Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Trauma Masa Kecil yang Teraniyaya oleh Ibu

Kategori: | 1459 Views

Rubrik Konsultasi Psikologi: Trauma Masa Kecil yang Teraniyaya oleh Ibu

23 Agustus 2017 | Penulis: Ariny Oktaviany Psikolog

: Suzy

: Jakarta Selatan

: Wanita

Isi Konsultasi:

Hallo PSYLine.id Psikologi Online Indonesia,

Saya seorang perempuan berusia 20 tahun. Saya tidak bisa melupakan apa yang telah mama saya lakukan waktu saya masih kecil. Saya dicubit sampai biru, dijejelin cabai di mulut saya, dan mengusir saya untuk tinggal dengan kakak saya.

Hal itu membuat saya tidak bisa dekat dengan mama saya,seperti kakak-kakak saya. Saya berusaha untuk mencoba untuk mendekatkan diri, akan tetapi masih sulit bagi saya.

Apakah mungkin, dari peristiwa yang saya alami di masa dulu, berpengaruh di masa sekarang?

Terima kasih sebelumnya :).

Ariny Oktaviany, S.Psi., M.Psi, Psikolog

Jawab:

Trauma Masa Kecil yang Teraniyaya oleh Ibu.

Dear Suzy,

Terima kasih sudah mempercayakan permasalahan Suzy kepada kami di Psyline.id Psikologi Online Indonesia.

Saya bisa memahami bagaimana perasaan sedih, marah dan kecewa yang Suzy alami saat ini. Bayang-bayang masa lalu yang sulit dilupakan tentu menimbulkan berbagai gejolak emosi pada diri Suzy.

Sebagai seorang anak tentu kita berharap mendapatkan kasih sayang yang terbaik dari orang tua. Di sisi lain, ada kondisi-kondisi tertentu yang membuat kita merasa kurang mendapatkan kasih sayang. Atau bahkan tidak mendapatkan kasih sayang seperti yang kita harapkan dari orang tua.

Trauma Masa Kecil yang Teraniyaya oleh Ibu

Ada beberapa hal yang sebenarnya perlu saya ketahui terkait permasalahan Suzy. Antara lain:

  • Pada usia berapa dan seberapa sering Suzy mengalami kejadian tersebut?
  • Apakah mama juga memperlakukan hal serupa kepada kakak-kakak Suzy yang lain?
  • Adakah peristiwa yang terjadi sebelum mama melakukan tindakan tersebut?
  • Dan, bagaimana kualitas hubungan kedua orang tua Suzy?

Akan lebih baik lagi jika Informasi tersebut tersedia agar saya dapat memberikan tanggapan dengan lebih jelas.

Namun demikian, dengan keterbatasan informasi yang saya peroleh, saya akan berusaha memberikan tanggapanterbaik mengenai permasalahan yang Suzy hadapi.

Trauma Masa Kecil yang Teraniyaya oleh Ibu dapat berpengaruh di masa kini

Mengingatkan kembali pertanyaan Suzy mengenai peristiwa yang Suzy alami di masa lalu, apakah bisa memberikan dampak di masa sekarang? Maka jawabannya adalah dampak atau efek dari suatu peristiwa akan sangat dipengaruhi oleh penghayatan diri terhadap peristiwa di masa lalu.

Semakin individu menghayati suatu kejadian sebagai suatu yang penting atau bermakna. Maka kemungkinan besar peristiwa tersebut akan memberikan pengaruh disepanjang kehidupan individu. Negatif atau positif pengaruh yang ditimbulkan pun ditentukan oleh persepsi individu. Tentu ketika mengalami peristiwa tersebut.

Dampak Kondisi Psikologis Anak Akibat Trauma Masa Kecil yang Teraniyaya Oleh Ibu

Untuk memahami apakah peristiwa yang Suzy alami di masa kecil memberikan dampak pada hubungan Suzy dengan mama? Maka kita perlu memahami kondisi psikologis anak.

Bagi anak, keluarga sangatlah penting. Sebagai tempat untuk berlindung dan memperoleh kasih sayang. Untuk anak, hubungan dengan ibu menjadi hubungan yang sangat penting. Terutama pada masa anak-anak. Ibu dipersepsikan sebagai sumber untuk memperoleh rasa nyaman, aman, dan kasih sayang.

Oleh sebab itu, ketika anak mendapatkan kekerasan yang berulang dari orang tua,terutama ibu. Maka memori mengenai peristiwa tersebut akan terekam kuat dalam benak anak. Anak akan cenderung mengalami tekanan emosi yang berat dan dapat berujung pada luka batin. Hal ini tentu akan mempengaruhi kualitas hubungan anak dan orang tua.

Salah satunya seperti yang Suzy alami saat ini. Anak akan kesulitan untuk mendekatkan diri dengan Ibu.

Perilaku Kasar Seorang Ibu Membuat Anak Trauma Masa Kecil yang Teraniyaya Oleh Ibu

Suzy yang baik, jika tadi kita melihat dari perspektif anak maka supaya fair. Kita juga perlu melihat masalahnya dari sudut pandang orang tua.

Pada dasarnya perilaku seseorang muncul karena didasari oleh dorongan-dorongan atau sebab tertentu. begitu pula perilaku mama terhadap Suzy.

Mengambil dua saja kemungkinan faktor penyebabnya, banyak perilaku kekerasan orang tua dilakukan karena faktor psikologis dan ekonomi.

Selain itu, tidak menutup kemungkinan juga disebabkan oleh banyak faktor yang lain. Seperti:

  • Kurangnya pengetahuan orang tua mengenai manajemen emosi dan pola asuh yang tepat dalam mendidik anak.
  • Kurangnya dukungan dari keluarga,
  • Serta ada kemungkinan kekerasaan yang pernah dialami juga oleh mama di masa lalu.

Hal-hal itu dapat memberikan pengaruh terhadap perilaku orang tua dalam menghadapi anak.

Oleh sebab itu rasanya tidak adil bila kita melihat perilaku mama mutlak karena dorongan dalam dirinya.

Satu hal yang ingin saya tanyakan, jika mama memiliki niat jahat. Apakah mungkin ia bersedia membesarkan Suzy dan saudara Suzy sampai sekarang?

Mungkin saat iniSuzy masih merasakan marah dan sedih. Namun sampai kapan Suzy akan terus memikul dan menyimpan emosi tersebut?

Menyikapi Trauma Masa Kecil yang Teraniyaya Oleh Ibu

Suzy yang berbahagia, tanpa disadari, emosi negatif yang terus dipelihara akan mempengaruhi setiap tindakan dan perilaku Suzy dalam menjalani kehidupan. Apakah Suzy mau digelayuti oleh emosi negatif itu sepanjang hidup?

Segala permasalahan memiliki jalan keluar, asalkan ada niat untuk menyelesaikannya. Dari kalimat Suzy yang menyatakan bahwa Suzy telah berusaha untuk mendekati mama. Hal itu menunjukan bahwa Suzy sebenarnya memiliki hati yang besar untuk memaafkan ibu. Suzy juga memiliki niat untuk berdamai dengan masa lalu.

  1. Self Talk Dapat Meringankan Trauma Masa Kecil yang Teraniyaya oleh Ibu

    Apabila Suzy merasa masih ada perasaan yang mengganjal, Suzy boleh mengungkapkan perasaan Suzy dengan berbagai cara. Bisa melalui media tulisan maupun self talk (berbicara dengan diri sendiri seperti layaknya bicara dengan orang lain).

    Curahkanlah semua perasaan Suzy, emosi yang selama ini terpendam. Ucapan yang mungkin tidak bisa Suzy ucapkan secara langsung ke mama bisa Suzy ungkapkan melalui tulisan. Kapanpun Suzy membutuhkan tempat untuk mengeluarkan emosi. Suzy bisa meluangkan waktu untuk menuangkan semua pikiran dan perasaan ke dalam goresan pena.

    Setelah selesai mencurahkan perasaan, jangan lupa untuk melakukan afirmasi (penguatan) positif kepada diri sendiri. Ungkapkanlah bahwa Suzy memaafkan mama. Contohnya:

    • “saya memaafkan mama dan semua orang yang pernah menyakiti saya”,
    • “saya ikhlas menerima setiap peristiwa yang pernah terjadi dalam hidup saya”,
    • “saya menerima dan mencintai kehidupan dan diri saya sepenuhnya”.

    Afirmasi ini dapat dilakukan terus menerus sampai Suzy merasa lega dan ikhlas.

  2. Bicara Langsung Dengan Ibu Metode Ampuh Untuk Trauma Masa Kecil yang Teraniyaya oleh Ibu

    Perlahan, apabila Suzy merasa sudah siap untuk mengutarakan perasaan Suzy. Suzy dapat secara langsung ke mama. Ungkapkanlah dengan baik-baik apa yang Suzy rasakan dan apa yang diharapkan.
    Kontrol nada bicara, dan hindari berbicara dengan menghardik atau menghakimi. Cobalah dengarkan dengan seksama apa yang menjadi argumen mama. Pada tahap ini, sikap kedewasaan untuk memahami perilaku orang lain akan sangat diperlukan.

    Apabila Suzy sudah melewati tahap ini, yakni Suzy dan mama sudah mampu saling mengungkapkan perasaan. Secara langsung kalian akan berusaha saling memahami. Saatnya Suzy memperbaiki kualitas hubungan Suzy dan mama.

  3. Menyediakan Waktu Khusus Untuk Beraktivitas Bersama Ibu

    Suzy bisa menyediakan waktu khusus untuk beraktivitas bersama dengan mama. Diikuti juga dengan meningkatkan komunikasi. Mulailah membiasakan untuk memberikan sentuhan maupun pelukan ke mama, baik ketika bertemu maupun saat akan pergi.

Suzy bisa melakukan hal ini secara terus-menerus untuk menjaga dan meningkatkan kualitas hubungan Suzy dan mama.

Proses menerima dan memaafkan ini dalam prakteknya nantiniscaya tidak mudah dan membutuhkan waktu. Sangat mungkin juga terjadi kemunduran-kemunduran sementara dalam prosesnya. Misalnya, bisa jadi hubungan membaik, tapi lalu ada pertengkaran kembali.

Namun demikian, jangan menyerah. Selama masih ada keinginan dalam diri Suzy untuk memperbaiki hubungan dengan mama. Saya percaya segala sesuatunya masih dapat Suzy hadapi.

Semoga jawaban saya bisa membantu Suzy dalam menghadapi persoalaan saat ini. Jangan lupa untuk selalu melibatkan Tuhan dalam melakukan perjalanan penyembuhan nanti. Berdoalah memohon kekuatan serta mintalah bantuan kepada Tuhan. Semoga Tuhan membatu untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Salam Bahagia.

Ariny Oktaviany, S.Psi., M.Psi, Psikolog

Psikolog Profesional PSYLine.id.

Konsultasi Psikologi Online Gratis sebelumnya:

Rubrik Konsultasi: Suka Menyakiti Diri Sendiri Saat Stress.


Ceritakan Masalah Pribadimu Secara Rahasia dan Anonim.

Silakan mengisi kuesioner singkat untuk memberikan beberapa latar belakang umum tentang Anda dan isu-isu yang ingin Anda bahas dalam konseling.

Data ini akan membantu PsyLine.id Psikologi Online Indonesia untuk menghubungkan Anda dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda. Jawaban jujur Anda juga akan memberikan Psikolog untuk mengenal latar belakang Anda sehingga dapat memberikan saran yang relefan.

Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya, dan hanya dipergunakan untuk membantu Anda menjadi lebih baik.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Tentang Penulis

Ariny Oktaviany Psikolog

Bekerja sebagai istri dari seorang suami yang insya Allah baik hati, Psikolog klinis di rumah sakit, tenaga pengajar salah satu universitas swasta di jakarta, & associate assessor. Memiliki hobi travelling & swimming.

Tinggalkan Balasan