Menjadi Orangtua yang Cerewet itu Penting! Kenapa?

Diposting: 17 Mei 2017 | Kategori Artikel: Pendidikan & Anak

Dilihat: 1995 kali.

Penulis: Wulan Arumbi

Orangtua mana sih yang tidak ingin anaknya sukses di masa mendatang? Jadi, jika segala daya upaya dilakukan untuk mendukung kesuksesan anaknya. Sejak mereka berusia dini sehingga Orangtua yang Cerewet mengatur ini itu adalah sesuatu yang lumrah. Karena Orangtua yang Cerewet itu banyak manfaatnya.

University of Essex Inggris melakukan riset terhadap lebih dari 15.000 orang perempuan usia 12-14 tahun. Mereka menemukan fakta bahwa ibu yang cerewet dan menerapkan standar tinggi pada anaknya, berimplikasi positif bagi si anak perempuan. Mereka cenderung lebih sukses dalam studi maupun karir kedepannya ketimbang anak perempuan yang dibesarkan ibu yang pendiam dan pasif.

Cerewet yang dimaksudkan di sini adalah cerewet yang tujuannya semata-mata demi kebaikan orang yang dicerewetin. Tanpa ada penghinaan dan cemohan didalamnya.

Cerewet yang tidak perlu dan harus dihindari adalah cerewet yang tidak memiliki tujuan yang jelas. Cerewet yang mengandung kritik yang pedas dan penghinaan dalam setiap ucapannya. Cerewet yang  tujuannya hanyalah merendahkan orang yang dicereweti.

baca juga:

Rahasia Keajaiban Pelukan Orangtua Bagi Anak. Tips memeluk anak

Menjadi Orangtua yang Cerewet itu Penting.

Menjadi Orangtua yang Cerewet itu Penting

Beberapa fakta berikut menunjukkan kecerewetan orangtua berpengaruh baik pada anak

  1. Cerewet memberi harapan tinggi

    Menurut salah satu peneliti, Ericka Rascon-Ramirez, harapan yang tinggi pada anak untuk bersekolah dan mencapai kesuksesan berasal dari orangtua. Terutama Ibu. Karena ibu adalah pendorong utama semangat anak dalam hal ini. Peran ibu yang sentral ini juga akan membantu bagaimana anak perempuan memandang hubungan dengan pria kelak ketika sudah besar.

  2. Orangtua Cerewet, Bayi Lebih Cepat Bicara

    Sebuah penelitian lain yang dilakukan di Universitas Chicago menyebutkan bahwa orangtua yang cerewet, alias lincah berbicara dengan disertai gerakan tangan dan mimik wajah akan lebih cepat ditangkap bayi dan ditirukan. Sehingga bayinya lebih cepat bicara.

    Pada gilirannya, banyaknya informasi yang terserap akan membuat anak lebih cerdas.

  3. Cerewet membentuk kebiasaan baik

    Sesuatu yang dilakukan dengan teratur memang membosankan, tetapi demi kebaikan anak, kita harus lebih sedikit memaksa diri,ya.

    Misalnya kecerewetan kita dalam membiasakan gosok gigi. Berikan pengertian kepada anak terus menerus bahwa sisa makanan yang masih menempel di gigi akan menjadikan gigi menjadi sensitif. Lama – kelamaan menjadi berlubang.

    Kalau sudah berlubang, dan ada sisa makanan yang bermukim di gigi berlubang tersebut, sangat berbahaya  Karena syaraf gigi kita sangat berdekatan dengan syaraf otak. Gigi juga akan terlihat kuning seperti biji jagung.

  4. Orangtua yang Cerewet Kurangi Risiko Pernikahan Dini

    Orangtua yang cerewet akan memperkecil peluang kehamilan di usia remaja. Karena menjadi ibu di usia remaja berarti meninggalkan sekolah lebih dini dan kehilangan peluang untuk masa depannya.

    Yang lebih buruk lagi usia yang masih terlalu dini membuatnya belum matang menentukan siapa pendamping terbaik dalam hidupnya.

    Pendekatan sangat halus yang dilakukan oleh sang ibu melalui kata-kata yang dicerewetkannya selalu terngiang di kepala sang anak. Dan akhirnya, memengaruhi setiap pilihan hidup dan penentu langkahnya untuk memutuskan yang terbaik.

  5. Memperkecil anak melakukan hal buruk semasa sekolah

    Ibu yang berpotensi paling cerewet dan bertindak sangat menganggu karena umumnya. Sang ibu akan menekan anaknya dengan menetapkan standar tinggi di bidang akademis.
    Menjadi Orangtua yang Cerewet itu Penting
    Meski begitu,hasilnya pun tidak main-main. Penelitian menunjukan bahwa Orangtua yang cerewet demi kebaikan sang anak dan masa depannya, ternyata memperkecil kemungkinan anaknya melakukan hal buruk semasa sekolah.

  6. Wanita cerewet adalah calon ibu yang hebat

    Ibu berperan dalam membentuk karakter anak-anaknya. Dan di sana ada tugas berat untuk mengajari dan memuaskan rasa ingin tahu anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Tentu untuk bisa melakukan itu semua, diperlukan berbagai macam keahlian. Dan keahlian berbicara jadi salah satu yang terpenting.

    Salah satu tugas seorang wanita sebagai seorang ibu adalah untuk mendidik anak-anaknya. Bagaimana jadinya jika seorang ibu tak mampu memuaskan dan mengarahkan rasa ingin tahu seorang anak. Akan jadi apa anak-anak tersebut nantinya? Jadi, jika ibu, istri, saudara perempuan, atau calon istri pembaca termasuk dalam kategori cerewet. Anda termasuk beruntung Selama cerewetnya tidak berlebihan, lho!

  7. Cerewet tanda sayang

    Cerewet  merupakan tanda sayang seorang orangtua terhadap anda. Karena mereka kelak menginginkanmu menjadi anak yang  sukses dikemudian hari.

    Saat Anda menjadi orang tua nanti, Anda pasti akan melakukan hal yang sama. Saat anak sakit, orang tua jauh lebih sakit. Saat hidup anak berantakan ketika dewasa, percayalah, orang tua Anda akan sangat terluka dan akan menyalahkan diri mereka.

    Maka wajar jika saat Anda sudah dewasa, orang tua tetap cerewet. Ada yang bilang, setua apapun usia anak, di mata orang tua, Anda tetaplah anak kecil yang harus dijaga.

  8. Cerewet membuat anak mandiri

    Memasuki usia ABG terkadang anak mulai berani membantah dan lebih percaya dengan teman. Bahkan membandingkan kita dengan  orangtua teman yang lebih longgar dan banyak memberikan kebebasan kepada anaknya.

    Sebagai orangtua kita harus tegas. Sebelum memasuki usi remaja berikan pengertian apa yang menjadi hak dan kewajibannya sebagai anak. Termasuk dalam soal ibadah. Tidak bisa kita beranggapan kalau sudah besar akan mengerti sendiri. Pembiasaan sejak dini sangat penting.

    Berikan tugas-tugas kecil untuk melatih kemandiriannya. Seperti mencuci sepatu dan bajunya sendiri, menyapu, membersihkan kamar. Sehingga ia juga tahu bahwa bekerjasama dengan anggota keluarga lain akan membuat pekerjaan cepat selesai.

  9. Anak lebih hormat dan terbuka

    Kecerewetan kita melatih anak untuk minta izin ketika keluar rumah, keluar masuk rumah harus memberi salam. Bilang permisi ketika lewat di depan orang lama kelamaan akan dilakukan anak sampai ia dewasa. Sehingga ketika ia pulang ke rumah dengan sendirinya akan memberi salam. Kemudian bercerita apa saja tentang kejadian selama keluar rumah tanpa kita harus menanyainya.

    Hal tersebut melatih anak untuk terbuka dan memiliki kedekatan dengan orangtua. Akhirnya anak pun bisa terpantau dengan aman.

Kesimpulannya, jika anda adalah orangtua yang cerewet, teruskan hal tersebut. Asalkan cerewet yang positif, hal ini akan sangat baik untuk perkembangan anak. Karena Menjadi Orangtua yang Cerewet itu Penting.

PsyLine.id Psikologi Online untuk Indonesia.

Salam bahagia..

Artikel sebelumnya:

Narsis adalah Gangguan Kejiwaan yang harus diobati

Tentang Penulis

Wulan Arumbi

Seorang Guru dan ibu bahagia yang selalu ingin belajar.
Lulusan Fakultas Sastra Universitas Sebelas Maret Solo.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog