Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Rubrik Konsultasi Psikologi

Kategori: | 850 Views

Membenci Sosok Ayah karena Memergoki Ayah Berselingkuh.

27 Mei 2017 | Penulis: Drs. Julyvan Pertamawan, Psi

: Rin

: Depok Jawa Barat

: Wanita

Isi Konsultasi:

 

Hallo PsyLine.id Psikologi Online Indonesia.

Saya anak pertama dari tiga bersaudara. Saat saya kelas 6 SD saya memergoki ayah saya selingkuh di hpnya. Hal ini membuat masalah di keluarga saya hingga saat ini. Dan membuat saya sedikit membenci sosok ayah.

Hal itu cukup berpengaruh terhadap hubungan saya dengan pacar dan cara saya memandang orang lain dan diri.

 

Drs. Julyvan Pertamawan, Psi.

Jawab:

Rin yang baik, Masalah Membenci Sosok Ayah karena Memergoki Ayah Berselingkuh.

Sebagai anak tertua, Rin memiliki tanggung jawab yang besar. Perannya sebagai pemimpin adik-adik adalah peran yang harus dijalani sejak lahir. Bagaimana Rin mengambil sikap dan mengambil keputusan terhadap permasalahan yang dijumpai. Sudah dapat dipastikan akan dijadikan contoh oleh adik-adiknya.

Membenci Sosok Ayah karena Memergoki Ayah Berselingkuh.

Sehubungan dengan temuan selingkuh Ayah di HP, memang sangat mengganggu. Setidaknya, sejak usia 12 tahun (SD kelas 6). Rin telah meletakkan beban masalah dan membangun kebencian pada figur Ayah.

Itu berarti selama lebih kurang 7 tahun, kenyataan Ayah yang selingkuh, mempengaruhi sudut pandang, cara berpikir, dan emosi Rin.

Itu semua menguras energi yang besar dan sudah dapat diperkirakan menyebabkan rasa lelah. Lelah lahir batin. Curiga dan prasangka mempengaruhi setiap interaksi dengan hampir semua orang. Termasuk dengan pacar.

Apakah beban ini akan terus Rin bawa sampai usia lanjut?

Menempatkan diri sebagai Subyek

Sebuah pendekatan yang bisa saya sarankan, Rin dapat mencoba menempatkan diri sebagai Subyek.

Kenapa demikian?

Karena, setiap kali Rin mengingat kejadian penemuan perselingkuhan yang dilakukan Ayah, Rin menempatkan diri sebagai obyek yang menerima dampak dari perselingkuhan itu. Setiap kali Rin berpikir untuk menjadi seorang kakak yang baik, Rin sebenarnya menempatkan diri sebagai seorang pelaksana peran seorang kakak yang baik.

Setiap kali bertemu dengan pacar, Rin juga menempatkan diri sebagai obyek yang menderita karena takut akan menjadi korban perselingkuhan. Semua itu, membuat Rin sebagai obyek. Bukan subyek. 

Bila saja Rin bisa menempatkan diri sebagai subyek, maka Rin akan bersikap lain pada diri sendiri.

Ketika mengingat perselingkuhan yang dilakukan Ayah, saya sarankan untuk berkata dalam hati:

“Ayah juga seorang manusia yang tidak luput dari kesalahan. Seburuk-buruknya perselingkuhan yang Saya temukan, itu bukan tanggung jawab Saya. Itu tanggung jawab Ayah.”

Saat berusaha menjadi kakak yang baik, saya sarankan untuk membuat pernyataan diri:

“Adik-adik tidak boleh diberi contoh untuk memendam dendam dan marah pada Ayah. Adik-adik harus saya ajak untuk berpikir obyektif. Bersama adik-adik, saya akan berusaha meng-ikhlas-kan dan memaafkan. Beban yang berat selama ini saya bawa, bukan beban diri saya sendiri.”

Saat bertemu pacar, sebaiknya katakan dalam hati:

“Pacar saya tidak sama dengan Ayah. Semoga Allah SWT memberikan jodoh yang baik dan mampu menjadi Imam saya. Amin.”

Demikian saran saya.

Semoga membantu.

Salam Bahagia,

Konsultasi sebelumnya tentang:

Masalah kurang memiliki motivasi diri untuk menjadi lebih baik.


Ceritakan Masalah Pribadimu Secara Rahasia dan Anonim.

Silakan mengisi kuesioner singkat untuk memberikan beberapa latar belakang umum tentang Anda dan isu-isu yang ingin Anda bahas dalam konseling.

Data ini akan membantu PsyLine.id Psikologi Online mencocokkan Anda dengan Psikolog yang paling cocok untuk Anda.
Jawaban jujur Anda juga akan memberikan Psikolog untuk mengenal latar belakang Anda sehingga dapat memberikan saran yang relefan.

Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya, dan hanya dipergunakan untuk membantu Anda menjadi lebih baik.

Klik Link di Bawah ini:

Konsultasi Psikologi Gratis.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Tentang Penulis

Drs. Julyvan Pertamawan, Psi

Aktif di Himpsi Jaya (www.himpsijaya.org) dan Iluni Psikologi Universitas Indonesia.

Bagikan Artikel Ini:

Terkait

Tinggalkan Balasan