Konsultasi Psikologi: Sangat Terpuruk Karena Suami Pernah Selingkuh

Diposting: 4 Februari 2018 | Kategori Konsultasi:

Dilihat: 658 kali.

Psikolog: Dinda Setiadewi, M.Psi, Psikolog.

: Y

: Bondowoso

: Wanita

Isi Konsultasi:

Hallo PSYLine.id Psikologi Online Indonesia.

Saya tidak bisa menerima perselingkuhan suami saya dengan teman SMP-nya. Meskipun perselingkuhan itu sudah berakhir, namun saya selalu terluka.

Bagaimana dia tega mengkhianati saya dan anak-anak dan memperdaya saya memuluskan perselingkuhannya. Saya sangat terpuruk.

Tolong saya

Dinda Setiadewi, M.Psi, Psikolog

Jawab:

Dear Ibu Y, yang sedang Sangat Terpuruk Karena Suami Pernah Selingkuh. Semoga saat ini Ibu dan keluarga dalam keadaan sehat. Kami ucapkan terima kasih atas kepercayaannya untuk berbagi kisah kepada PSYLine.id Psikologi Online Indonesia.

Setelah membaca email Ibu, kami bisa memahami rasa kecewa dan marah yang Ibu rasakan. Sayangnya masih terdapat beberapa informasi yang belum tergambar secara jelas. Sehingga kami belum bisa melakukan analisa lebih mendalam terkait situasi psikologis yang sedang Ibu Y alami. Meskipun demikian, kami harapkan balasan emai ini dapat sedikit meringankan kegundahan hati Ibu Y.

Sangat Terpuruk Karena Suami Pernah Selingkuh

Seperti yang Ibu ceritakan, bahwa sampai saat ini belum bisa menerima perselingkuhan yang terjadi antara suami dan teman SMP-nya. Pada dasarnya jika kejadian tersebut masih dalam rentang waktu dekat, seperti hitungan hari, minggu atau bahkan beberapa bulan, adalah suatu hal yang wajar jika muncul perasaan tersebut.

Hal-hal yang perlu Ibu lakukan jika berada dalam masa ini adalah:

  1. Menerima bahwa perselingkuhan tersebut memang sudah terjadi.
  2. Keluarkanlah emosi tersebut.
    Ibu mau marah, marahlah, Bu!
    Ibu mau menangis dengan keras, lakukanlah!
    Ibu mau bersenang-senang untuk mengobati kekecewaan dan rasa marah Ibu, lakukanlah!
    Selama bisa mengeluarkan kekesalan yang Ibu rasakan pada perlakuan suami.
    Yang terpenting dalam masa ini adalah bahwa emosi yang ada dalam diri Ibu dikeluarkan.
    Tapi tetap mohon diingat untuk tetap on track. Seperti tidak merugikan diri sendiri, orang lain ataupun melakukan tindakan yang melanggar hukum dan norma sosial.
  3. Tidak perlu merasa terburu-buru harus “sembuh”.
    Jalankan saja proses penerimaannya sampai rasa kesal sudah mulai berkurang.
  4. Jika sudah sedikit berkurang maka mulailah susun apa rencana Ibu berikutnya.
    Tidak perlu menjalankan sesuatu yang tidak ingin Ibu lakukan hanya untuk menyenangkan sekitar.
  5. Ajaklah suami untuk mulai melakukan evaluasi diri masing-masing tanpa saling menyalahkan.
    Karena bila saling menyalahkan hanya akan memperburuk keadaan.
  6. Jika sudah menemukan apa yang harus diperbaiki, maka masing-masing berkomitmenlah untuk berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.
    Tidak perlu berjanji yang terlalu muluk. Sebab akan menimbulkan kekecewaan jika tidak bisa saling memenuhinya.
  7. Ibu sebagai pihak yang sedang merasakan kecewa, perlu juga melihat komitmen dan kesungguhan suami.
    Jika dia mengakui kekhilafannya dan mau berubah. Berikan ia kesempatan untuk memperbaiki situasi dan kesalahannya.

Demikian yang bisa kami sampaikan. Apabila dirasa masih ada yang bisa kami bantu, jangan ragu untuk kembali mengirimkan email. Ataupun jika situasi menjadi lebih berat bagi Ibu, kami sarankan untuk melakukan pertemuan konseling secara langsung dengan Psikolog Profesional PSYLine.id.

Salam bahagia dari PSYLine,

Dinda Setia Dewi

Ceritakan Masalah Pribadimu Secara Rahasia dan Anonim.

Silakan mengisi kuesioner singkat untuk memberikan beberapa latar belakang umum tentang Anda dan isu-isu yang ingin Anda bahas dalam konseling.

Bila Anda ada permasalahan yang sama dengan Tips Psikologi tersebut di atas, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Konsultasi Psikologi sebelumnya membahas tentang:

Konsultasi Psikologi: Trauma dan Paranoid Dengan Teman Satu Asrama.

Tentang Psikolog

Dinda Setiadewi, M.Psi, Psikolog.

Dengan pengalaman utama sebagai konselor remaja dan dewasa beserta permasalahan dalam tugas perkembangannya. Memiliki minat terhadap pengembangan terapi klinis dan alat tes psikologi. Di waktu senggang, menyempatkan diri menyalurkan kegemaran yaitu wisata sejarah Indonesia ataupun hanya sekedar membaca buku sejarah.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog