Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Fakta Cinta Secara Psikologi

Cinta & Remaja | 2890 Views

10 Fakta Cinta Secara Psikologi yang Wajib Kamu Ketahui!

29 April 2017 | Penulis: Riswandi Alekhine

Secara alamiah, otak manusia memaknai keterhubungan dengan orang lain. Otak juga memaknai pengalaman Kita tentang kesendirian dan penolakan. Otak akan memaknainya menjadi sebuah ancaman dan rasa sakit untuk bertahan. Seperti Sebuah quote tentang fakta cinta secara Psikologi di bawah ini:

“hidup tanpa cinta, seperti pohon tanpa bunga atau buah.”
– Kahlil Gibran-

Seperti ungkapan Kahlil Gibran, cinta adalah salah satu hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Perasaan kesendirian dan penolakan yang fisik tidak memiliki makna, menjadi termaknai secara perasaan oleh otak manusia.

Secara budaya dan biologi, banyak dari kita percaya  bahwa Kita membutuhkan Cinta yang tanpa akhir. Pada kenyataannya, Cinta tidak harus tanpa akhir. Oleh karena, keadaan yang tidak stabil atau berubah-ubah, cinta yang abadi tidaklah otomatis. Cinta abadi itu membutuhkan kerja keras, ketidak egoisan, dan keinginan berkorban.

Seperti Artikel PsyLine.id sebelumnya yang membahas Psikologi dan Cinta: Kenapa Manusia Butuh Cinta?.

10 Fakta Cinta secara Psikologi.

Fakta Cinta Secara Psikologi

Melanie Greenberg, Ph.D.

Berikut adalah 10 fakta cinta secara psikologi yang wajib kamu ketahui dari Melanie Greenberg, Ph.D, agar kamu bahagia.

  1. Cinta itu berbeda dengan hasrat dan nafsu.

    Ketertarikan secara fisik merupakan bagian penting dari cinta bagi kebanyakan orang. Akan tetapi, cinta berbeda dengan nafsu.

    Inilah kenapa cinta satu malam atau karena minuman keras tidak membawa hubungan jangka panjang. Penelitian tentang otak dalam real time, menunjukan bahwa nafsu terdapat dalam area motivasi dan reward dalam otak Kita, sedangkan cinta terlihat dalam area yang terkoneksi dengan kepedulian dan empati.

  2. Cinta merupakan perasan saat ini dan keadaan jangka panjang dari pikiran.

    Ada sesuatu yang klise tentang orang yang jatuh cinta. Dimana mereka merasa memiliki detak jantung yang sama sebagai sebuah kesatuan. Akan tetapi yang pernyataan klise tersebut ternyata dibenarkan oleh penelitian terbaru. Sebuah penelitian yang menyatakan bahwa cinta yang kita alami saat ini dipersepsikan sebagai suatu keadaan penyatuan perasaan.

    Orang-orang yang jatuh cinta tersebut, mencerminkan keadaan pasangannya seperti ekspresi wajah, gerak tubuh, dan ritme fisik lainnya.

    Jadi itulah jawabannya kenapa kita selalu menilai ketika ada pasangan jatuh cinta memiliki wajah yang mirip dan perilaku yang mirip. Hal itu disebabkan mereka sedang dalam pemersatuan perasaan dan frekuensi yang sama dalam otaknya.

    Lebih lanjut, cinta merupakan keadaan mental dan emosi yang langgeng. Dimana kita peduli terhadap kebahagian pasangan, merasa tersentuh oleh rasa sakit satu sama lain serta kita merasa termotivasi untuk membantu meringankan penderitaan pasangan Kita.

  3. Membangun Cinta yang abadi membutuhkan kerja keras.

    Sebuah meta analisa dari penelitaan hubungan jangka panjang. Menggarisbawahi beberapa pola perilaku pasangan yang memiliki cinta abadi yaitu:

    • Berpikir secara positif kepada pasangannya ketika mereka tidak bersama.
    • Saling mendukung perkembangan pasangannya.
    • Mengusahakan berbagi pengalaman dimana mereka bisa saling belajar dan berkembang menjadi lebih baik.
  4. Kita bisa meningkatkan kemampuan kita untuk mencintai.

    Penelitian tentang latihan konsentrasi dan belas kasih. Menunjukan bahwa mempraktekan hal tersebut secara rutin dapat mengembangkan otak kita untuk lebih positif dan berempati.

    Biksu yang sering melakukan meditasi memiliki ritme yang berbeda dari gelombang alfa diotaknya. Dibandingkan saat sebelum biksu tersebut berlatih meditasi atau dibandingkan oleh orang kebanyakan.  Meditasi tersebut, meningkatkan aktifitas koneksi pusat otak dengan empati dan perasaan yang positif, serta dapat menurunkan aktivasi dari pusat rasa takut dan membuat jaringan otak kita lebih terhubung.

    Dengan kata lain, kemampuan otak dalam hal cinta, empati dan perasaan yang positif dapat terus dikembangkan untuk kebahagian Kita.

  5. Cinta tidak hanya tentang apa yang adadi di kepala Kamu.

    Banyak penelitian menjelaskan bahwa cinta memiliki hubungan dengan kesehatan jangka panjang. Dimana kesendirian dan kekurangan hubungan social menunjukan dapat mengurangi usia kita seperti merokok.

    Secara spesifik bagi Pria, pernikahan dapat meningkatkan kesehatan jangka panjang dan kematian dari pasangan dapat meningkatkan resiko kematian dini. Yang mana ini terjadi karena hubungan emosi dan kesehatan.

    Oleh karena itu, cinta tidak hanya ada kepala Kamu. Tetapi sangat memiliki pengaruh kepada keseluruhan emosi dan keadaan fisik tubuh Kita. Jadi agar kamu ingin panjang umur, jagalah cintamu dan selalu berbahagia.

  6. Fakta Cinta secara Psikologi itu adalah menguatkan.

    Dalam sejarah manusia, banyak sekali karya besar dan kejadian besar tercipta karena Cinta. Cinta menjadi motivasi yang kuat bagi manusia dalam memberikan dorongan dan drive untuk melakukan sesuatu.
    Perasaan ini akan berpengaruh secara reciprocal kepada pasangan kita dan ini akan saling menguatkan satu dengan lainnya.

  7. Cinta itu bukan hitungan yang fix atau mekanik.

    Bahkan kamu begitu mencintai seseorang dengan teramat dalam, tidak berarti mengurangi apa yang bisa kamu berikan ke orang lain.

    Faktanya sebaliknya, semakin kamu memberikan cinta dan kasih sayang kepada orang lain maka kemampuan Cintamu semakin besar.

    Seperti yang disampaikan pada point 4. Cinta adalah sebuah kemampuan yang dapat kamu ciptakan dalam diri kamu sendiri melalui konsentrasi mental, keterikatan emosi, dan aksi peduli. Ketika Kita focus mencintai seseorang, kepuasan internal dan pengalaman emosi dapat memotivasi Kita untuk mencintai kepada manusia lainnya.

  8. Cinta itu tanpa syarat.

    Salah satu prasyarat kita dapat mencintai adalah perasaan nyaman dan percaya, selanjutnya Cinta itu tanpa syarat.

    Agar Kita memiliki keterhubungan secara empati dan cinta. Bagian otak prefrontal cortex harus mengirimkan sinyal kepada amygdala (pusat alarm otak/otak primitive) untuk mematikan tombol respon “fight dan flight”.

    Orang-orang yang memiliki trauma seperti trauma masa kecil, Misalnya:

    • pengabaian,
    • penyiksaan,
    • pengalaman lain yang mengancam,

    Akan lebih sulit mematikan tombol respon tersebut.

    Dimana hal ini, cinta lebih perlu waktu untuk memberikan sinyak dari prefrontal cortex ke amygdala. Bahkan terkadang ini perlu beberapa intervensi atau terapi untuk membantu sebagian orang untuk menerima kepedulian dan kepercayaan.

  9. Cinta itu menular.

    Ekspresi dari kepedulian, kasih, dan empati dapat menginspirasi perasaan tersebut kepada yang lain. Inilah kenapa pemimpi nseperti Dalai Lama, Nelson Mandela dan Gandhi menginspirasi pengikutnya.

    Cinta, kebahagian dan hal positif yang kita ekspresikan akan memberikan pengaruh kepada orang lain. Pengaruh untuk terus berbagi Cinta, kebahagiaan dan hal positiflainnya.

  10. Cinta tidak selalu selamanya, tetapi bisa.

    Dalam Sonet 116, Shakespeare menuliskan bahwa Cinta bukanlah cinta ketika berubah ketika terjadi perubahan. Kita telah mengetahui bahwa cinta yang tetap dan tidak berubah adalah sesuatu yang tidak mungkin, tetapi tidak dengan normanya.

    Faktanya, beberapa teori bahkan mempertanyakan ide tentang self atau diri yang statis dan tidak berubah. Kita bukanlah orang yang sama saat ini dibanding Kita 10 tahun yang lalu. Pengalaman hidup dapat mengubah biological kita, pola pikir, dan perilaku.

    Suatu hubungan akan mendapatkan tantangan ketika salah satu pasangan membutuhkan perubahan. Bahkan  mungkin keduanya pasangan tersebut tumbuh dalam arah yang berbeda.

Fakta Cinta secara Psikologi adalah Cinta Baru dan Cinta Lama itu sama saja.

Penelitian oleh Art Aron dari Stony Brook University, menunjukan ketika mereka berpikir tentang pasangannya, ada kesamaan dalam hasil scan otak. Hasil scan otak antara orang yang baru saja jatuh cinta dengan orang yang telah memiliki jatuh cinta dengan jangka waktu yang lama.

Dengan kata lain, pada dasarnya Cinta orang yang baru saja jatuh cinta dengan pasangan yang telah lama jatuh cinta memiliki kualitas yang sama.

Inilah artikel Dari PsyLine.id Psikologi Online tentang 10 fakta cinta secara psikologi yang wajib kamu ketahui. Semoga dengan membaca artikel ini dapat membuat hubunganmu dengan pasangan menjadi lebih baik. Dan membuatmu jauh lebih bahagia, karena Kamu pantas bahagia.

Salam bahagia..

Artikel sebelumnya membahas tentang: Arti dan Pengaruh Warna bagi Psikologi Manusia. Warna dapat mempengaruhi mood.

Tentang Penulis

Riswandi Alekhine

Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Seorang Aquascaper.
Jatuh cinta pada script, poetry, filsafat dan senja saat hujan.

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

4 tanggapan untuk “10 Fakta Cinta Secara Psikologi yang Wajib Kamu Ketahui!”

  1. Putri berkata:

    sepertinya bapak lg jatuh cinta … dan cinta nya buat bapak positif .. sampai 2 kali bikin artikel soal cinta … tp itu sangat bagus pak … sangat menginsfirasi saya untuk jatuh cinta lagi ….

  2. Queen berkata:

    super sekali pak !

    Dengan kata lain, pada dasarnya Cinta orang yang baru saja jatuh cinta dengan pasangan yang telah lama jatuh cinta memiliki kualitas yang sama.

    mksdnya apa yah pak ?
    mungkin bs di berikan contoh nya

    • Halloo Queen..
      Betul sekali, qualitas cinta tidak ditentukan quantity dari lamanya pasangan jatuh cinta. Dengan kata lain, lamanya cinta tidak menjamin bahwa cinta yang dijalani semakin berkualitas. Perlu adanya effort atau usaha untuk menjaga agar cinta Kita berkualitas.

      Semoga menjelaskan dan semoga selalu bahagia.

      Salam bahagia..

Tinggalkan Balasan