Stop Mencontek! Mencontek adalah Penyakit Berbahaya!

Diposting: 16 April 2017 | Kategori Artikel: Pendidikan & Anak

Dilihat: 4128 kali.

Penulis: Wulan Arumbi

Mencontek adalah Penyakit Berbahaya!

Apakah kamu pernah mencontek?

Suatu hari dengan tiba-tiba pernahkan bapak ibu guru kalian memberikan ulangan mendadak?

Bagi kalian yang meyakini metode belajar “mencicil” dengan mereview di rumah apa yang sudah dipelajari saat di sekolah dan memperdalam lagi yang kurang faham. Kalian tentu tidak akan kesulitan apabila bapak/ibu guru mengujimu kapanpun  dan dimanapun.

Tetapi sebaliknya jika tipe SKS “Sistem Kebut Semalam” kamu jadikan sebagai panutan. Tentu ulangan tanpa pemberitahuan adalah sesuatu yang mengkhawatirkan. Akibatnya deg-deg an, panik, bingung lalu mencari seribu cara untuk bisa mengerjakan. Tanpa kesulitan dan dengan tanpa susah-susah belajar tentu saja.

Nah, disitulah  biasanya muncul ide menyontek.

PsyLine.id Psikologi Online sangat tidak menganjurkan cara yang demikian. Karena menyontek adalah penyakit berbahaya.

Penyebab Seseorang suka Mencontek.

Banyak factor yang menyebabkan seseorang berbuat tidak jujur dan menyontek. Diantaranya sebagai berikut:

  1. Tidak percaya diri.

    Sebagian siswa biasanya mencontek karena tidak percaya dengan kemampuan yang dimilikinya. Sehingga lebih memilih menyontek jawaban orang lain atau temannya.

    Padahal bisa jadi jawaban temannya itu tidak lebih tepat dari jawabannya sendiri. Namun karena kepercayaan dirinya kurang, akhirnya dia memilih untuk menyontek.

  2. Malas Belajar.

    Salah satu penyebab utama seorang menyontek adalah karena orang tersebut malas belajar. Sehingga tidak bisa atau tidak tahu menjawab soal yang diberikan. Akhirnya orang tersebut memilih menyontek agar bisa menyelesaikan tugasnya.

  3. Tidak mau berusaha.

    Sebagian orang juga memiliki sifat yang tidak mau berusaha dan hanya mengandalkan temannya. Alhasil menyontek adalah hal yang sudah terbiasa dia lakukan.

Hal  tersebut di atas adalah faktor dasar yang menyebabkan seorang anak menyontek.

Mencontek dan penyakit jangka panjang.

Menyontek asal tidak ketahuan guru/pengawas ujian sebenarnya tidak menyebabkan bahaya langsung. Tetapi perlu kamu ketahui bahwa menyontek bisa menyebabkan penyakit jangka panjang,lho!

Tidak percaya, simak penyakit yang ditimbulkan karena suka menyontek berikut ini.

  1. Menjadi Pribadi yang Pemalas.

    Orang yang suka mencontek tidak akan punya motivasi belajar yang tinggi. Mereka justru semakin malas belajar dan mengandalkan contekan ketika menghadapi ujian.

    Akibatnya sangat jelas, pelajar dan mahasiswa seperti ini mungkin bisa dapat nilai bagus. Namun pasti dia tidak bisa menguasai ilmu yang seharusnya mereka tahu.

    Bagaimana kalau rasa malas ini akan terbawa ketika sudah memasuki dunia kerja? Kalian pasti akan mendapatkan bayak komplen dari rekan kerja atau atasan. Bagaimana juga kalau rasa malas akan dicontoh anak-anakmu ketika sudah berumah tangga nanti.

  2. Menimbulkan Sikap Menghalalkan Berbagai Cara Untuk Mencapai Tujuan.

    Apapun akan dilakukan oleh orang yang biasa menyontek. Mereka akan mencari segala macam cara agar bisa menyontek dengan sukses. Cara halus dan kasar pun akan mereka lakukan. Bahayanya sikap menghalalkan segala cara ini bisa menjadi kebiasaan.

  3. Menjadi Pribadi yang Pembohong.

    Mencontek memerlukan kebohongan untuk mensukseskan misinya. Orang yang biasa menyontek akan biasa pula berbohong. Mereka menjadi orang yang terbiasa tidak jujur kepada diri sendiri dan orang lain.

    Tentu kebiasaan bohong ini akan sangat berbahaya karena mereka bisa menjadi orang yang tidak dipercaya perkataan dan perbuatannya.

    Apabila menyontek menjadi budaya, akan semakin banyak bibit-bibit koruptor di masa depan. Berbohong adalah satu mental yang dipikul koruptor.

    Sejalan kan, dengan pencontek!

  4. Tidak bisa menjadi diri sendiri.

    Pelajar yang budiman, dengan mencontek akan hilanglah rasa percaya diri. Karena tidak percaya pada jawaban diri sendiri, menganggap jawaban orang lain lebih benar. Sehingga tidak akan terbentuk karakter mengembangkan ide sendiri.

    Bahkan dapat menghilangkan ide. Padahal jawaban atau ide orang lain belum tentu lebih bagus dari idemu. Hal ini disebabkan kamu enggan mencoba berusaha sendiri.

  5. Tergantung dengan orang lain dan tidak terlatih menghadapi masalah.

    Jika terbiasa mencontek, maka akan muncul ketergantungan kepada orang lain atau catatan diktad. Hal ini akan dirasakan setelah mencontek yang pertama, maka akan ketergantungan pada ujian selanjutnya.

    Di masa mendatang kebiasaan buruk ini akan membuat pencontek menjadi pribadi yang tidak mandiri dan selalu merepotkan orang lain.

    Kamu juga tidak terlatih menghadapi dan menyelesaikan masalah sendiri jika prilaku mencontek tidak segera dihentikan.

  6. Dibenci banyak orang.

    Mencontek sama halnya kegiatan mencuri. Apabila terbukti kamu melakukannya pasti gurumu akan memberikan catatan buruk terhadapmu. Apabila kabar mencontekmu samapai ke telinga orang tuamu, pasti mereka merasa malu.

    Nilai bagus yang diperoleh Buah Hatinya berasal dari perbuatan tidak jujur.

    Belum lagi kalau temanmu mengetahui perbuatanmu mencontek dan hasilmu lebih bagus dari dia yang berusaha keras belajar. Tentu menimbulkan rasa benci terhadapmu.

Buang pikiran mencontek.

Menghilangkan kebiasaaan memang sulit. Tetapi percayalah Tuhan tidak akan mengabaikan doa dan usaha hambanya.

Niatkan dalam hatimu dan pupuklah harapan untuk lepas dari jeratan “mencontek”.

Selain itu lakukan hal di bawah ini untuk menghentikan kecanduan akan mencontek.

  1. Berusahalah untuk meningkatkan  percaya diri.

    Berfikirlah positif bahwa segala ujian yang ada di depan mata tidak pernah melebihi kemampuan kita. Begitu juga saat ujian, tidak mungkin bapak ibu gurmu memberikan soal yang materinya belum pernah diajarkan.

    Kalau memang terjadi, boleh,kok komplen kepada beliau dengan sopan. Oleh karena itu perhatikan pelajarannya.

  2. Perbanyak Belajar dan menambah Pengetahuan.

    Ini hal terpenting dari yang penting saat menghadapi soal. Ada usaha untuk mengulang pelajaran.

    Mau pinter? Ya belajar!

    Jangan cuma mengandalkan contekan.

  3. Menekankan pada diri sendiri bahwa mencontek itu dosa.

    Mencontek saat mengerjakan tugas dari guru merupakan dosa kecil, mencontek kebiasaan positif teman merupakan pahala.

    Betul apa Betul?

    Berpositif thinking-lah kalian bisa menghadapi soal yang kalian terima dari guru.

Dampak buruk mencontek lebih besar dari hal-hal yang disebutkan di atas sebenarnya. Perilaku mencontek dengan segala dampak buruknya bisa menjadi kebiasaan di luar sekolah atau kampus.

Marilah kita hentikan kebiasaan mencontek dari sekarang, dimulai dari diri kita sendiri.

“Lebih baik dapat nilai bagus dari hasil belajar sendiri daripada dapat nilai jelek hasil mencontek.”

Iya kan? He.he..

Bye..bye mencontek..

Salam Bahagia..

Artikel sebelumnya membahas tentang: 6 Jurus Ampuh Mengatasi Anak Pemalu dan Penyebab Anak Jadi Pemalu.

Tentang Penulis

Wulan Arumbi

Seorang Guru dan ibu bahagia yang selalu ingin belajar.
Lulusan Fakultas Sastra Universitas Sebelas Maret Solo.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog