Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Masa Pubertas pada anak

Pendidikan & Anak | 1763 Views

Persiapan Menghadapi Buah Hati Kita Memasuki Masa Pubertas pada anak.

31 Maret 2017 | Penulis: Wulan Arumbi

Kapan Buah Hati Kita Memasuki Masa Pubertas? Menjadi orang yang dipilih anak sebagai tempat bercerita ketika memasuki usia pubertas adalah sesuatu yang istimewa. Tapi sayangnya tidak semua orangtua memiliki keberuntungan itu. Masa Pubertas pada anak.

Banyak faktor yang menjadi penyebabnya, bisa dari orangtua lebih sibuk dengan dunianya sendiri. Lingkungan yang menjadi panutan anak, atau teman sebaya yang lebih dipercaya daripada orangtua.

Menurut (Stanley Hall, 1991)

Stanley Hall

Stanley Hall

“Masa remaja merupakan masa dimana dianggap sebagai masa topan badai dan stress (Storm and Stress). Karena mereka mereka telah memiliki keinginan bebas untuk menentukan nasib sendiri. Kalau terarah dengan baik maka ia akan menjadi seorang individu yang memiliki rasa tanggungjawab. Tetapi kalau tidak terbimbing maka bisa menjadi seorang yang tak memiliki masa depan dengan baik.”

Tentunya yang diharapkan adalah kita dipilih sebagai tempat pertama dan  terbaik untuk “dicurhati” anak. Bukan sebaliknya apabila ketika memasuki usia pubertas kok, mereka malah meninggalkan kita dan lebih percaya apada orang lain. Mengingat di masa itu sangat rawan sekali mereka memutuskan suatu hal yang berpengaruh pada masa depannya nanti.

Setidaknya kenali dulu, yuk! Kapan masa pubertas pada anak itu datang?

Pubertas pada perempuan biasanya terjadi pada usia 9 – 13 tahun. Sedangkan pada laki-laki terjadi antara umur 10 – 14 tahun. Perempuan akan bertambah tinggi dan badan yang gemuk menjadi ramping dengan cepat.

A.     Tanda masa pubertas pada anak perempuan.

Masa Pubertas pada anak

Masa Pubertas pada anak Perempuan

Ciri-ciri seks sekunder pada perempuan yang dapat dilihat, misalnya payudara membesar, panggul membesar. Rambut tumbuh di sekitar alat kelamin dan ketiak, kadang timbul jerawat. Kematangan organ reproduksi ditandai dengan mendapatkan haid (menstruasi) yang pertama

B.     Tanda masa pubertas pada anak laki-laki.

Masa Pubertas pada anak laki-laki

Masa Pubertas pada anak laki-laki

Pada masa ini kematangan organ reproduksi ditandai dengan terbentuknya sperma dan terjadi pengeluaran sperma pada saat tidur (mimpi basah). Ciri-ciri seks sekunder pada laki-laki, misalnya tumbuh rambut di sekitar alat kelamin, ketiak, tumbuh kumis, jenggot. Tumbuh jakun, suara menjadi besar, otot-otot membesar, dan dada menjadi bidang.

Setelah usia 14 tahun, pertambahan tinggi akan berkurang atau melambat. Pada masa pubertas kecerdasan berkembang cepat, kecepatan dan ketepatan keterampilan motorik menonjol, dan perkembangan mental terbentuk.

Apa yang harus kita lakukan sebagai orangtua

1.      jadikan anak sebagai sahabat

Remaja lebih senang diperlakukan sebagai sahabat dan dihargai ketimbang dididik dengan cara diperintah, didikte, dibentak dan dihukum. Kita harus “menyelam” ke dunia remaja dan banyak berkomunikasi dengan anak agar bisa menciptakan situasi “persahabatan” yang menyenangkan dengan anak.

2.      Dekati dengan hati

Deteksilah lebih dini atau peka apabila ada perubahan sikap, cara bicara dan perilaku anak kita. Jangan-jangan dia sedang punya persoalan yang sulit untuk diungkapkan kepada orangtua.  Ajak bicara cari tahu penyebabnya.

Seringlah mengobrol dan menjaga intensitas pertemuan. Cari waktu berdua. Kirimkan pesan kasih sayang. Buatlah agar ia tahu kita menyayanginya.

3.      Lakukan pengawasan yang proporsional

Remaja suka berteman dengan cara berkelompok dan mencoba hal-hal yang baru bersama teman-temannya. Hal ini terkadang menimbulkan kecemasan akan dampak negatif pergaulan dan lingkungan terhadap anak.

4.      Bentuk pengawasan

Mengetahui dan mengenal siapa teman-teman anak kita, kemana mereka pergi, jam berapa harus pulang. Pastikan juga aktivitas yang mereka lakukan bukanlah sesuatu yang negatif.

Jika mencium perubahan pada anak, jangan ragu menegur dan mengingatkan sebelum telanjur menjadi kesalahan fatal. Pada umumnya segala sesuatu yang terlambat adalah akibat kelalaian orang tua mengidentifikasi perubahan awal yang terjadi pada anak.

5.      Lebih sabar dan bijak

Ketika anak mengalami egosentris yang tinggi,  merasa dirinya paling benar dan tidak ada orang yang bisa mengerti dirinya. Bersikaplah lebih sabar dan bijak agar perubahan ini tidak memicu pertengkaran dan konflik dengan sang anak.

6.      Jadikan rumah sebagai tempat ternyaman

Tetap jadikan rumah sebagai tempat terindah dan teduh bagi anak. Di luar sana mungkin anak-anak banyak mengalami kekecewaan, tekanan, dan kepenatan. Mereka butuh kenyamanan yang tidak akan diperoleh di tempat lain. Mana lagi tempat terbaik yang cocok untuk anak selain di rumah.

Nah, sekali lagi ini tugas kita sebagai orangtua. Selamat menjadi orangtua dan berjuang! Psyline.id.

Artikel sebelumnya membahas tentang 10 tanda kamu sedang alami stres.

Salam Bahagia..

Tentang Penulis

Wulan Arumbi

Seorang Guru dan ibu bahagia yang selalu ingin belajar.
Lulusan Fakultas Sastra Universitas Sebelas Maret Solo.

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan