Kenali Tanda dan Gejala OCD Obsessive Compulsive Disorder

Diposting: 23 November 2017 | Kategori Artikel: Klinis & Kepribadian

Dilihat: 2366 kali.

Penulis: Bayu Lebond

OCD Obsessive Compulsive Disorder adalah sebuah kondisi psikologis yang ditandai dengan perilaku pengulangan. Perilaku pengulangan tersebut disebabkan oleh ketakutan atau pikiran yang tidak masuk akal. Kenali Tanda dan Gejala OCD Obsessive Compulsive Disorder yang harus kita ketahui.

Penderita OCD mungkin tidak menyadari kalau obsesinya tidak masuk akal. Namun, ia akan merasa harus melakukan tindakan tertentu itu untuk meredakan stres.

Baca Juga:

Pengertian OCD Obsessive Compulsive Disorder Lengkap.

Kondisi psikologis tersebut seringkali membawa rasa takut, bahkan rasa takut yang berlebihan. Meskipun ia telah berusaha untuk meredakan rasa takutnya, namun rasa takut itu malah semakin bertambah. Gangguan mental OCD ini merupakan penyakit mental jangka panjang.

Tanda dan Gejala OCD Obsessive Compulsive Disorder

Dampak gangguan obsesif kompulsif (OCD) berbeda-beda pada tiap orang. Tetapi kelainan ini biasanya menyebabkan pola pikir dan perilaku tertentu.

Terdapat 4 tahap utama dalam kondisi OCD, yaitu:

  1. Obsesi (Pemikiran Berlebihan),
    Tahap obsesi muncul saat pikiran Kita terus dikuasai ketakutan atau kecemasan. Misalnya ketakutan berlebihan untuk tertular penyakit.
  2. Kompulsi (Perilaku Pengulangan),
    Kemudian obsesi dan rasa tertekan akan memancing aksi kompulsi. Aksi inilah yang mendorong penderita untuk melakukan hal tertentu guna mengurangi rasa cemas dan tertekan. Seperti mencuci tangan sampai-sampai sebanyak lima kali.
  3. Kelegaan Sementara,
    Perilaku kompulsif tersebut akan membuat penderita merasa lega untuk sementara.
  4. dan Kecemasan.
    Obsesi akan menyebabkan kecemasan berlebihan. Maka penderita OCD akan kembali dan membuatnya mengulangi pola tersebut.

Semua orang pasti memiliki pikiran tidak menyenangkan atau negatif. Tetapi sebagian besar orang dapat melanjutkan hidup secara normal. hal itu dikarenakan keberhasilan mengendalikan pikiran dan membendung kekhawatiran tersebut.

Jika benak kita terus dihantui dan sangat dikuasai pikiran negatif, maka terdapat kemungkinan bahwa Kita mengalami obsesi.

Beberapa jenis obsesi yang umumnya menguasai penderita OCD adalah:

  • Takut terkontaminasi atau kotor
    Misalnya takut menyentuh objek yang sudah disentuh orang lain atau bersalaman.
  • Semua harus teratur dan simetris,
    Contohnya menyusun pakaian berdasarkan gradasi warna.
  • Takut tidak sengaja melukai diri sendiri atau orang lain,
    Seperti berulang kali memeriksa setrika karena takut menyebabkan kebakaran.
  • Munculnya pikiran yang tidak diinginkan,
    termasuk tentang sikap agresif, seksualitas, keyakinan,serta agama. Misalnya mendadak ingin mengutarakan sumpah serapah tanpa alasan jelas atau tertekan karena sering membayangkan hal-hal seksual.

Seseorang yang menderita OCD seringkali memiliki obsesi dan paksaan (kompulsi). Namun, tidak jarang pula ia hanya mengalami satu kondisi. Obsesi mungkin muncul, namun tidak disertai dengan tekanan atau paksaan, begitupun sebaliknya. Baik itu hanya satu kondisi atau keduanya, orang tersebut tetap dianggap menderita OCD.

Gejala Penderita OCD Obsessive Compulsive Disorder

Tanda dan Gejala OCD Obsessive Compulsive Disorder, Gejala obsesif yang paling umum terjadi adalah:

  • Rasa takut
    seperti takut pada kotoran, kuman, api, atau kerusakan fisik
  • Ragu-ragu
    apakah suatu pekerjaan telah dikerjakan dengan benar, seperti mengunci pintu atau mematikan kompor
  • Pikiran tidak masuk akal
    agresi, tindakan yang tidak pantas, atau tindakan seksual

Tanda dan Gejala OCD Obsessive Compulsive Disorder, Gejala kompulsif yang paling umum terjadi adalah:

  • Keteraturan
  • Pengecekan dan pengecekan ulang
  • Penghitungan
  • Rutinitas yang kaku

Pada tahap awal OCD, gejala obsesif dan kompulsif cukup sulit untuk dikenali. Namun, setelah kondisi bertambah parah, gejala-gejala tersebut juga akan bertambah parah. Anak-anak yang mengalami kondisi ini mungkin tidak akan menyadarinya. Namun orang dewasa yang memiliki OCD biasanya menyadari bahwa obsesi dan tekanan mereka tidak beralasan.

Penderita OCD juga umumnya melakukan tindakan repetitif (pengulangan) tertentu. Tujuannya adalah untuk mengurangi atau mencegah kecemasan yang disebabkan oleh pikiran obsesif. Tetapi perilaku ini sering berlebihan atau tidak berhubungan secara akal sehat dengan hal yang ditakutkan.

Contohnya:

  • Selalu bersih-bersih.
  • Mencuci tangan berkali-kali sampai kulit menjadi kering dan lecet.
  • Sangat menyukai keteraturan dan selalu menghitung.
  • Berulang kali memeriksa pintu, kompor, atau setrika.
  • Tidak pernah membuang barang walau sudah tidak terpakai.
  • Terus-terus bertanya untuk memastikan sesuatu.
  • Mengulang kata-kata atau doa tanpa bersuara.

Penderita OCD umumnya menyadari bahwa tindakan kompulsif mereka itu tidak masuk akal. Tetapi mereka tidak bisa menghentikannya. Sehingga dapat berakibat buruk pada kehidupan penderitanya.

Karena itu, sangat penting bagi penderita untuk mencari bantuan guna mengatasi kondisinya. Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, penderita OCD umumnya dapat mengatasi kondisi dan memperbaiki kualitas hidup mereka.

Baca Juga:

Sifat perfeksionis berbeda dengan gejala OCD.

Kenali Tanda dan Gejala OCD Obsessive Compulsive Disorder.

Penyebab OCD Obsessive Compulsive Disorder yang Harus Kita Ketahui.

Diagnosis OCD Obsessive Compulsive Disorder.

Penanganan dan Pengobatan OCD Obsessive Compulsive Disorder.

Salam Bahagia.

Dirangkum dari berbagai sumber.

PSYLine.id Psikologi Online Indonesia

Bila Anda ada permasalahan dengan Tanda dan Gejala OCD Obsessive Compulsive Disorder, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

Gejala HIPERAKTIF atau ADHD Attention Deficit Hyperactivity Disorder.

Tentang Penulis

Bayu Lebond

Seorang yang sok Seniman
Rocker yang sayang keluarga
Pecinta Wayang Jawa
#WhySoSerious

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog