Konsultasi Gratis
Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

3 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

41 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

68 Artikel

Cinta & Remaja

10 Artikel

Pendidikan & Anak

41 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

72 Artikel

Psikologi Klinis

Klinis & Kepribadian | 2136 Views

Apa Itu Psikologi Klinis dan Apa Manfaatnya.

1 April 2017 | Penulis: Riswandi Alekhine

Sering Kita mendengar kata“Psikologi Klinis”, namun Kita tidak tahu apa itu Psikologi Klinis.

Psikologi Klinis adalah salah satu bidang terapan psikologi terapan selain Psikologi Pendidikan, Psikologi Industri dan Organisasi, dan lain-lain.

Psikologi Klinis menggunakan konsep dan teori psikologi abnormal, psikologi perkembangan, psikopatologi dan psikologi kepribadian. Disamping itu juga menggunakan prinsip-prinsip dalam asesmen dan intervensi.

Konsep dan prinsip itu diterapkan dan digunakan agar dapat memahami dan memberi bantuan bagi mereka yang mengalami masalah-masalah psikologis. Dan juga memberi bantuan mereka yang mengalami gangguan penyesuaian diri dan tingkah laku abnormal.

  • Secara sempit:
    Psikologi Klinis tugasnya ialah mempelajari orang-orang abnormal atau subnormal.Tugas utamanya adalah menggunakan tes yang merupakan bagian integral. Suatu pemeriksaan klinis yang biasanya dilakukan di rumah sakit.
  • Secara luas:
    Psikologi Klinisadalah bidang psikologi yang membahas dan mempelajari kesulitan-kesulitan serta rintangan-rintangan emosional pada manusia.Tidak memandang apakah ia abnormal atau subnormal.

Menurut Phares (1992),

“psikologi klinis menunjuk pada bidang yang membahas kajian, diagnosis, dan penyembuhan (treatment) masalah-masalah psikologis, gangguan (disorders) atau tingkah laku abnormal.”

Dari pengertian dan definisi di atas, terlihat bahwa psikologi klinis meliputi asesmen atau psikodiagnostik, penelitian. Serta terapi bagi masalah-masalah psikologis, gangguan penyesuaian diri, maupun perilaku abnormal.

Psikolog Klinis.

Psikolog klinis adalah seorang ahli, yang latar belakang pendidikannya dari sejak jenjang pendidikan strata I adalah ilmu perilaku manusia (Psikologi). Untuk kemudian mengikuti pendidikan Magister Psikologi Terapan dengan mayoring Psikologi Klinis.

Pendekatan Holistik mengungkapkan bahwa seorang yang sakit fisik juga sekaligus sakit mental. Karena hubungan resiprokal antara aspekfisik dan mental tidak dapat dipungkiri keberadaannya.

Dengan demikian, di samping perawatan medis seorang pasien sering membutuhkan pendampingan Psikolog Klinis. Pendampingan Psikolog Klinis ini berguna untuk membantu pemulihan kesehatan aspek mentalnya.

Apalagi, ketegangan emosi seseorang yang mengalami kesulitan memecahkan masalah psikologis yang dihadapi sering memanifestasi dalam bentuk keluhan fisik.

PROFESI DALAM PSIKOLOGI KLINIS

Yap Kie Hien (1968)

Yap Kie Hien Psikologi Klinis

Mengemukakan beberapa istilah lain untuk “Psikologi Klinis”.

Istilah-istilah tersebut adalah :

  • Psikopatologi,

Adalah bidang yang mempelajari patologi atau kelainan dari proses kejiwaan.

Istilah ini digunakan dalam lingkungan psikiatri. Psikopatologi sebenarnya tidak masuk psikologi klinis, namun seorang psikolog klinis harus menguasai psikopatologi agar berhasil dalam pekerjaan diagnostiknya.

  • Psikologi Medis,

Merupakan suatu penjabaran dari psikologi umum dan psikologi kepribadian untuk ilmu kedokteran. Tujuannya adalah untuk melengkapi pengetahuan dokter tentang gambaran biologis manusia. Dengan gambaran kehidupan kejiwaan, fungsi-fungsi psikis, berpikir, pengamatan, afek serta kehidupan perasaan pada manusia normal.

  • Psikologi Abnormal,

Istilah ini baru populer pada tahun 50-an. Nama ini diciptakan oleh psikolog-psikolog yang ingin mengklasifikasi keadaan yang tidak normal yang mungkin terjadi pada individu.

  • Psikologi Konflikdan Pato-Psikologi,

Kedua nama ini diusulkan untuk menunjukkan bahwa seseorang yang membutuhkan pertolongan psikolog tidak selalu “sakit”. Pertolongan psikolog dapat diberikan kepada mereka yang mengalami kesulitan, misalnya konflik, ketegangan, dan sebagainya yang dapat mengganggu keseimbangan.

  • Mental Health dan “Mental Hygiene”.

Istilah mental hygiene lebih dekat dengan bidang kedokteran. Istilah ini lebih banyak membahas dari segi penyembuhan.

Mental health lebih banyak membahas dari segi preventifnya.

Mental hygiene bertugas mempertahankan dan memelihara kesehatan mental dan mencegah terjadinya gangguan mental.

DISFUNGSI PSIKOLOGIS

Gangguan-gangguan dalam Psikologis dapat dikategorikan sebagai berikut:

1.     GANGGUAN MENTAL MENURUT MODEL MEDIS & PSIKOLOGIS

Menurut model medis, penyakit mental adalah suatu penyakit dengan sebab yang natural yang dapat dikaji secara ilmiah dan dapat diobati. Konsep media mengenai disfungsi Psikologis :

  1. Penyakit adalah akibat yang memiliki etiologi.
  2. Penyakit merupakan gangguan organik murni.
  3. Penyakit psikologis analog dengan penyakit fisik.
  4. Penderita mendapatkan penyakit bukan karena adanya kesalahan pada dirinya.
  5. Penyembuhan tergantung pada intervensi dari profesional yang terlatih
  6. Penyakit merupakan proses universal dan bukan kultural, meskipun manifestasinya dipengaruhi oleh kultural.

Namun menurut model psikologis, Psikopatologis bukan hanya penyakit pada fungsi psikologis. Tetapi juga sebagai disorder (gangguan) yang disebabkan oleh faktor psikologis yaitu faktor kesadaran dan ketidak sadaran.

Orientasiterkiniterhadapgangguan mental :

  1. Gangguan mental sebagai kondisi biomedis à harus dirawat di RS, intervensi dengan obat.
  2. Gangguan mental sebagai kondisi psikologis dan sosial à perawatan dengan psikoterapi

2.     KONSEP NORMAL DAN ABNORMAL

Seseorang dikatakan normal bila:

  • Tidak sakit,
  • Dalam kondisi rata-rata seperti orang lain,
  • Memiliki konformitas terhadap norma sosial,
  • Memiliki kematangan secara ideal atau hampir ideal,
  • Sehat,
  • Fully functioning personality.

Dan definisi abnormal sendiri:

  • Statistical Infrequency,
  • Disability or Dysfunction,
  • Personal Distress,
  • Violation of Societal Norms.

PENYEBAB

  1. Penyebab gangguan psikologis mempunyai 3 faktor, yaitu :
  • Faktor Biologis : Keturunan genetis, Kondisi medis, Kerusakan otak, Paparan stimulus tertentu dari lingkungan.
  • Faktor Psikologis : Pengalaman traumatis, Asosiasi yang dipelajari, Distorsipersepsi, Pola pikir irasional.
  • Faktor Sosiokultural : Hubungan intim, Interaksi social, Politik, Diskrimasi kelompok.
  1. Prinsip Biopsikososial

Psikologi klinis menggunakan istilah BIOPSIKOSOSIAL untuk menjelaskan interaksi antara tiga dimensi penyebab abnormalitas, yaitu :

  • Faktor Biologis :
  • Genetik
  • Gangguan dalam fungsi fisik: Kondisi medis (contoh: hormontiroid tidak seimbang)
  • Kerusakan otak : Stimulus lingkungan (contoh: racun)
  • Faktor Psikologis :
  • Pengalaman hidup yang bermasalah:
  • Interpersonal – antar individu (contoh: perceraian)
  • Intrapsikis – antarapikiran dan perasaan (contoh:interpretasi irasional)
  • FaktorSosiokultural:
  • Siklus pengaruh sosiokultural:
  • Immediate circle – orang2 paling sering berinteraksi, contoh: pasangan.
  • Extended circle – hubungan yg lebih luas dibandingkan immediate circle, contoh: keluarga besar, teman sekolah.
  • Environment circle – orang2 di sekitar kita namun jarang berinteraksi, contoh: satpam.
  1. Perspektif Biopsikososial

Diathesis-Stress Model: Setiap individu dilahirkan dengan membawa predisposisi (diathesis) masing-masing. Yang membuat mereka memiliki risiko mengalami gangguan psikologis bila mengalami pengalaman hidup tertentu.

ASESMEN PSIKOLOGI KLINIS

Asesmen dalam Psikologi Klinis ialah pengumpulan informasi untuk digunakan sebagai dasar bagi keputusan-keputusan yang akan disampaikan oleh penilai (Bernstein & Nietzel, 1980, hal.99).

Hal-hal yang mempengaruhi terjadinya kesalahan dalam melakukan asesmen:

  • Inadequate information
  • Unrepresentative behavior
  • Stereotypes
  • Personal biases

Menurut Bernstein dan Nietzel (1980)

*foto Bersntein dan Nietzel*

Ada empat komponen dalam proses asesmen psikologi klinis, yakni:

  • Perencanaan dalam Prosedur Pengumpulan Data.
  • Pengumpulan Data Melalui Wawancara, Observasi
  • Pengolahan Data danPembentukan
  • Mengomunikasikan data asesmen.

Etika dalam Asesmen Psikologi Klinis

  • Proses pengumpulan informasi, pemrosesan data, dan penyusunan laporan asesmen membuat psikolog klinis memiliki informasi pribadi subjek
  • Informasi pribadi tersebut seringkali bersifat sensitif sehingga klien tidak ingin informasi tersebut diungkapkan pada orang lain
  • Psikolog klinis memiliki tanggung jawab etik untuk menggunakan dan menyajikan seluruh informasi yang terkumpul dengan hati-hati

INTERVENSI PSIKOLOGI KLINIS

Secara umum intervensi adalah upaya untuk mengubah perilaku, pikiran atau perasaan seseorang. Psikoterapi merupakan salah satu intervensi dalam konteks hubungan antara psikolog dan klien atau pasien.

Tujuan psikoterapi adalah untuk pemecahan masalah, untuk peningkatan kemampuan seseorang mengatasi masalahnya sendiri. Serta pencegahan timbulnya masalah, peningkatan kemampuan seseorang untuk lebih berbahagia (Phares, 1992).

Macam psikoterapi yaitu, Individual therapy, Group therapy dan Marital and family therapy.

Teknikpsikoterapi :

  • Fostering insight.
  • Reducing emotional discomfort.
  • Encouraging catharsis.
  • Providing new information.
  • Assigning extratherapy tasks.
  • Membangun harapan perubahan.

Ditulis ulang oleh PsyLine.id Psikologi Online merangkum dari berbagai sumber.

 

Referensi:

  • Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.

 

Salam Bahagia..

Artikel tentang Apa Itu Psikologi?

Artkel-artikel tentang psikologi dapat anda dapatkan di conblog PsyLine.id.

Tentang Penulis

Riswandi Alekhine

Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Seorang Aquascaper.
Jatuh cinta pada script, poetry, filsafat dan senja saat hujan.

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

2 tanggapan untuk “Apa Itu Psikologi Klinis dan Apa Manfaatnya.”

  1. riko kaprikon berkata:

    selamat siang..
    assalammualikum..wr..wb
    nama saya riko
    asal saya dari sumatera selatan.
    disini saya mau konsultasi sama bpk/ibu yg mungkin bisa mengerti dengan keadaan yg saya alami saat ini.
    saya mohon kepada bpk/ibu mau mendengarkan cerita pengalaman saya yg mungkin cerita saya ini terdapat jawaban nya yg bisa bpk/ibu gunakan untuk mengatasi apa yg saya konsultasi kan.

Tinggalkan Balasan