Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Bekerja Sesuai Dengan Passion

Karir & Perusahaan | 1892 Views

Pentingnya Bekerja Sesuai Dengan Passion dan Hasrat Kita.

12 Agustus 2017 | Penulis: Hesti Nur Lestari, S.Psi, MM, Psikolog.

Di dunia kerja, saya terkadang bertemu orang-orang yang terus bertahan di pekerjaan yang sebenarnya tidak mereka nikmati. Dengan keyakinan bahwa mereka tidak punya pilihan dan tidak punya kesempatan lain di luar sana. Pentingnya Bekerja Sesuai Dengan Passion Kita.

Mereka terus mengeluh dan merasa pekerjaan mereka hanyalah sekumpulan tugas dan rutinitas yang harus diselesaikan. Mereka bekerja sekedar untuk survive atau sekedar agar tidak dipecat. Kalau sudah begini, jangankan menikmati pekerjaan. Stress dan burn out malah datang yang akhirnya berbuah apathy.

Namun sebelum bicara lebih lanjut tentang Pentingnya Bekerja Dengan Passion Kita, Silahkan baca Juga:

Bekerja Dengan Passion. Tapi, Tahukah Apa Itu Passion?

Tidak ada lagi excitement, tidak ada motivasi untuk melakukan lebih dari standar. Apalagi memikirkan inovasi atau breakthrough di pekerjaan. Kalau sudah begini, bagaimana prestasi kerjanya bisa unggul?

Di sisi lain, saya juga menjumpai orang-orang yang berprestasi di pekerjaan yang menurut mereka sebenarnya tidak mereka nikmati. Buat mereka pembicaraan tentang passion dan perasaan mereka dalam pekerjaan adalah obrolan yang tidak relevan. Karena buat mereka, pekerjaan bukanlah tentang suka atau tidak, menikmati atau tidak.

Pentingnya Bekerja Sesuai Dengan Passion Kita.

Apa itu passion dan pentingnya bekerja sesuai dengan passion

Mereka meninggalkan passion mereka di luar pekerjaan. Mereka adalah “profesional sejati”. Orang-orang hebat yang memang punya kapabilitas besar dalam diri mereka. Orang yang menjalani pekerjaannya dengan rasional, penuh komitmen dan tanggung jawab.

Regardless of how they feel about it.

Mereka biasanya mencari kesenangan dari hal-hal di luar pekerjaan. Dan mereka mendapatkan kepuasan dari hal-hal yang bersifat eksternal. Seperti gaji atau fee yang diterima, fasilitas yang menjamin pemenuhan kebutuhan dan gaya hidup yang nyaman. Prestige jabatan, atau pengakuan perusahaan dan rekan-rekan akan prestasi mereka.

Yah, ini memang sebuah option, namun saya tergoda untuk berpikir. Jika mereka bisa mencapai prestasi dalam pekerjaan yang tidak mereka nikmati. Bayangkan bagaimana cemerlangnya mereka bila sejak awal berfokus pada pekerjaan yang memang sejalan dengan passion mereka. Sehingga bisa mengeluarkan semua potensi dan kapasitas yang ada di dalam diri mereka secara optimal.

Bekerja Sesuai Dengan Passion sebagai hasrat terpendam

Ada orang-orang yang menyimpan passionnya sebagai “hasrat atau impian terpendam”. Passion dianggap terlalu muluk untuk diungkapkan, ‘impractical’. Tidak realistis atau tidak ada peluang untuk bisa jadi kenyataan. Mereka melakukan pekerjaan-pekerjaan yang jauh dari passion mereka. Melalui hari demi hari tanpa pernah tahu apakah sebenarnya mereka bisa mewujudkannya.

Apa itu passion dan pentingnya bekerja sesuai dengan passion

Bahkan, terkadang sukses yang diraih pun hanya membuat mereka semakin jauh dari passion mereka. Hingga, pada akhirnya, mereka memang kehabisan waktu untuk mendalami apa yang diperlukan ke tingkat yang memungkinkan.

Mereka hanya bisa melamunkan “hasrat yang terkubur”, atau “impian-impian yang kandas”

Yang lebih parah, ada yang memproyeksikannya pada anak-anak mereka. Anak-anak yang dibentuk dan dipaksa untuk mewujudkan hasrat atau impian terpendam orangtuanya.

Jadi, jika saat ini kamu belum tahu apa passion kamu sebenarnya, belum terlambat untuk berusaha menemukannya. Selagi muda, selagi belum melangkah jauh. Explore the world, explore yourselves, dig deeper, listen to your heart, and find your true passion.

Why bother? Kalau kamu percaya konsep “soul over body”, saat kita melakukan sesuatu ‘soulfully’; dengan penuh antusiasme, excitement dan enjoyment, energi kita akan lebih melimpah. Tubuh dan pikiran seperti terpacu untuk terus “on” dan fokus.

Naturally hasilnya pun lebih bagus daripada sesuatu yang kita lakukan sekadarnya saja atau semata karena memenuhi tugas. Passion can bring out the best in you, the best of you.

“Do what you love to do, find someone who’s willing to pay you for it. Then you’ll never have to work a single day of your life”. Itulah bekerja dengan passion.

Namun Apabila Anda memiliki masalah dengan masalah Bullying dan ingin berbagi curahan hati namun bingung harus curhat kepada siapa. Anda dapat Konsultasi di PSYLine.id. Psikologi Online Indonesia.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Salam bahagia.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

Kumpulan Biografi Psikolog Indonesia yang Terkenal.

Tentang Penulis

Hesti Nur Lestari, S.Psi, MM, Psikolog.

Psikolog lulusan Universitas Indonesia,
Magister Business Management dari IPMI International Business School
Konsultan, Trainer, Asesor, Konselor, Aktivis Sosial
Ibu yang bangga dari 3 anak keren, life-long learner & penikmat seni.

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan