Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

cara memasuki dunia kerja profesional

Karir & Perusahaan | 566 Views

Tips Psikologi Perencanaan Karir: Cara Memasuki Dunia Kerja Profesional

4 September 2017 | Penulis: Hesti Nur Lestari, S.Psi, MM, Psikolog.

Setelah menemukan apa bidang dan pekerjaan yang ingin kamu masuki. Berikutnya kamu juga perlu menentukan bagaimana cara memasuki dunia kerja profesional. Apa pun Dream atau visi profesional kamu, secara umum kamu dapat memilih untuk bekerja secara professional.

Cara Memasuki Dunia Kerja Profesional

Memasuki Dunia Kerja Profesional sebagai Karyawan (employee)

Yang bekerja untuk seseorang, suatu perusahaan atau institusi (disebut employer). Karyawan, mulai dari level staff sampai direktur. Baik berstatus kontrak maupun tetap, menerima gaji setiap periode tertentu. Gaji yang mengalir tetap tiap bulan yang memberikan “keamanan” kerja. Ditambah berbagai fasilitas, tunjangan, bonus, mendorong banyak orang berebut menjadi karyawan.

Untuk sebagian orang, job title yang mentereng serta prestige sebagai bagian dari nama besar perusahaan merupakan status yang dicari.

Memasuki Dunia Kerja Profesional sebagai Profesional mandiri (self-employed professional)

Yang bekerja tanpa terikat pada suatu perusahaan atau lembaga (employer) tertentu. Mereka biasanya bekerja dengan ‘menjual’ suatu skills spesifik yang mereka miliki. Mereka akan menerima imbalan berdasarkan pekerjaan yang dilakukan, baik berupa produk/karya atau jasa. Untuk seorang self-employed professional, Jargon “no work, no pay” terdengar akrab.

Termasuk dalam kategori ini adalah:

  1. Para professional

    Mulai dari dokter, psikolog, seniman, fotografer, teknisi, IT expert, konsultan dalam berbagai bidang, penulis, dll. Mereka yang bekerja secara mandiri.

  2. Para self-employed business owner

    Mereka yang memiliki suatu usaha dengan mengerjakan sendiri pekerjaannya dan terlibat sepenuhnya dalam menjalankan usahanya itu.

    Keduanya sama-sama mendapatkan pekerjaan untuk mereka lakukan sendiri.

  3. Pengusaha (entrepreneur)

    Mereka yang bekerja dengan membangun dan mengelola suatu sistem yang mengorganisasikan dan menggerakkan berbagai sumber daya. Sumber daya bisa berupa orang, modal, peralatan, teknologi, fasilitas, dll. Hal itu dilakukan untuk mencapai tujuan bisnisnya.

Seseorang yang memiliki dan mengelola bisnisnya sendiri, belum tentu secara otomatis disebut seorang entrepreneur. Seorang self-employed business owner dan entrepreneur sama-sama mempunyai bisnis dan bisa sama-sama menggaji para pekerja mereka.

Bedanya, seorang entrepreneur bekerja untuk membangun system. Sehingga pada suatu titik bisnisnya dapat berjalan tanpa bergantung pada keterlibatan dirinya secara penuh.

Sebaliknya, bagi seorang self-employed business owner, bisnisnya lebih berfungsi untuk memberi pekerjaan bagi dirinya sendiri. Kelangsungan bisnisnya pun bergantung pada kerja dan keterlibatan dirinya. Bila ia mendadak tidak bisa mengurus bisnisnya, bisnisnya juga tidak bisa berjalan.

Entrepreneur banyak yang berawal dari self-employed business owner. Kemudian berproses menjadi seorang entrepreneur.

Cara Memasuki Dunia Kerja Profesional Berdasarkan Background Pendidikan

Cara Memasuki Dunia Kerja Profesional dan Profesi seseorang berdasarkan background pendidikan atau bidang kerjanya semata tidak selalu menentukan jenis pekerjaannya.

Sebagai contoh, seorang dokter:

  • Dokter bisa menjadi pekerja profesional mandiri saat ia membuka praktek di tempatnya sendiri.
  • Bisa juga menjadi karyawan saat ia bekerja secara terikat untuk suatu instansi dan menerima gaji dari situ.
    Seperti dokter yang bekerja di in-house clinic sebagai dokter perusahaan. Atau di perusahaan asuransi untuk mengembangkan produk atau mengelola klaim asuransi kesehatan.
  • Atau bisa menjadi pengusaha, saat ia mendirikan dan mengelola klinik atau rumah sakitnya sendiri yang mempekerjakan dokter dan staff lainnya.

Contoh lainnya, seorang fotografer:

  • Fotografer bisa menjadi pekerja mandiri yang dibayar berdasarkan job order yang diselesaikannya.
  • Bisa menjadi karyawan yang bekerja untuk sebuah studio foto.
  • Atau bisa menjadi entrepreneur saat ia mendirikan sebuah studio dan mempekerjakan fotografer dan pekerja pendukung lainnya.

Demikian juga halnya dengan profesi-profesi lainnya dari berbagai disiplin ilmu dan jurusan. Mulai dari lulusan Teknik, Hukum, Sains, hingga Seni dan Disain. Mereka bisa bekerja sebagai karyawan, pekerja mandiri, atau entrepreneur.

Memasuki Dunia Kerja Profesional Tidak Perlu Merasa Harus Stuck Pada Satu Pilihan Jenis Pekerjaan

Kamu bisa memutuskan mana jenis pekerjaan yang ingin kamu jalani pada satu periode waktu tertentu. Kamu juga bisa memutuskan untuk beralih jenis pekerjaan.

Kamu bahkan bisa memiliki lebih dari satu jenis pekerjaan pada saat yang sama. Meskipun untuk itu pastilah diperlukan energi kerja yang ekstra dan kecermatan mengelola diri.

Sebagai contoh, seorang lulusan jurusan Sastra Indonesia memilih profesi sebagai seorang penulis.

  • Ia bekerja sebagai karyawan di sebuah percetakan, di mana ia mengedit buku, menyusun buku-buku pelajaran dan LKS (lembar kerja siswa). Kemudian untuk dijual perusahaan penerbit tempatnya bekerja.
  • Kemudian ia memutuskan untuk bekerja sebagai editor dan penulis buku lepas.
  • Seorang penulis yang telah cukup banyak menelurkan buku (sebagai pekerja mandiri) kemudian memutuskan untuk menjadi seorang entrepreneur. Dengan mendirikan sebuah publishing house, yang menerbitkan buku karyanya maupun karya penulis-penulis lain.

Dunia kerja profesional adalah arena bermain yang luas dan memiliki banyak pintu masuk. Kamu bisa masuk dari pintu yang paling memungkinkan untuk dimasuki pada saat ini. Namun jangan berpikir itulah satu-satunya pintu masuk dan jalur yang dapat kamu pilih. Saat satu pintu tertutup pun, masih ada pintu-pintu masuk lain yang terbuka.

Namun apabila Anda memiliki keraguan dengan Cara Memasuki Dunia Kerja Profesional Anda dan Anda ingin berkonsultasi dengan Pikolog Profesional PSYLine. Segera Konsultasikan di PSYLine.id Psikologi Online Indonesia.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Salam bahagia.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

Profile Psikolog: Ivan Petrovich Pavlov Psikolog yang Disegani Kekaisaran Rusia.

Tentang Penulis

Hesti Nur Lestari, S.Psi, MM, Psikolog.

Psikolog lulusan Universitas Indonesia,
Magister Business Management dari IPMI International Business School
Konsultan, Trainer, Asesor, Konselor, Aktivis Sosial
Ibu yang bangga dari 3 anak keren, life-long learner & penikmat seni.

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan