstui Orangtua karena Alasan Pekerjaan

Apakah Meylee sudah menemui “calon” yang dijodohkan oleh orang tua?

Coba perhatikan secara baik-baik, apakah “calon” tersebut benar-benar tidak memiliki sisi baik?

Lalu, coba untuk membuka diri dan berusaha jujur dengan “calon” tersebut. Katakan apa yang saat ini dirasakan. Tanyakan apa yang dia rasakan. Tanyakan apa dia senang dengan perjodohan yang dilakukan orangtua kalian.

Coba kenali “calon” tersebut secara baik.

Lakukan tanpa terlalu menggunakan emosi yang tinggi. Logika dan keterbukaan diri Meylee diharapkan dapat menemukan sisi positif dari “calon” yang diajukan orang tua.

Lalu, kalau benar tidak ada sisi baik yang terlihat dan Meylee tetap pada pendirian untuk memilih pacarnya yang sekarang. Nyatakan kepada “calon” tersebut. Kalau “calon” tersebut mendukung keputusan Meylee, akan baik sekali.

Dia, si “calon” tetap dapat menjadi sahabat yang baik dan hubungan dengan keluarga juga tetap baik. Tetapi, kalau si “calon” memiliki sisi positif yang menjadi kelebihannya, saya sarankan untuk menerimanya sebagai calon atau pacar baru.

Kenapa?

Karena hubungan dengan pacar yang sekarang, sepertinya lebih didasarkan oleh emosi saja. Tidak obyektif dan tidak mempertimbangkan aspek positif dari sisi keluarga.

Perlu diingat, seumur hidup kita tidak dapat menyebut “bekas ayah” atau “bekas ibu”. Namun, kalau “bekas pacar” atau “bekas istri”, sangat mungkin dapat terjadi. Itu artinya, keluarga inti lebih penting dari pada keluarga besar.

Belum tentu pilihan orang tua lebih buruk dari pilihan Meylee sendiri.

Silakan dikaji ulang. Semoga Meylee dapat menemukan jawaban terbaik.

Semoga bermanfaat.

Salam Bahagia,

Konsultasi sebelumnya membahas tentang:

Capek dan Cemas Memergoki Suami Berselingkuh.


Ceritakan Masalah Pribadimu Secara Rahasia dan Anonim.

Silakan mengisi kuesioner singkat untuk memberikan beberapa latar belakang umum tentang Anda dan isu-isu yang ingin Anda bahas dalam konseling.

Data ini akan membantu PsyLine.id Psikologi Online mencocokkan Anda dengan Psikolog yang paling cocok untuk Anda.
Jawaban jujur Anda juga akan memberikan Psikolog untuk mengenal latar belakang Anda sehingga dapat memberikan saran yang relefan.

Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya, dan hanya dipergunakan untuk membantu Anda menjadi lebih baik.

Klik Link di Bawah ini:

Konsultasi Psikologi Gratis.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Tentang Penulis

Drs. Julyvan Pertamawan, Psi

Aktif di Himpsi Jaya (www.himpsijaya.org) dan Iluni Psikologi Universitas Indonesia.

Bagikan Artikel Ini:

Terkait

Tinggalkan Balasan