Pernikahan tidak bahagia karena terlalu curiga kepada suami.

Diposting: 13 Juni 2017 | Kategori Konsultasi:

Dilihat: 619 kali.

Psikolog: Drs. Julyvan Pertamawan, Psi

: Suci

: Jombang

: Wanita

Isi Konsultasi:

Halo PsyLine.id Psikologi Online Indonesia.

Saya seorang wanita dan sudah menikah. Tetapi dalam pernikahan, saya dan pasangan merasa tidak bahagia. Saya merasa terlalu curiga dan selalu membayang-banyangi suami saya. Sehingga suami saya merasa tertekan dengan perilaku dan tingkah laku saya.

Saya sudah mencoba untuk tidak melakukan semua tekanan yang saya berikan kepada suami saya. Tapi saya tidak bisa menahan rasa amarah saya. Sedikit suami melakukan kesalahan, saya akan marah dan mengamuk sepirti kesetanan.

Saya merasa trauma dan ketakutan kalau di luar sana suami saya tidak setia dan main wanita lain. Saya takud disakiti dan dikhianati. Mohon bimbingannya dan terimakasih.

Drs. Julyvan Pertamawan Psi

Jawab:

Pernikahan tidak bahagia karena terlalu curiga kepada suami.

Suci yang baik,

Semua yang ada di muka bumi yang fana ini bukan milik kita. Mungkin pernah dengar ada perumpamaan kalau sebenarnya kita semua ini harusnya bersikap seperti tukang parkir?

Tukang parkir itu setiap hari seperti memiliki banyak mobil yang ia bantu untuk parkir. Dengan setia ia menunggu pemilik mobil yang sesungguhnya datang dan mengambil mobil miliknya. Setelah diambil, apa yang dirasakan si tukang parkir? Tidak ada apa-apa. Itu bukan miliknya. Itu hanya titipan. Ya, jadi apa yang harus dikhawatirkan? Kalau pemilik yang sesungguhnya mengambil, ya kita harus rela dan ikhlas.

Kembali kepada masalah kekhawatiran Suci terhadap suami.

Pernikahan tidak bahagia karena terlalu curiga kepada suami.

Kalau Suci takut kehilangan karena ada perempuan lain dan kemudian marah. Kemungkinan besar itu karena rasa memiliki dan rasa cinta yang demikian besar. Itu semua memacu rasa curiga dan cemburu. Suci sangat posesif dan takut kehilangan.

Tapi, Suci lupa bahwa kita bukan pemilik yang sesungguhnya. Suami, teman, saudara, anak, orang tua, semua itu miliki Sang Pencipta. Kita tidak punya hak sama sekali untuk menjadi pemilik mutlak dari mahluk ciptaanNya.

Jadi, apa pun alasannya. Suci harus menempatkan diri seperti seorang tukang parkir. Suci harus rela kalau pemilik yang sesungguhnya mengambil. Diambil untuk apa? Apa saja yang Dia kehendaki. Dia Yang Maha Kuasa dan Maha Menentukan.

Kalau suami Suci tetap mejadi suami yang setia. Itu sudah menjadi kehendakNya. Kalau suami ingin pergi meninggalkan Suci, itu juga sudah menjadi kehendakNya. Kuncinya, seperti tukang parkir, kita harus ikhlas kalau yang mengambil adalah pemiliki sesungguhnya.

Jodoh, musibah, kematian, kelahiran, merupakan hak mutlak Sang Pencipta. Kita, manusia tidak dapat menolak ketentuanNya.

Lalu kalau suami dipikat oleh perempuan lain? Bagaimana?

Sebagian penyebab pasangan kita pindah ke lain hati, adalah kita terlalu keras “menjaga” titipan Sang Pencipta (takut kehilangan). Sebagian lagi, sebabnya adalah kita sebagai “tukang parkir” tidak berusaha (ikhlas) menjalankan perannya dengan baik.

Menjalankan peran dengan baik, artinya meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan keahlian diri sebagai “tukang parkir” yang baik. Tanpa kemampuan, pengetahuan, dan keahlian yang baik, maka hasil kerja kita akan dinilai kurang baik oleh siapa pun yang melihat.

Kalau sudah begini, daya tarik kita sebagai seorang yang memiliki peran sebagai “tukang parkir”, menjadi kurang menyakinkan. Akhirnya, dengan sendirinya rasa percaya diri menurun. Oleh karena itu, bisa saja apa yang telah “dititipkan” tidak terjaga dengan baik.

Saran saya:

  1. Meningkatkan kemampuan diri

    Mulailah untuk mengisi diri dengan kemampuan, pengetahuan, dan keahlian yang diperlukan untuk mendukung peran sebagai seorang istri yang baik. Kalau sekarang sudah baik, buatlah lebih baik lagi.

    Pastikan bahwa diri kita berkembang dan bertumbut lebih baik dari hari ke hari. Fokus pada pengembangan diri. Dengan kemampuan, pengetahuan dan keahlian yang dimiliki, berangsur-angsur rasa perca diri Suci akan ikut meningkat.

  2. Tunjukkan pada suami kalau Suci tidak saja berharap suami dapat setia.

    Tetapi Suci harus sanggup tampil sebagai istri yang memiliki kemampuan, pengetahuan, dan keahlian yang diharapkan suami. Jalankan dengan tekun, istiqomah.

  3. Siapkan diri untuk menerima segala hal yang datang sebagai keputusan Sang Pencipta.

    Dengan demikian, Suci dapat menghadapi setiap masalah dalam kehidupan dengan lebih bijak dan tanpa mengedepankan emosi.

  4. Percaya, Berserah diri dan Berdoa.

    Semoga semua kesulitan yang datang merupakan ujian untuk menjadi orang yang lebih baik. Hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan usahkan besok lebih baik dari hari ini. Sang Pencipta tidak akan membebani umatnya dengan masalah di luar kemampuan dirinya. Yakin lah, setelah mengalami kesulitan, akan ada kemudahan.

Semoga saran saya tentang Pernikahan tidak bahagia karena terlalu curiga kepada suami dapat membantu.

Salam bahagia,

Konsultasi sebelumnya membahas tentang:

Mengalami krisis percaya diri berlebih. Tidak bisa berbicara di depan umum.


Ceritakan Masalah Pribadimu Secara Rahasia dan Anonim.

Silakan mengisi kuesioner singkat untuk memberikan beberapa latar belakang umum tentang Anda dan isu-isu yang ingin Anda bahas dalam konseling.

Data ini akan membantu PsyLine.id Psikologi Online mencocokkan Anda dengan Psikolog yang paling cocok untuk Anda.
Jawaban jujur Anda juga akan memberikan Psikolog untuk mengenal latar belakang Anda sehingga dapat memberikan saran yang relefan.

Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya, dan hanya dipergunakan untuk membantu Anda menjadi lebih baik.

Klik Link di Bawah ini:

Konsultasi Psikologi Gratis.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Tentang Psikolog

Drs. Julyvan Pertamawan, Psi

Aktif di Himpsi Jaya (www.himpsijaya.org) dan Iluni Psikologi Universitas Indonesia.

Bagikan Artikel Ini:

Artikel Terkait:

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PSYLine.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog