Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Menetapkan Visi Professional

Karir & Perusahaan | 377 Views

Saatnya Menetapkan Visi Professional: Apa Impianmu Secara Spesifik?

8 Agustus 2017 | Penulis: Hesti Nur Lestari, S.Psi, MM, Psikolog.

Sekarang saatnya Menetapkan Visi Professional dan memperjelas gambaran di kepala kita. Ingin jadi profesional seperti apakah kita? Apa saja yang ingin kita raih sebagai seorang profesional?

Lho, bukankah hal ini sudah jelas dari pemilihan jurusan waktu kuliah, akan bekerja seperti apa nantinya? Belum tentu.

Menetapkan Visi Professional

Menetapkan Visi Professional

Coba jawab pertanyaan dibawah ini:

Pada saat memilih jurusan Kuliah,

  • Apakah kita sudah memilih dengan pertimbangan matang?
  • Apakah berdasarkan minat, ‘bakat’ dan cita-cita yang memang sudah kita rencanakan?
  • Atau, apakah kita memilih jurusan karena dipengaruhi orang lain. Seperti disuruh ortu, mengikuti teman, memilih jurusan dan universitas?
  • Apakah sepertinya kita lebih mungkin diterima?
  • Jurusannya terkesan keren?
  • Sedang jadi ‘hot trend’?
  • Kuliahnya gampang dan cepat lulus?
  • Lulusannya lebih mudah mencari pekerjaan?
  • atau (paling parah) yang penting kuliah?

Pada saat mengikuti kuliah,

  • Apakah kita sudah betul-betul memahami untuk apa kita belajar mata kuliah tersebut dan bagaimana aplikasinya di dunia profesional nanti?
  • Apakah kita sering bertanya-tanya,”What is this all about?” dan bagaimana ilmunya nanti bisa dipakai, atau kenapa kita harus belajar mata kuliah ini?
  • Pernahkah kita merasa “salah jurusan”, “terlanjur masuk jurusan ini”? Dan hanya ingin cepat-cepat lulus dari sana?

Pada saat mencermati Alumnus Fakultas,

  • Umumnya berkarir di mana saja dan sebagai apa saja?
  • Inginkah kita menjadi seperti mereka?
  • Berapa banyak yang ‘menyempal’, berkarir di bidang yang tidak nyambung dengan jurusan kuliahnya?
  • Atau mengerjakan jenis pekerjaan yang tidak pernah diajarkan saat kuliah?

Hmm…. ring a bell?

Jurusan kuliah seringkali tidak cukup untuk memberikan gambaran mengenai karir professional yang tepat untuk kita setelah lulus.

Banyaknya Fresh Graduates belum mempunyai dan Menetapkan Visi Professional

Bicara dari pengalaman, cukup banyak saya menjumpai fresh graduates, belum mempunyai ‘visi’ dan rencana masa depan yang jelas. Bahkan untuk kehidupan profesional mereka. Meskipun banyak di antaranya punya prestasi akademik dan non-akademik yang bagus. Yang penting lulus, cari-cari lowongan, dapat pekerjaan di perusahaan yang bagus.

Banyak yang belum aware tentang pentingnya memiliki dan menetapkan visi professional. Banyak yang belum tahu (atau segan mencari tahu) apa yang sebenarnya mereka ingin lakukan. Karir profesional apa saja yang tersedia dan kemana saja bisa mencarinya.

Menetapkan Visi Professional

Tidak sedikit yang tidak cukup percaya diri, dengan alasan,”Sekarang cari kerja susah, bisa dapet kerjaan saja sudah untung. Tidak usah pilih-pilih atau mikir yang macam-macam lah.”

Visi Professional yang Setengah Matang

Ada yang sepertinya punya visi yang jelas. Misalnya lulusan fakultas psikologi yang punya target jadi manager HRD. Atau lulusan jurusan manajemen yang ingin jadi Marketing manager.

Sayangnya, saat ditanya lebih lanjut, mereka juga belum paham apa saja pekerjaan seorang HRD atau Marketing manager. Keahlian apa saja yang harus dimiliki dan apakah itu memang yang ingin mereka kerjakan.

Visi ‘setengah matang’ ini biasanya tidak diperoleh dari pencarian yang memadai. Hanya sekedar melihat apa yang biasanya dilakukan lulusan dari jurusan yang sama. Kedengarannya cukup keren dan sepertinya cukup realistis untuk diraih.

Menetapkan Visi Professional yang Ambisius

Ada juga yang dengan pedenya sudah pasang target yang ambisius. Misalnya harus jadi CEO di usia 30-an awal. Atau punya perusahaan sendiri. Atau punya mobil mewah seri terbaru dari hasil kerja sekian tahun di perusahaan internasional.

Sayangnya, ambisi ini seringkali juga belum diikuti pandangan dan rencana yang jelas dan realistis. Tentang langkah-langkah yang akan diambil atau karir yang akan dijalani untuk bisa sampai kepada targetnya itu. Yang penting ‘berusaha, berdoa, and hope for the best’.

Akhirnya para fresh graduates melakukan hal yang seolah sudah jadi agenda utama bagi mereka yang baru lulus. Yang penting sebar saja lamaran sebanyak-banyaknya, ke mana saja, dan sambar kesempatan yang datang duluan!

Menetapkan Visi Professional yang Tidak Jelas Arah

Banyak yang kemudian mencoba berbagai hal yang tidak jelas arahnya. Trial & error “untuk cari pengalaman”, tapi terus gelisah, pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Mencoba satu jenis pekerjaan kemudian pindah ke pekerjaan yang lain cukup dengan dikilik sedikit saja. Tanpa keyakinan bahwa apa yang mereka kerjakan memang tepat atau ingin mereka geluti.

Ada yang sepertinya tidak memiliki motivasi yang cukup kuat untuk terus menekuni pekerjaan mereka. Saat rintangan menghadang, mereka pun langsung hengkang. Padahal mana ada kesuksesan tanpa tantangan?

Menetapkan Visi Professional yang Buruk pada akhirnya terjangkit kesulitan untuk mensyukuri pekerjaan yang sudah diperoleh.

Menetapkan Visi Professional

Saat orang lain sibuk membangun karir yang mantap, mereka terus-menerus menemukan kekurangan di pekerjaannya. Dan Mereka merasa harus mencari “pekerjaan baru yang lebih baik”. Sementara, mereka sendiri tidak punya gambaran yang jelas. Gambaran yang realistis tentang apa yang dapat mereka harapkan dari pekerjaan dan dunia kerja mereka.

Menjajal hal-hal yang berbeda untuk “eksplorasi diri”

Banyak yang bisa berkembang dan akhirnya sukses di pekerjaan yang tidak direncanakan atau yang ditemukan “by accident”. Tidak sedikit juga orang akhirnya berkarir di bidang yang tidak nyambung dengan latar belakang pendidikannya.

Di sisi lain, dengan kerangka visi yang jelas, eksplorasi diri yang dilakukan hopefully dapat lebih terarah. Sehingga waktu kita yang terbatas dapat digunakan lebih “tepat guna”.

Jadi, selagi belum melangkah jauh, sebelum menghabiskan masa-masa ‘golden age’ di awal karir. Sebelum menorehkan catatan di CV dengan pengalaman yang sebenarnya tidak kita sukai. Sebelum takdir dan arah angin meniup kita ke arah yang tidak kita inginkan.

For your own sake, guys. Luangkanlah waktu untuk merumuskan visi profesional kamu. Sebelum melangkah, pikirkan dulu tujuannya dan bagaimana bisa sampai ke sana.

Without a destination, you may still enjoy the journey, but you can never tell if you have got there. You might still be happy, but chances are you might miss out the best you can be.

Di dalam visi ada pemikiran dan rencana tentang masa depan.

Seseorang yang memiliki visi bisa ‘melihat’ gambaran yang akan direalisasikan di masa depan. Visi adalah “something that you choose to be in the future”. Visi adalah “impian sadar” kita.

Without a destination, the faster you go, the faster you get lost.Aim At Your Star, Search Within Yourself.

Vision: the ability to think about or plan the future with great imagination or wisdom (Definisi Oxford Dictionary).

Ada prinsip yang mengatakan bahwa segalanya diciptakan dua kali:

  • pertama adalah “mental creation”, yang ada dalam pikiran penciptanya: itulah visi.
  • Yang kedua barulah “physical creation”, atau aktualisasi gagasan sehingga jadilah sesuatu yang nyata.

Seperti halnya seorang fashion designer merancang gaun haute couture-nya. Dengan menggambarkan secara jelas modelnya, menentukan warna, bahan, potongan, sampai teknik jahitnya. Dan jadi deh direalisasikan menjadi sebuah master piece.

Di dunia materialistis yang didominasi media publik dan media sosial ini, sadar atau tidak. Kita terkepung oleh gambaran bahwa Menetapkan Visi Professional haruslah sesuatu yang spektakuler. Atau dengan kata lain, yang bagus untuk pencitraan.

Seringnya ‘fortune & fame’ yang jadi tujuan. Karena itulah, hal-hal yang menjanjikan gelimang materi, menjanjikan prestige dan hingar-bingar ketenaran jadi incaran banyak orang. Sementara yang sepi dari applause dan sederhana dari segi materi tidak banyak dituju. Meskipun itu hal mulia dan sangat dibutuhkan banyak orang.  

Bagaimana kita dapat Menetapkan Visi Professional kita ini?

Sejatinya, visi profesional adalah sesuatu yang sangat pribadi. Karena menyangkut siapa diri kita dan pilihan tentang bagaimana kita. Akan menghabiskan sebagian besar energi, pikiran dan waktu terjaga dalam hidup kita.

Menetapkan Visi Professional

Menetapkan Visi Professional ini tidak dimaksudkan untuk memberi kesan “hebat”. Juga tidak dibuat untuk membuat kagum atau memuaskan orang lain.

Kita bisa melakukan eksplorasi seluas dunia. Namun tempat yang tepat untuk menemukannya adalah di dalam diri kita sendiri. Kita sendiri yang dapat merasakan apakah visi yang kita miliki sudah tepat, untuk diri kita dan hidup kita. Karenanya, untuk itu kita perlu mengenal, betul-betul mengenal, diri kita sendiri.

Kenalilah hal-hal yang menjadi objek antusiasme kita, serta hal-hal yang sangat bernilai bagi diri kita. Dari sini kita dapat menemukan hal-hal yang bermakna untuk dilakukan dan dikejar. Sehingga sangat mungkin mendatangkan kebahagiaan dan kepuasan hidup. Inilah saatnya untuk mengenal lebih dekat dan menggali lebih dalam tentang passion dan personal values yang ada di diri kita. Sebagai dasar untuk menyusun visi profesional.

Passion dan Values, Keduanya akan dibahas dalam bagian selanjutnya.

Salam Bahagia.

Namun apabila Anda memiliki masalah dengan Menetapkan Visi Professional, Anda dapat Konsultasi pada PSYLine.id. Psikologi Online Indonesia.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Salam bahagia.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

Lima Aspek Psikologi Olahraga Panahan yang harus diketahui Pemula.

Tentang Penulis

Hesti Nur Lestari, S.Psi, MM, Psikolog.

Psikolog lulusan Universitas Indonesia,
Magister Business Management dari IPMI International Business School
Konsultan, Trainer, Asesor, Konselor, Aktivis Sosial
Ibu yang bangga dari 3 anak keren, life-long learner & penikmat seni.

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan