Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Mood Swing atau Perubahan Suasana Hati Secara Mendadak Bisa Jadi Gejala Gangguan Jiwa

Klinis & Kepribadian | 4861 Views

Mood Swing atau Perubahan Suasana Hati Secara Mendadak Bisa Jadi Gejala Gangguan Jiwa

6 Desember 2017 | Penulis: Bayu Lebond

Semua orang memiliki perubahan suasana hati yang lebih dikenal sebagai mood swing. Kita bisa merasa sangat bahagia, tetapi tak lama kemudian kita mendadak diselimuti kesedihan. Suatu saat kita bisa merasa bersemangat, namun kemudian, kita bisa merasa sangat jenuh dan lelah. Hal ini mungkin wajar bagi sebagian besar orang.

Pada dasarnya, suasana hati adalah kondisi psikologis dasar sebagai reaksi tubuh terhadap lingkungan atau situasi tertentu. Terkadang, luapan emosional ini (baik atau buruk) bisa tampak berlebihan mengalahkan kepentingan rangsangan tersebut.

Apa yang menyebabkan mood swing?

Salah satu kemungkinan penyebab mood swing adalah ketidakseimbangan dalam kimia otak yang berhubungan dengan pengaturan suasana hati. Dan perubahan hormon yang dihasilkan tubuh, tergantung pada banyak faktor berbeda.

Apa saja faktor yang mungkin berperan?

  1. Cuaca

    Sinar matahari dapat mempengaruhi otak kita. Sinar matahari hampir langsung, melalui bagian terluar tengkorak dan bagian lain dari otak, untuk memicu produksi endorphin. Endorphin adalah horman yang merupakan hormon “mood baik”. hormon yang membuat kita merasa senang dan bahagia.

    Baca Juga:
    4 Hormon yang Dapat Mempengaruhi Kebahagiaan Hidup.

    Kurangnya paparan sinar matahari, misal saat cuaca mendung berangin dan hujan, membuat tubuh kekurangan banyak endorphin. Hal itu akan menyebabkan banyak orang mengalami ‘SAD’ (Seasonal Affective Disorder). SAD adalah ketergantungan berlebihan terhadap cuaca untuk mengatur suasana hati kita.

  2. Makanan

    Makanan dapat memiliki berbagai efek berbeda pada tubuh kita. Tidak hanya menyediakan kita dengan energi, makanan juga mencukupi asupan bahan kimia dalam otak, seperti dopamin. Dopamin adalah pusat reward dalam otak yang diproduksi setelah berhubungan seks. Atau saat kita melahap makanan saat lapar, untuk mendorong kita mengulang perilaku ini.

    Baca juga:
    9 Makanan yang akan membuatmu Bahagia dan terhindar dari stress.

  3. Sistem Imun

    Sistem kekebalan tubuh juga bisa memainkan peran naik turunnya mood kita. Saat kita sakit, hal ini bisa membuat tubuh kita merasa tertekan dan akhirnya juga mempengaruhi mood kita.

  4. Pubertas, Pre Menstrual Syndrome (PMS), atau Menopause

    Perubahan mood bisa terkait dengan naik turunnya kadar hormon tubuh, khususnya estrogen, sepanjang siklus menstruasi. Estrogen mulai naik secara perlahan setelah siklus menstruasi berakhir, kemudian mencapai puncaknya dua minggu kemudian. Setelah itu, kadar estrogen dalam tubuh mulai menurun tajam sebelum mulai naik perlahan dan turun lagi menjelang siklus baru dimulai.

Dalam kasus tertentu, perubahan suasana hati bisa sangat ekstrem, serius, dan tanpa alasan atau rangsangan yang jelas. Sehingga mengganggu fungsi individu dalam kehidupannya sehari-hari.

Mood swing ekstrem ini terjadi mendadak dan melibatkan kondisi emosional yang naik-turun. kondisi bergantian antara merasa bahagia dan sejahtera. Kemudian dihinggapi oleh perasaan marah, tersinggung, atau depresi, dalam waktu yang relatif singkat.

Kondisi kesehatan yang terkait dengan mood swing

Dilansir dari Good Health, beberapa kondisi kejiwaan juga dapat memicu perubahan suasana hati ekstrem. Sejumlah kondisi ini diketahui sebagai penghambat produktivitas pengidapnya. Bahkan  bisa menunjukkan kecenderungan kekerasan atau ekstrem bunuh diri.

Beberapa kondisi kesehatan ini termasuk:

  1. Attention-Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

    ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder yang lebih sering dikenal dengan istilah hiperaktif. ADHD adalah gangguan jangka panjang yang menyerang jutaan anak dengan gejala-gejala yang dapat berlangsung hingga dewasa. Namun ADHD umumnya dialami oleh orang-orang dengan gangguan belajar.

    HIPERAKTIF atau ADHD adalah sebuah gangguan pada perkembangan otak yang menyebabkan penderitanya menjadi hiperaktif, impulsif, serta susah memusatkan perhatian. Kondisi ini dulunya dikenal dengan ADD atau Attention Deficit Disorder.

    Perasaan ketidakmampuan dan kekurangan untuk beradaptasi sering berujung pada depresi. Hal itu yang mengakibatkan mood swing tidak menentu.

    Baca juga:
    HIPERAKTIF atau ADHD Attention Deficit Hyperactivity Disorder.

  2. Gangguan Bipolar

    Gangguan bipolar adalah gangguan kondisi kejiwaan seseorang yang mengalami perubahan suasana hati secara tiba-tiba. Misalnya tiba-tiba menjadi sangat bahagia dari yang sebelumnya sangat sedih, atau sebaliknya. Dari sebelumnya tertawa bahagia, lalu tiba-tiba menangis sedih, atau sebaliknya. Nama lain dari gangguan bipolar adalah manik depresif.

    Baca juga:
    Apa Itu BIPOLAR? Dan Apa Penyebab Gangguan BIPOLAR.

  3. Gangguan kepribadian ambang (Borderline Personality Syndrome/BPS)

    Penderita BPS tidak mampu memelihara hubungan interpersonal yang stabil karena keadaan emosi yang bergejolak. Bisa mengenai diri mereka sendiri maupun orang lain. Masalah akademis, pekerjaan, keuangan, masalah hukum, dan hubungan dengan orang lain mungkin timbul sebagai akibat dari mood swing ekstrem.

    Baca juga:
    BPS.

  4. Depresi

    Mood swing akibat depresi bisa sangat merusak. Depresi dapat membuat kita mengisolasi diri dari teman, keluarga, dan orang-orang yang kita cintai. Kita mungkin tidak merasa sanggup untuk bangkit dari tempat tidur, apalagi bekerja. Selama fase manic, kita mungkin akan berlaku sembrono, histeris, dan merasa sangat bahagia. Hingga akhirnya diselimuti kembali oleh kesedihan dan ketidakberdayaan.

  5. Penyebab lainnya dari mood swing

    Selain dari kondisi di atas, mood swingjuga bisa disebabkan oleh kondisi medis yang secara langsung mempengaruhi sistem saraf pusat. Seperti: demensia, tumor otak, meningitis, stroke, dan penyalahgunaan narkotika.

    Perubahan suasana hati juga dapat hasil dari kondisi yang merampas nutrisi dan oksigen dalam otak. Seperti: trauma kepala, penyakit paru, dan kardiovaskular. Seseorang bisa secara bergantian mengalami berbagai perasaan. Seperti: depresi, kecemasan, kebahagiaan, stres, dan ketakutan.

Jika mood swing datang mendadak, tidak bisa dikendalikan, sangat tidak rasional, atau menunjukkan kecenderungan perilaku bunuh diri, segera dapatkan bantuan Psikolog Profesional.

Salam bahagia.

Dihimpun dari berbagai sumber.

PSYLine.id Psikologi Online Indonesia

Bila Anda ada permasalahan dengan Mood Swing atau Perubahan Suasana Hati Secara Mendadak, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

Perencanaan Karir: Bermimpi untuk Bergabung Di Perusahaan Besar.

Tentang Penulis

Bayu Lebond

Seorang yang sok Seniman
Rocker yang sayang keluarga
Pecinta Wayang Jawa
#WhySoSerious

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan