Konsultasi Gratis
Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Cemas dan Takut Kalau Mau Bicara Dalam Kelompok

Kategori: | 199 Views

Tanya Jawab Psikologi: Cemas dan Takut Kalau Mau Bicara Dalam Kelompok

3 Oktober 2017 | Penulis: Drs. Julyvan Pertamawan, Psi

: Grenda Cahaya

: Yogya

: Wanita

Isi Konsultasi:

Hallo PSYLine.id Psikologi Online Indonesia.

Saya ada masalah dalam pergaulan. Jika dalam klompok, rasanya bingung dan takut kalau mau bicara. Takut dianggap tidak nyambung, takut kalau tidak dijawab, takut jawaban mereka menyakitkan.

Jika sudah begitu jantung berdebar kencang dan keringat dingin. Saya jadi sangat cemas jika ada kegiatan dengan pengawasan guru yang minim. Karena jika begitu pasti akan muncul klompok ngobrol. Dan saya hanya diam dengan perasaan cemas dan sedih luar biasa. Saya juga selalu khawatir tentang apa yg dipikirkan orang lain.

Saya benar-benar tersiksa karena tiada hari tanpa rasa cemas dan sedih. Dulu waktu SMP saya memang pernah mengalami bullying. Dan sejak  itu saya merasa ini bukan diri saya. Tapi saya sudah melupakannya. Terlebih itu sudah masa lalu dan saya punya kehidupan baru di SMA.

Mohon solusinya, ini benar-benar menyiksa dan memperburuk kesehatan saya.

Terima kasih.

Drs. Julyvan Pertamawan Psi

Jawab:

Cemas dan Takut Kalau Mau Bicara Dalam Kelompok.

Hai Grenda Cahya yang baik.

Terima kasih ya sudah mau curhat ke PsyLine.

Dari curhatnya tampak kalau Grenda merasa cemas dan takut kalau mau bicara dalam kelompok. Rasa takut itu, sejak kapan ya munculnya? Apa setelah mengalami bullying saat di SMP? Padahal kan Grenda sudah menyatakan bahwa kejadian itu sudah dilupakan. Dan sekarang sudah punya kehidupan baru di SMA.

Cemas dan Takut Kalau Mau Bicara Dalam Kelompok

Cobalah jawab pertanyaan berikut ini:

  • Apa rasa cemas dan takut itu disebabkan oleh hal lain?
  • Misalnya, apa Grenda pernah merasa kurang diperhatikan dan jarang diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapat?
  • Dalam keluarga?
  • Di lingkungan teman bermain?
  • Di lingkungan rumah di mana Grenda tinggal?
  • Kalau kejadian bullying di SMP sudah dilupakan, lalu apa ya yang membuat Grenda takut untuk bicara?
  • Apa yang membuat Grenda kurang percaya diri untuk bicara?

Saya ingin mengajak Grenda untuk mengingat penyebab sesungguhnya dari rasa takut dan cemas yang dirasakan Grenda sekarang ini. Kalau benar peristiwa bullying di SMP sudah dilupakan, kemungkinan ada penyebab lain. Penyebab yang menjadi faktor pencetus rasa cemas dan takut itu. Coba diingat kembali.

Sudah ketemu?

Kalau sudah ketemu, coba ukur jarak waktu, jarak fisik (jauh/dekat), dan jarak psikologis dari penyebab rasa takut dan cemas itu.

  • Sudah lama atau baru-baru saja?
  • Dekat atau jauh?
  • Terasa “dekat” atau terasa “jauh”?
  • Bagaimana?
  • Bisa diukur kan?

Gak usah pakai alat ukur yang canggih. Pakai perasaan aja.

Kalau secara waktu, fisik, dan Psikologis jarak penyebab rasa takut dan cemas yang ada dalam diri Grenda, sudah “jauh”. Maka, sebenarnya tidak ada alasan untuk menyamakan orang yang ada di sekitar Grenda saat ini. Hal itu akan menjadi penyebab rasa takut dan cemas yang sama.

Setuju nggak?

Nah kalau setuju, berarti reaksi yang mungkin timbul kalau Grenda bicara dengan teman-teman dalam kelompok. Di mana pun Grenda bergabung atau tergabung. Seperti yang Grenda tulis, sekarang kan Grenda punya kehidupan baru di SMA. Ayo buat kehidupan baru yang lebih baik dari kehidupan di pengalaman yang sudah lalu.

Sebaiknya memandang ke depan dengan semangat baru dan kemauan untuk membangun hari esok yang lebih baik. Menurut saya, tidak ada alasan untuk terus mengingat pengalaman masa lalu. Pengalaman yang kurang mendukung diri kita untuk berkembang lebih baik.

Mulailah dengan langkah kecil

Pilih satu atau dua orang yang menurut Grenda enak di ajak bicara. Perlahan-lahan, coba tambah teman bicara menjadi lebih banyak. Lakukan bertahap. Jangan terburu-buru, tapi juga jangan terlalu lama. Tanamkan dalam pikiran Grenda:

INI BUKAN MASA LALU, INI ADALAH MASA SEKARANG, INI UNTUK MASA DEPAN GRENDA YANG LEBIH BAIK.

Dicoba ya.

Semoga Grenda dapat tampil bicara lebih baik, tanpa rasa cemas dan takut. Psikolog di PsyLine ingin mendengar kabar dari Grenda setelah mencoba.

Kalau saran masih kurang dapat membantu, Grenda boleh kok curhat lagi. Mau ketemu langsung dengan Psikolog PsyLine juga boleh.

Oke ya.

Salam bahagia,

Julyvan Pertamawan.


Ceritakan Masalah Pribadimu Secara Rahasia dan Anonim.

Silakan mengisi kuesioner singkat untuk memberikan beberapa latar belakang umum tentang Anda dan isu-isu yang ingin Anda bahas dalam konseling.

Bila Anda ada permasalahan yang sama dengan Tips Psikologi tersebut di atas, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Konsultasi Psikologi sebelumnya membahas tentang:

Tanya Jawab Psikologi: Kuliah Dengan Jurusan Pilihan dan Paksaan Ayah.

Tentang Penulis

Drs. Julyvan Pertamawan, Psi

Aktif di Himpsi Jaya (www.himpsijaya.org) dan Iluni Psikologi Universitas Indonesia.

Tinggalkan Balasan