Konsultasi Gratis
Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Kepribadian Ambivert

Klinis & Kepribadian | 36909 Views

Apa itu Kepribadian AMBIVERT? Ciri dan kelebihan seorang AMBIVERT.

10 Mei 2017 | Penulis: Riswandi Alekhine

Ekstrovert adalah istilah dimana seseorang menyukai lingkungan luar, introvert adalah istilah dimana seseorang yang lebih suka menyendiri. Nah, lalu apa pengertian dari Kepribadian Ambivert?

Ambivert merupakan gabungan dari Introvert dan Ekstrovert.

Salah satu ciri seorang yang ambivert yaitu kadang bingung harus menikmati waktu bersama teman atau memilih sendiri di rumah.

Terkadang mereka menjadi introvert, namun terkadang juga menjadi seorang yang ekstrovert.

Mungkin kita biasanya mendengar istilah ekstrovert yang cenderung menyukai lingkungan luar dan lebih bersosial. Atau istilah introvert yang lebih menyukai menyendiri. Bagaimana jika Anda bukan salah satu dari ekstrovert ataupun introvert, ya mungkin Anda seorang ambivert.

Baca juga Artikel PsyLine.id Psikologi Online yang terkait:

Ciri-ciri seseorang memiliki Kepribadian Ambivert.

ciri kepribadian ambivert

Lalu, bagaimana ciri seorang yang ambivert, berikut adalah Ciri Seorang yang Ambivert:

  1. Tidak suka bertemu dengan orang baru di tempat yang baru.

    Seorang yang ambivert akan biasa jika bertemu orang baru di tempat yang mereka sudah mengenalinya. Hal itu dikarenakan mereka akan nyaman di tempat yang sudah dia kenali. Begitupun jika bertemu dengan orang lama dia kenal tempat yang baru.

    Namun seorang ambivert akan merasa tidak nyaman jika bertemu orang baru di tempat yang baru juga secara bersamaan.

  2. Mudah mengenali kepribadian seseorang.

    Seorang ambivert dapat mengenali seseorang yang ekstrovert ataupun introvert. Hal itu disebabkan seorang ambivert mengalami kedua hal tersebut. Sehingga seorang yang ambivert dapat dengan mudah mengenali jenis kepribadian seseorang.

  3. Suka berada di tengah keramaian, tapi cenderung tidak melakukan interkasi .

    Seorang Introvert benci dengan keramaian, sementara seorang ekstrovert benci dalam kesunyian.

    Tapi ambivert kenyataannya suka keramaian, tapi mereka tidak ingin melakukan komunikasi. Bisa dibilang, mereka seperti sedang melakukan nyepi di tengah keramaian. Mereka nyatanya menikmati situasi ini, mereka juga mengamati apa yang ada di sekitar.

  4. Dapat menyesuaikan kepribadian dengan lingkungan.

    Ada saatnya kita di lingkungan ramai dan Anda mudah membaur. Ada juga saat Anda di lingkungan sunyi dimana Anda menjadi penyendiri. Namun hal itu dilakukan kita adalah seorang ambivert dapat melakukan dengan baik.

  5. Menyukai keramaian, namun juga ingin cepat dalam kesunyian.

    Seorang ambivert mungkin menyukai pesta ataupun aktivitas diluar yang ramai. Namun ada kalanya energi mereka sudah habis. Ketika energy mereka sudah menurun, mereka akan ingin ke tempat yang sepi untuk mengistirahatkan tubuh.

  6. Dapat terlibat dalam pembicaraan ringan ataupun serius.

    Seorang ambivert saat berbicara hal-hal ringan seperti hobi, berita, ataupun hal lainnya akan dengan mudah mengikutinya. Begitu juga dengan pembicaraan serius seperti berbicara tentang bisnis, atau hal yang serius lainnya. Orang yang ambivert tidak keberatan  dengan pembicaraan ringan ataupun serius.

  7. Kepribadian Ambivert Moodnya berubah tergantung lawan bicara.

    Orang ambivert itu fleksibel, mampu menggeser kepribadian sesuai dengan siapa mereka berbicara. Seringnya, kalau sedang berbicara dengan si ekstrovert, maka orang ambivert akan berperan sebagai lawan bicara yang introvert. Begitupun sebaliknya.

    Orang ambivert tidak merasa malas menanggapi sebuah pembicaraan kecil dan ringan, yang mungkin hanyalah sebuah basa-basi. Tapi, mereka akan jauh lebih bersemangat ketika percakapan tersebut mulai merujuk pada sebuah topik yang spesifik.

    Namun, bila lawan bicaranya dinilai sudah tidak asyik lagi, tak segan-segan seorang ambivert akan meninggalkan lawan bicaranya.

  8. Nyaman dengan lingkungan luar, namun tidak banyak berinteraksi.

    Seorang ambivert menyukai keramaian, namun tidak begitu aktif berinteraksi. Bukan berarti seorang ambivert anti-sosial, namun mereka nyaman dengan keadaan seperti itu. Dalam keadaan tertentu seorang yang ambivert dapat juga menjadi aktif berinteraksi. Seperti membicarakan tentang hal yang disukai, atau hal yang menarik baginya.

  9. Seorang yang ambivert dapat mengerjakan tugas individu maupun kelompok dengan baik.

    Seorang introvert akan sedikit kesulitan jika mengerjakan tugas kelompok. Begitupun seorang ekstrovert akan sedikit kesulitan jika mengerjakan tugas sendiri. Maka seorang yang ambivert dapat menyesuaikan kedua kondisi tersebut. mereka tidak keberatan jika mengerjakan tugas sendiri maupun berkelompok.

  10. Bingung harus menikmati waktu bersama teman atau sendiri di rumah.

    Menikmati waktu bersama teman memang menyenangkan, namun menikmati waktu sendiri di rumah juga tidak kalah menyenangkan pula. Karena itu seorang ambivert terkadang bingung jika dihubungi seorang teman mengundangnya datang ke pesta untuk menikmati bersama.

    Padahal dia juga sedang menikmati waktu sendiri di rumahnya. Pergi bersosialisasi ke luar atau bermalas-malasan di rumah, si ambivert suka dengan dua-duanya. Jadi keputusan akhir biasanya berdasarkan mood.

  11. Tidak selalu diam namun juga tidak terlalu brisik.

    Seorang Ambivert tidak selalu diam seperti si introvert. Namun juga tidak selalu bersuara seperti si ekstrovert. Orang ambivert umumnya intuitif.

    Seorang ambivert tahu kapan saatnya harus angkat bicara dan kapan saatnya harus diam untuk mendengarkan. Mereka akan melakukan keduanya secara bergantian pada waktu yang tepat.

    Ambivert adalah kepribadian yang istimewa, dia bisa menjadi seorang introvert dan juga bisa menjadi extrovert.

Ada seseorang yang terlahir langsung dengan kepribadian ambivert. Pada umumnya mereka seorang ambivert lebih cenderung mendominasi dari kelemahan introvert dan extrovert.

Namun seiring bertambahnya usia, banyaknya proses kehidupan yang seseorang lewati. Seseorang yang memiliki kepribadian ambivert akan bisa mengendalikan potensi dan kelebihan yang ada pada diri mereka.

Di dalam hal ini setiap orang sebenarnya bisa seperti ini. Seseorang yang bisa menyeimbangkan kelebihan dari introvert dan extrovert adalah mereka yang telah melalui berbagai lika-liku hidup dan berbagai pengalaman. Kelebihan dari keduanya bisa di optimalkan, tentu hal ini adalah hal yang sangat baik.

Kelebihan Yang Dimiliki oleh Seorang Kepribadian Ambivert.

Seorang Ambivert memiliki sisi kepribadian introvert dan extrovert yang seimbang. Dengan demikian seseorang yang ambivert cenderung merasa nyaman dengan kondisi yang penuh dengan interaksi sosial. Juga dapat menikmati kondisi saat mereka sendirian atau jauh dari keramaian.

Kepribadian Ambivert Quote

Dengan adanya dua sisi kepribadian yang ada di dalam diri mereka, kelebihan diantara keduanya dapat dioptimalkan. Agar si ambivert lebih berhasil dalam menjalani kehidupan bersosial.

Berikut kelebihan Seorang ambivert:

  1. Kepribadian Ambivert Bisa menyesuaikan diri.

    Ambivert berbaur dengan para introvert dalam sebuah klub pecinta buku. Begitupun leluasa bercengkerama dengan para ekstrovert dari jurusan ilmu komunikasi.

    Seorang ambivert mampu beradaptasi dengan mudahnya di setiap komunitas. Bukannya tidak konsisten, melainkan bisa memahami masing-masing dari mereka.

    Jadi, tidak heran kalau teman-teman si ambivert ini tidak hanya terpaku pada salah satu kubu.

  2. Bisa mengerjakan proyek kelompok atau individu.

    Para ambivert tidak memiliki preferensi tersendiri mengenai cara penyelesaian sebuah proyek. Kalau orang ekstrovert biasanya lebih memilih untuk mengerjakannya secara berkelompok. Sedangkan orang introvert cenderung lebih suka untuk menyelesaikannya secara individu.

    Tapi seorang ambivert, tetap dapat mengerjakan pekerjaan kelompok maupun individu secara optimal.

  3. Ambivert adalah seorang yang berpotensi sebagai pemimpin.

    Kepribadian seorang extrovert yang baik dia akan cukup sigap dan tegas. Mereka juga mudah dalam bergaul dan menyesuaikan diri dengan orang-orang sekitar. Seorang extrovert selalu mampu dalam mencairkan setiap suasana.

    Sedang seorang introvert, punya pemikiran yang analitis, kritis dan mempunyai kemampuan perencanaan yang matang secara terstruktur. Seorang introvert juga suka menjadi pendengar yang baik. Sedangkan seorang ambivert, mereka mampu untuk melewati itu semua.

  4. Mereka lebih fleksibel.

    Mereka tetap bisa merasa nyaman di situasi apapun, baik kondisi sunyi khas introvert ataupun kondisi ramai khas ekstrovert. Mereka dapat menyesuaikan diri dan tetap merasa nyaman dengan semuanya.

  5. Emosinya lebih stabil.

    Ketika biasanya para introvert itu sensitif. Sementara ekstrovert tidak mudah terpengaruh dengan stimulasi yang berasal dari luar. Maka ambivert memiliki keseimbangan yang baik antara keduanya.

  6. Kepribadian Ambivert lebih Intuitif.

    Jurnalis Daniel K. Pink menuliskan bahwa seorang ambivert tahu kapan untuk berbicara dan kapan untuk diam. Kapan untuk mengamati dan kapan untuk merespon, serta kapan untuk menekan dan kapan untuk menahan diri.

  7. Menjadi lebih berpengaruh.

    Dalam sebuah eksperimen penjualan yang dilakukan oleh Grant, seorang ambivert mendapat keuntungan rata-rata sebesar $115 – 24%. Pendapatan itu lebih banyak daripada ekstrovert.

    Orang-orang yang paling ekstrovert atau paling introvert malah mendapat penjualan yang paling buruk. Sementara mereka yang kadar ambivertnya persis di tengah malah justru mendapat penjualan yang paling banyak. Yaitu $208 per jam.

Profesi yang cocok untuk seorang Kepribadian Ambivert.

Tentu saja ada pekerjaan yang pas untuk setiap masing-masing kepribadian.

Karena Kepribadian Ambivert itu memiliki dua kutub kepribadian, mungkin ini akan menimbulkan keraguan pekerjaan apa yang cocok untuk ambivert.

Profesi yang cocok untuk kepribadian ambivert

Mengingat mereka akan “bosan” jika terlalu lama berada di satu tempat dan situasi.

Berikut ini daftar profesi yang kemungkinan besar cocok untuk Kepribadian Ambivert.

  • Human Resources Department (HRD)
  • Psikolog atau terapis
  • Sales
  • Marketing
  • Blogger
  • Manager perusahaan
  • Event organizer atau party planner
  • Pengacara
  • Hubungan internasional
  • Guru
  • Jurnalis
  • Pebisnis
  • Presiden

Siapa saja tokoh yang memiliki Kepribadian Ambivert?

Setelah anda tahu semua ciri-ciri ambivert, mungkin anda juga masih ragu dengan hasil tes yang sudah anda lakukan. Mungkin dengan anda mengetahui tokoh-tokoh yang ternyata ambivert juga dapat membuat anda menjadi lebih paham dengan ciri-ciri ambivert.

Angelina Jo;ie mempunyai kepribadian ambivert

Berikut ini merupakan daftar tokoh yang ternyata merupakan ambivert:

  • George Carlin
  • John Lennon
  • Celine Dion
  • Rowan Atkinson
  • Angelina Jolie
  • Marilyn Monroe
  • Julian Assange
  • Richard Dawkins
  • Princess Diana
  • Johnny Depp
  • William Shakespeare
  • Leonardo DiCaprio
  • Stephen Spielberg.

Jika ternyata anda masih belum seberapa yakin juga dengan tokoh-tokoh yang ada di dalam dunia nyata. Ada juga kok tokoh-tokoh dari film fiksi yang ternyata juga ambivert:

  • Sherlock Holmes
  • Bruce Wayne
  • Gandalf
  • Clark Kent
  • Alice in Wonderland
  • Harry Potter
  • Dalang Suwung

Tips untuk Kepribadian Ambivert.

Setelah kita mengetahui bagaimana ciri-ciri seorang ambivert. Dan ternyata memang benar bahwa kita merupakan seorang ambivert, mungkin ada satu buah pertanyaan di dalam diri anda.

Jika aku ternyata seorang ambivert, terus aku kudu piye?

kepribadian ambivert quote

Jika memang itu ada di benak kita, dan kita ingin membuat diri kita menjadi lebih baik lagi.

Berikut ini ada beberapa tips yang mungkin cukup berguna untuk kita.

  1. Pahamilah bahwa kita memiliki waktu untuk menjadi ekstrovert dan waktu untuk menjadi introvert.

    Ini sangat penting untuk kita, karena kita tidak akan bisa memberikan performa maksimal kita. Ketika kita berada di situasi dan kondisi yang tidak tepat.

    Kita pasti akan merasa bosan apabila terus berada dalam mode ekstrovert dalam waktu yang begitu lama. Kita tetap harus melakukan “isi ulang” dengan cara introvert, yaitu dengan berdiam diri di tempat yang sunyi.

  2. Cari tempat dimana anda bisa melakukan “isi ulang”

    Seorang Ambivert memiliki kepribadian introvert dan ekstrovert yang dimana bisa digunakan secara bergantian. Hal itu tergantung dengan mood pada saat itu.

    Jika kita sudah kelelahan di dalam mode ekstrovert, maka kita perlu istirahat dengan menuju tempat-tempat sepi khas introvert. Begitupula sebaliknya. Saat kita sudah bosan dengan kesunyian, maka kita segera mencari tempat ramai khas ekstrovert.

  3. Cari teman yang mampu membantu anda untuk mengisi ulang.

    Mereka merupakan orang-orang yang dapat membuat kita merasa lebih baik. orang-orang yang bisa mendengarkan kita. Atau mungkin orang-orang yang dapat menemani kita ketika kita ingin merasakan kesunyian.

    Buat daftar dari orang-orang tersebut. Daftar orang-orang yang dapat membantu anda mengisi ulang energi kita. Dan buatlah daftar untuk orang-orang yang justru membuat kita kehabisan energi kita.

    Karena kita harus memiliki kontrol dengan siapa dan bagaimana kita menghabiskan waktu kita. Karena ada juga teman yang merupakan teman beracun.

    Baca juga:

    Apa itu Teman Beracun? Waspada dan Kenali Ciri Teman Beracun.

Menjadi seorang extrovert dengan kelebihannya dan menjadi introvert dengan kelebihannya, karena semuanya sudah ada dalam diri ambivert. Meskipun begitu, semuanya tetap membutuhkan proses yang berupa pelajaran hidup dan pengalaman.

Jika seseorang telah banyak belajar dari perjalanan dan pelajaran kehidupan yang mereka lalui, akan ada sikap dimana kedewasaan itu muncul. Seseorang yang sudah terbiasa akan siap menajalani kehidupan apapun sesuai dengan keadaannya.

Namun, ada juga pendapat yang mengatakan bahwa tiap orang memiliki gabungan sisi ekstrovert dan sisi introvert dalam dirinya. Meski salah satu sisi akan terlihat lebih dominan.

Jika kita merasa bukan seorang ekstrovert atau introvert pada tingkatan ekstrem dalam skala kepribadian kita. Kita bisa saja bergeser tergantung kepada tahap kehidupan yang kita jalani. Hal inilah yang dinamankan pembelajaran hidup.

Salam Bahagia..

Artkel sebelumnya membahas tentang: Gaya Hidup Pria Metroseksual. Kenali juga ciri Pria Metroseksual.

Tentang Penulis

Riswandi Alekhine

Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Seorang Aquascaper.
Jatuh cinta pada script, poetry, filsafat dan senja saat hujan.

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan