Konsultasi Gratis
Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Kuliah Dengan Jurusan Pilihan dan Paksaan Ayah

Kategori: | 146 Views

Tanya Jawab Psikologi: Kuliah Dengan Jurusan Pilihan dan Paksaan Ayah

2 Oktober 2017 | Penulis: Ervita Sumardjono S Psikolog

: GGT

: Cimahi

: Wanita

Isi Konsultasi:

Selamat malam PSYLine.id Psikologi Online Indonesia,

Halo saya seorang mahasiswi disalah satu perguruan tinggi swasta di bandung awal. Masuk kuliah di jurusan ini saya tidak berminat masuk tetapi Orangtua saya. Terlebih ayah saya bersikeras untuk saya di jurusan tersebut.

Pada pertengahan semester 1, saya jujur kepada Orangtua saya kalau saya tidak mampu dengan materinya dan ingin pindah jurusan. Namun ayah saya tidak mengizinkan, memaksa dan mengancam tidak akan membayar uang kuliah saya selama-lamanya.

Saya diberi kata-kata yg cukup kasar. Salah satunya hal yang saya sedih dan sakit, setiap saya tidak bisa melakukan sesuatu, ayah saya selalu mengukit kelebihan anak temannya dihadapan saya. Beliau selalu merendahkan saya selama ini.

Beberapa orang terdekat ayah saya memberi nasihat tentang saya, tetapi tidak ada pengaruhnya. Sekarang saya masih bertahan di jurusan tersebut. Namun hati saya terasa “mati” saat menjalani kuliah.

Bagaimana jalan keluarnya ya? Trima kasih.

Ervita Sumardjono, S. Psi, Psikolog, M.A

Jawab:

Kuliah Dengan Jurusan Pilihan dan Paksaan Ayah.

Hai GGT.

Terima kasih sudah berbagi dengan kami di PSYLine.

Saya dapat memahami sulitnya posisimu yang berusaha untuk memenuhi keinginan ayahmu. Satu hal yang perlu kamu ingat adalah, ini hidupmu. Umurmu masih sangat muda, jalan ke depan masih panjang.

Kuliah Dengan Jurusan Pilihan dan Paksaan Ayah

Sekarang yuk kita coba untuk melihat masalah ini dari sudut yang berbeda.

  1. Cita-cita di kemudian hari

    GGT merasa berat untuk meneruskan kuliah di jurusan yang ayah pilih. Coba jawab pertanyaan berikt ini:

    • GGT sendiri sebenarnya ingin menjadi apa di kemudian hari?
    • Punya bayangan tidak 20 tahun lagi GGT ingin melakukan apa?
    • Untuk mencapainya, apa yang perlu GGT lakukan?
    • Fakultas apa yang perlu dimasuki?
    • Seberapa jauh bedanya dengan pilihan ayah?

    Silakan dipikirkan dengan tenang terlebih dahulu.

  2. Pola komunikasi dengan ayah

    GGT bercerita kalau ayah suka merendahkan anaknya dan membandingkan dengan anak orang lain. Memang sakit rasanya diperlakukan seperti ini. Tampaknya ayah punya harapan yang sangat tinggi atas GGT, bahkan saat orang terdekat beliau menasihatipun tidak mempan lagi.

    Mari kita mundur selangkah sejenak untuk melihat bagaimana cara ayah dulu dididik. Bisa jadi dulu ayah diperlakukan seperti ini pula. Dan akibatnya hanya cara didik seperti ini yang beliau pahami.

    Saya paham saat ini sangat sulit untuk bisa mencoba melihat ayah dari kacamata yang berbeda, tapi cobalah. Hal ini akan memudahkanmu untuk dapat berkomunikasi dengan ayah.

  3. Kemandirian financial

    Salah satu ancaman ayah adalah tidak akan membiayai hidupmu lagi. Seberapa kuat keinginanmu untuk mandiri? Pilihanmu ada 2:

    • Mengikuti ayah dan menjalani dengan hampa;
    • Atau keukeuh keluar dari jurusan yang ayah pilih dengan risiko terburuk tidak dibiayai lagi.

    Coba deh dihitung positif dan negatifnya dari kedua pilihan ini.

    Mana yang menurutmu lebih tepat untukmu? Kalau pilihanmu adalah mengikuti hatimu, apa langkah yang dapat kamu lakukan untuk dapat mandiri secara finansial agar dapat menggapai cita-citamu? Ada peluang apa saja di sekitarmu untuk mendapatkan uang? Bisa tidak bekerja sembari kuliah?

Ambil waktu dan tenangkan diri untuk melihat ulang posisimu dalam masalah ini. Kalau GGT sudah paham benar tentang apa yang diinginkan untuk di masa depan. Dan yakin atas pilihan tersebut, cobalah untuk bicara dengan ayah.

Tentu tidak mudah untuk menghadapi ayah, karena itu perlu memahami cara pikir beliau. Umumnya orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Karena itu yakinkanlah ayah atas pilihan yang terbaik buat GGT.

Maafkan berbagai kata buruk yang terlontar dari mulut ayah agar GGT juga menjadi lebih tenang. Kuliah Dengan Jurusan Pilihan dan Paksaan Ayah.

Kalau boleh tau, sejak kapan kondisi fisik dan kualitas tidur GGT buruk? Apa GGT sulit tidur atau sering terbangun di tengah malam? Apa yang GGT lakukan supaya dapat tidur pulas? Coba deh GGT lihat ulang pola hidup yang selama ini dijalani.

Apakah GGT makan makanan yang sehat dan berimbang dan cukup olah raga? Perubahan pola hidup menuju pola hidup sehat juga sering kali meningkatkan kondisi fisik dan psikologis kita.

Saya harap GGT bisa mendapatkan sekilas pencerahan mengenai masalah yang sedang dialami. Silakan hubungi kembali apabila membutuhkan diskusi lanjutan. Saya harap GGT menemukan kebahagiaan. Kuliah Dengan Jurusan Pilihan dan Paksaan Ayah.

Salam bahagia,

Ervita Sumardjono.


Ceritakan Masalah Pribadimu Secara Rahasia dan Anonim.

Silakan mengisi kuesioner singkat untuk memberikan beberapa latar belakang umum tentang Anda dan isu-isu yang ingin Anda bahas dalam konseling.

Bila Anda ada permasalahan yang sama dengan Tips Psikologi tersebut di atas, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Konsultasi Psikologi sebelumnya membahas tentang:

Tanya Jawab Psikologi: Seorang Introvert yang Ingin Aktif Dalam Organisasi.

Tentang Penulis

Ervita Sumardjono S Psikolog

Minat utama pada masalah sosial, terutama gender, migrasi, konflik dan komunikasi interkultural. Mencintai buku, alam dan travelling. Selain berkecimpung di berbagai kegiatan yang berkaitan dengan migrasi, saya juga mengembangkan travel business. Saat ini tinggal di Berne, Switzerland.

Tinggalkan Balasan