Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Rubrik Konsultasi Psikologi

Kategori: | 570 Views

Rasa Bersalah Karena Berselingkuh dengan Rekan Kerja.

1 Juni 2017 | Penulis: Drs. Julyvan Pertamawan, Psi

: Rindu

: Jakarta

: Wanita

Isi Konsultasi:

Halo PsyLine.id Psikologi Online Indonesia.

Saya adalah seorang karyawati swasta dan sudah berkeluarga. Saat ini saya mencintai rekan kerja sendiri yang juga sudah berkeluarga.

Saya tahu saya salah, tetapi dia juga mencintai saya. Affair ini bikin saya bahagia sekaligus takut.

Apa yang harus saya lakukan? Mohon Bimbingannya.

Drs. Julyvan Pertamawan Psi.

Jawab:

Merasa bersalah karena berselingkuh dengan rekan kerja.

Rindu yang baik,

Cinta lokasi bisa terjadi pada siapa pun juga. Godaan untuk berselingkuh demikian besar dan semakin berpeluang. Godaan datang ketika Rindu menemukan rekan sekantor yang menyambut sinyal cinta yang dipancarkan Rindu. Bahkan, rasa bersalah yang ada dalam diri Rindu sudah dikalahkan oleh rasa bahagia ketika bersama dia.

Pertanyaan saya:

  • Apa yang membuat Rindu bahagia bersamanya?
  • Apa suami Rindu tidak dapat memberikan kebahagiaan?

Kalau perlu, coba tanyakan pertanyaan yang sama kepada si dia:

  • Apa yang membuat dia senang atau bahagia bersama Rindu?
  • Apa istri dia tidak dapat memberikan kebahagian kepada dia?

Merasa bersalah karena berselingkuh dengan rekan kerja.

Kalalu dua pertanyaan itu dapat dijawab dengan jujur, dan kalian berdua benar-benar menemukan jawaban yang kuat dan dapat diterima nalar. Maka, kalian harus membuat komitmen baru. Komitmen yang dapat mempersatukan Rindu dan si dia.

Tentu saja, komitment seperti ini akan menyakitkan suami Rindu dan istri si dia dan juga keluarga besar.

Sebaliknya, kalau dua pertanyaan tadi tidak dapat dijawab dengan jujur; terutama oleh si dia. Saya sarankan untuk menghentikan dan mengakhiri hubungan terlarang ini.

Kenapa terlarang?

Karena selingkuh itu bukan suatu tindakan yang dibenarkan oleh pihak mana pun. Bahkan oleh agama apa pun.

Silakan ditimbang dengan seksama. Apakah Rindu ingin mengajukan talak kepada suami?

Harap dipastikan, apakah si dia juga mau mengambil langkah yang sama. Jangan sampai Rindu menyesal karena sudah bercerai dengan suami, tapi si dia tidak bercerai dengan istrinya. Pastikan dan dapatkan jaminan dari si dia.

Lalu, jalani dengan sebaik mungkin prosesnya.

Eh… Saya sebenarnya tidak mau kasih saran cerai kok.

Saya hanya ingin Rindu mampu berpikir jernih sebelum langkah. Tindakan yang diambil tidak merugikan diri Rindu sendiri atau siapa pun yang Rindu sayangi. Hidup di atas pernderitaan orang lain, tidak akan membuat bahagia dunia dan akhirat.

Kata kuncinya adalah KOMITMEN.

Pernikahan adalah sebuah janji sakral yang harus dihormati dan dipelihara. Kesulitan hidup yang dialami dan perbedaan karakter antara suami istri, semua orang mengalami (kecuali yang masih jomblo).

Tuhan tidak membebani diri kita dengan masalah yang tidak mampu kita atasi. Masalah dalam keluarga, baru sebagian dari masalah yang “dirancang” oleh Yang Maha Kuasa untuk kita bisa menjadi manusia; wakilNya di dunia yang fana.

Oleh karena itu, sebaiknya tidak membuat sendiri masalah yang dapat membebani hidup kita di luar kemampuan kita.

Coba deh ditinjau kembali atau diingat-ingat, saat menikah dulu. Apa sih yang jadi komitmen Rindu dan suami? Berjanji membangun bahtera rumah tangga yang mawadah warahmah, siap menghadapi suka dan duka, sehidup semati.

Apa masih ada “percik” rasa cinta dengan suami?

Apa api asmara yang dulu mengiring Rindu bersama suami menuju pelaminan masih membara?

Pernah kah diskusi dengan suami perasaan Rindu sekarang?

Siap kah Rindu untuk menerima konsekuensi dari tindakan yang akan diambil?

Silakan dijawab dengan tindakan yang bertanggung jawab sebagai seorang dewasa yang paham perbedaan baik dan buruk.

Hal lain yang perlu dipertimbangkan.

Sebagai seorang perempuan, Rindu akan mendapat penilaian yang negatif dari lingkungan sekitar Rindu. Apalagi kalau perselingkuhan ini tidak diselesaikan dengan baik.

Demikian saran saya. Silakan dipertimbangkan dengan matang dan tidak berdasarkan emosi semata. Setiap langkah, setiap keputusan, setiap pilihan, selalu mengandung konsekuensi bagi diri Rindu. Ambil langkah terbaik yang tidak merugikan diri sendiri. Terutama dalam menjalankan peran Rindu sebagai seorang perempuan.

Akhirnya, apa pun keputusan yang diambil Rindu, sebaiknya adalah keputusan yang terbaik.

Minta petunjuk pada Yang Maha Kuasa. Semoga permasalahan Rindu dapat segera terselesaikan.

Semoga membantu.

Salam Bahagia,

Konsultasi sebelumnya tentang:

Sulit berkomunikasi dengan lawan jenis karena takut dianggap aneh.


Ceritakan Masalah Pribadimu Secara Rahasia dan Anonim.

Silakan mengisi kuesioner singkat untuk memberikan beberapa latar belakang umum tentang Anda dan isu-isu yang ingin Anda bahas dalam konseling.

Data ini akan membantu PsyLine.id Psikologi Online mencocokkan Anda dengan Psikolog yang paling cocok untuk Anda.
Jawaban jujur Anda juga akan memberikan Psikolog untuk mengenal latar belakang Anda sehingga dapat memberikan saran yang relefan.

Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya, dan hanya dipergunakan untuk membantu Anda menjadi lebih baik.

Klik Link di Bawah ini:

Konsultasi Psikologi Gratis.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine

Tentang Penulis

Drs. Julyvan Pertamawan, Psi

Aktif di Himpsi Jaya (www.himpsijaya.org) dan Iluni Psikologi Universitas Indonesia.

Bagikan Artikel Ini:

Terkait

Tinggalkan Balasan