Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Tips Mencegah Anak Menjadi Teroris Di Lingkungannya

Pendidikan & Anak | 422 Views

Tips Mencegah Anak Menjadi Teroris Di Lingkungannya

10 Maret 2018 | Penulis: Dewi Anggraeni Psikolog

Cara pengasuhan dan bagaimana orang tua bergaul dengan anak-anaknya, merupakan fondasi/dasar yang sangat penting bagi perkembangan si anak. Kata-kata, cara bereaksi dan bagaimana orang tua memperlakukan anak akan banyak menentukan bagiamana jadinya si anak kelak. Mencegah Anak Menjadi Teroris.

Apakah dia akan menjadi anak yang penuh rasa percaya diri, memiliki harga diri, bangga akan dirinya, merasa dicintai, dilindungi dan siap dan mampu juga melindungi dan membela dirinya?

Atau si anak tumbuh menjadi anak yang agresif, suka berkelahi, suka mengejek, menteror dan melakukan pelanggaran?

Atau si anak akan menjadi anak yang merasa rendah diri, selalu mengalah dan kalah, tidak bisa membela diri bila diserang, diejek, menyendiri dan tidak bisa mengungkapkan keinginannya?

Artikel Terkait:

Dampak Teror Dilihat Dari Berbagai Sisi.

Lalu bagaimana caranya agar anak menjadi anak yang memiliki rasa percaya diri, harga diri, mampu membela diri dan melihat dirinya penting dan tidak menerima begitu saja perlakuan buruk teman-teman sekolah dan lingkungan gaulnya?

Juga agar anak kelak tidak menjadi anak nakal yang suka menteror anak lain?

Tips Mencegah Anak Menjadi Teroris Di Lingkungannya

  1. Asuh dan besarkan anak dengan penuh kasih sayang

    Terima anak sebagaimana adanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Misalnya katakan setiap hari bahwa kamu mencintainya, peluk dan usap kepalanya.

    Hal ini akan menumbuhkan rasa dicintai dan dilindungi.

  2. Berikan imbalan terhadap kelakuan baiknya

    Misalnya dengan memujinya, menghargainya, sesekali mentraktir atau memberikan hadiah2 kecil, memeluk dan menciumnya.

    Hal ini akan membuat anak belajar bahwa sikap dan perilaku yang baik akan menghasilkan sesuatu yang menyenangkan.

  3. Berikan “hukuman” (straf) terhadap pelanggaran

    Tidak mau mendengarkan petunjuk orang tua, tidak mau belajar atau sikap mengganggu adik-adiknya (kalau ada) dan teman mainnya. Misalnya dengan memperingatkan/menegornya, menunjukkan wajah tidak suka, tidak memeluknya, mengambil jarak darinya.

    Hal ini akan membuat si anak belajar bahwa sikap dan perilaku yang buruk akibatnya tidak menyenangkan.

  4. Lakukan pemberian “imbalan” dan “hukuman”

    Lakukan pemberian imbalan dan “hukuman” ini dengan konsisten dan konsekwen.

    Konsisten maksudnya bila adiknya melakukan hal yang sama, berlaku pula aturan yang sama.

    Konsekwen artinya bila salah “dihukum” dan bila baik diberi “imbalan”.

    Jangan karena kasihan misalnya baru saja “dihukum” sepuluh menit kemudian diberi ice-cream kesukaannya.

  5. Beri contoh yang baik

    Misalnya dengan menghargai sesama, ramah dan suka menolong sesama. Tetapi saat lainnya juga bisa protes terhadap ketidak adilan. Jangan lupa tunjukna kalau kita juga bisa membicarakan dengan baik perbedaan pendapat atau salah pengertian yang ada.

  6. Jangan suka bersikap agresif

    Menyerang baik dengan kata-kata maupun serangan fisik, menunjukkan sikap bermusuhan, mengejek atau mentertawakan orang lain. Sikap seperti ini akan ditiru oleh anak.

  7. Hargai pendapat anak

    Dengarkan dan jangan langsung mengecap anak sebagai “suka melawan” dan kurang ajar. Beri kesempatan untuk membela dirinya (berargumentasi).

    Misalnya mengapa pulang telat. Tetap hargai anak walaupun pendapatnya mungkin kurang mengena di hatimu.

    Semua hal ini harus dilihat sebagai latihan mempersiapkan dirinya di luar rumah (yang tidak seramah seperti di rumah). Agar dia saat diperlukan bisa membela dan melindungi dirinya serta bangkit bila ada yang memperlakukan dirinya dengan tidak adil.

  8. Jangan pernah mengejek anak, merendahkan atau membanding-bandingkannya dengan anak lain

    Selain si anak akan merasa sakit hati dan merasa tidak disayang, juga kelak dia akan merasa tidak percaya diri, memusatkan pada kekurangan dirinya dan sulit melihat segi-segi positif yang dimilikinya.

  9. Jaga kontak dan komunikasi dengan anak setiap hari

    Lakukan komunikasi ini dengan santai. Tanyakan tentang dirinya, teman-teman, pelajaran dan bagaimana di sekolahnya. Apakah ada hal yang menarik atau sebaliknya yang dialaminya.

  10. Ketahui dengan siapa anak bergaul

    Kenali teman-temannya, di mana sekolah dan rumah mereka.

  11. Kepolah Kepada Mereka

    Ketahui dimana, sedang ada kegiatan apa dan dengan siapa bila anak tidak ada di rumah.

  12. Jadilah orangtua “teman” si anak

    Bersikap santai, terbuka hingga anak tidak takut untuk bercerita tentang apapun kepada orang tua. Dan anak tahu bahwa orang tua selalu siap mendukung, membantu bila dia dalam kesulitan.

Demikianlah Artikel tentang Mencegah Anak Menjadi Teroris di Lingkungannya, semoga menadi manfaat.

Salam Bahagia.

Dewi Anggraeni.

PSYLine.id Psikologi Online Indonesia

Bila Anda ada permasalahan dengan Tips Mencegah Anak Menjadi Teroris Di Lingkungannya, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Bergabunglah dengan kami di Media Sosial PSYLine.id Klik Tautan Berikut Ini:

comfort.

Bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

Cara Psikolog Profesional PSYLine Mengurangi Stress Mereka Sendiri.

Tentang Penulis

Dewi Anggraeni Psikolog

Psikolog lulusan Universitas Padjadjaran, mempelajari antara lain: RET (Rational-emotive therapy), Logo Therapy, Autogene, ACT (Acceptance Commitment Therapy). Saat ini tinggal di Velserbroek, Belanda.

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan