Tips Psikologi Perencanaan Karir: Apa Yang Dimaksud Dengan Karir?

Diposting: 7 September 2017 | Kategori Artikel: Karir & Perusahaan

Dilihat: 1102 kali.

Penulis: Hesti Nur Lestari, S.Psi, MM, Psikolog.

Dalam memilih pekerjaan, banyak orang mempertimbangkan aspek “prospek karir”. Sayangnya, tidak sedikit yang memiliki pemahaman yang sempit mengenai karir. Sehingga justru membatasi pilihan-pilihan mereka sendiri dalam mengembangkan karir. Lalu, Apa yang dimaksud dengan Karir?

What Kind of “Career” Do You Want to Build?

Banyak orang masih menganggap ‘karir’ semata-mata identik dengan ‘pekerjaan’. Banyak yang menganggap bahwa karir yang bagus hanya dapat diperoleh di perusahaan besar. Perusahaan yang established.

Apa Yang Dimaksud Dengan Karir

Tidak sedikit orang bahkan menyamakan karir dengan jenjang jabatan struktural di suatu perusahaan atau institusi. Sehingga yang dianggap memiliki karir yang bagus hanyalah mereka yang memiliki jabatan struktural di perusahaan. Seperti dengan title mulai dari:

  • supervisor,
  • section head,
  • manager,
  • department head,
  • division head,
  • director,
  • chief,
  • CEO,
  • Dan Lain-lain.

Seorang profesional mandiri, misalnya, sering dianggap “tidak punya karir”. Atau seorang spesialis yang bekerja tanpa memiliki bawahan dan tidak memiliki jabatan structural. Bisa juga dianggap memiliki “peluang pengembangan karir yang terbatas”.

Padahal, selain para pemegang jabatan struktural, para pekerja mandiri dan spesialis pun sebenarnya dapat terus mengembangkan “karir” mereka. Seiring dengan expertise dan wawasan pengalaman yang mereka kembangkan Tentunya dengan peluang baik di dalam maupun di luar perusahaan. And the sky is the limit.

Sebagai contoh, ada perusahaan-perusahaan yang memiliki “pool of specialists” yang menjadi tulang punggung bisnis perusahaan. Seperti perusahaan IT Solution yang mempekerjakan banyak IT specialists.

Walaupun tetap memiliki job title yang sama selama bertahun-tahun, karir seorang IT consultant bukannya tidak berkembang. Mereka bisa mengembangkan expertise-nya seperti:

  • Menangani tugas-tugas yang semakin kompleks,
  • Projek dan tanggung jawab yang semakin besar skalanya,
  • Customer yang semakin beragam,
  • dan mengembangkan pemahaman yang semakin luas dan mendalam akan bidang kerjanya serta bisnis customernya.

Reward yang diterima pun bisa berkembang seiring dengan bertambahnya kompleksitas dan tanggung jawab mereka. Mereka bisa meningkatnya keahliannya, mengikuti perkembangan ICT (Information & Communication Technology) yang begitu pesat.

Apakah Siap Kehilangan Karir?

Beberapa teman yang memutuskan berhenti menjadi seorang karyawan dan beralih menjadi pekerja mandiri. Mereka akan disambut dengan ungkapan keprihatinan yang menanyakan, “Apakah siap kehilangan ‘karir’?”.

Salah seorang dari mereka awalnya adalah seorang HRD officer di suatu perusahaan (employee). Kemudian menjadi associate consultant bidang HRD yang bekerja lepas untuk beberapa perusahaan (self-employed worker).

Awalnya ia membantu proses-proses seputar seleksi calon karyawan. Kemudian merambah bidang lain yang masih berada dalam lingkup HRD (Human Resources Development). Seperti:

  • evaluasi karyawan,
  • mendisain dan memberikan training,
  • pengembangan organisasi dan budaya perusahaan,
  • pengembangan alat ukur kompetensi,
  • dan sebagainya.

Pengalaman dan kompetensinya semakin lama juga semakin berkembang, dengan penghasilan yang mengimbangi projek-projek yang diselesaikannya.

Sebagian dari mereka ada yang kemudian mendirikan perusahaan yang juga bergerak di bidang Human Resources Development dan menjadi entrepreneur. Ada juga yang tetap berkarya sebagai self-employed professional.

Karir mereka memang tidak sama dengan rekan-rekan lain yang tetap bekerja sebagai employee dan menjabat jabatan penting. Seperti HR Manager, People Development Department Head, Talent Management Division Head, HR Director, dan seterusnya.

Namun demikian, in their own way, mereka tetap memiliki dan mengembangkan karir mereka. Sesuai dengan visi profesional masing-masing.

Lalu, Apa yang dimaksud dengan karir Itu?

Dari berbagai definisi yang ada mengenai karir dan pekerjaan, dapat dipahami bahwa karir berhubungan, namun tidak sama, dengan pekerjaan (job). Suatu pekerjaan (job) berarti suatu atau sekumpulan aktivitas spesifik. Yang umumnya dilakukan untuk mendapatkan bayaran.

Sementara itu, karir merupakan totalitas kontribusi dan kehidupan profesional. Karir bisa terdiri dari serangkaian pekerjaan yang dilakukan dalam suatu bidang. Karenanya, kita bisa memiliki satu jenis pekerjaan tertentu.

Kita bisa memiliki lebih dari satu jenis pekerjaan atau berpindah. Dari satu jenis pekerjaan ke jenis pekerjaan yang berbeda. Namun kesemuanya tetap dalam satu jalur karir.

Karir umumnya lebih berkaitan dengan pencapaian visi jangka panjang atau a lifelong ambition dalam suatu bidang. Serta lebih berhubungan dengan proses pengembangan diri seseorang sebagai profesional.

Karena itu, suatu pekerjaan (job), sebagai bagian dari karir, dapat menjadi sarana pengembangan profesional diri kita. Tentunya jika dapat kita manfaatkan untuk mengembangkan apa yang diperlukan dalam rangka pencapaian visi profesional. Seperti:

  • skills,
  • knowledge,
  • work attitude,
  • experience,
  • dan lain sebagainya.

Karir dalam jenis apapun pekerjaan yang dijalani, akan terus berkembang asal:

  • seseorang terus berkarya dan berkontribusi secara profesional,
  • terus mengembangkan expertise atau keahliannya,
  • terus memperluas wawasan dan memperkaya khazanah pengalaman profesionalnya,
  • konsisten mengembangkan kontribusi yang dapat diberikannya,
  • serta bersedia memasuki area-area baru untuk meningkatkan level kontribusinya secara professional.

Keep an open mind.

Demikianlah Artikel dari PSYLine.id Psikologi Online Indonesia tentang Apa Yang Dimaksud Dengan Karir? Namun apabila Anda memiliki keraguan dengan Karir Anda, dan Anda ingin berkonsultasi dengan Pikolog Profesional PSYLine.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Salam bahagia.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

Psikologi Gaya Hidup: Tidak Ada Kebetulan Dalam Hidup Ini.

Tentang Penulis

Hesti Nur Lestari, S.Psi, MM, Psikolog.

Psikolog lulusan Universitas Indonesia,
Magister Business Management dari IPMI International Business School
Konsultan, Trainer, Asesor, Konselor, Aktivis Sosial
Ibu yang bangga dari 3 anak keren, life-long learner & penikmat seni.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog