Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Pemicu Konflik Suami Istri

Keluarga & Pernikahan | 1255 Views

Stop Lakukan Tindakan Pemicu Konflik Suami Istri Ini!

10 April 2017 | Penulis: Wulan Arumbi

Harapan setiap pasangan muda yang memasuki dunia pernikahan adalah kehidupan yang diliputi kententraman, kenyamanan,kelembutan,dinamis, dan saling pengertian. Sehingga mendapatkan keturunan yang tumbuh dalam kehangatan, kasih sayang, kebahagiaan, dan ketenangan. Tanpa ada Pemicu Konflik Suami Istri.

Suatu gambaran keluarga yang harmonis dan ideal. Di dalamnya diisi oleh pribadi-pribadi yang saleh secara spiritual serta tercukupinya kebutuhan pokok berupa sandang, pangan, dan papan (tempat tinggal).

Pada kenyataannya perjalanan pernikahan terkadang tidak semulus yang kita harapkan. Pernikahan yang terjalin sampai usia senja, bahkan sampai salah satu pasangan meninggalkan dunia. Bukan berarti tidak diterpa persoalan.

Tentunya setiap keluarga memiliki karakter berbeda dalam mengelola persoalannya. Waktu yang akan membuktikan apakah persoalan itu membuat pernikahan berakhir atau sebaliknya persoalanlah yang mempererat pernikahan.

Pernikahan bukanlah permainan.

Bagi sahabat yang belum menikah, ada baiknya memperlajari dahulu apa saja yang boleh dan tidak boleh diabaikan dalam pernikahan. Tanggung jawab pernikahan melibatkan keluarga besar dan masa depan keluarga kecil yang Anda bangun.

Bahkan tanggung jawab di hadapan Allah SWT. Bagi yang sudah menikah tidak ada kata terlambat untuk terus belajar dan memperbaiki diri.

Hal-hal  Pemicu Konflik Suami Istri.

Cinta itu ibarat bunga, ketika tidak kita siram dan pupuk, ia akan layu dan pada akhirnya mati. Keseimbangan, keselarasan dan kasih sayang harus selalu dijaga. Persoalan akan datang silih berganti. Kita bisa lolos apabila dikelola dengan baik dan hindarilah beberapa tindakan Pemicu Konflik Suami Istri berikut ini. Agar pernikahan anda tetap sehat.

Hal-hal Pemicu Konflik Suami Istri dibawah ini yang biasa dapat memecahkan rumah tangga Anda dari PsyLine.id Psikologi Online:

    1. Terbiasa mengeluarkan cacian, makian, dan sumpah serapah.

      Ketika  masalah hadir jangan menyambutnya dengan emosi.  Caci maki harus dihindarkan. Karena kalimat cacian dan makian akan menancap dalam hati, dan bisa jadi akan sangat membekas. Sehingga akan sangat sulit untuk bisa mengobatinya.

      Jika semacam ini terjadi, sulit untuk membangun keluarga yang sakinah.

      Lebih parahnya lagi mencaci orangtua yang dipicu kesalahan yang dilakukan pasangan. Sangat fatal akibatnya dan termasuk dosa yang nyata. Gunakanlah hanya kata-kata lembut dan sopan kepada pasangan dan anak-anak Anda. Maka Anda akan bisa selalu merasakan kebahagian senantiasa menyelimuti keluarga Anda.

    2. Melibatkan pihak yang kurang tepat sehingga terkesan mengadu domba.

      Kita perlu berhati-hati dalam membicarakan masalah rumah tangga. Ketika seorang istri memiliki masalah dengan suaminya. Kemudian dia ceritakan kepada orang tua istri, muncullah rasa kasihan dari orang tuanya.

      Namun tidak sampai di sini, orang tua istri dan suami akhirnya menjadi bermusuhan. Orang tua istri merasa harga dirinya dilecehkan karena putrinya didzalimi anak orang lain. Sementara suami menganggap mertuanya terlalu ikut campur urusan keluarganya.

      Bukannya solusi yang dia dapatkan. Namun masalah baru yang justru lebih parah dibandingkan sebelumnya.

    3. Mementingkan diri sendiri.

      Egois adalah musuh utama dalam pernikahan. Bahkan bisa dibilang sebagai Pemicu Konflik Suami Istri paling utama. Bila tetap anda lestarikan akan berbahaya dan berakibat fatal.

      Anda dikatakan egois apabila:

      • Lebih sering menerima daripada memberi.

        Apakah Anda  terlalu menuntut kepada pasangan Anda untuk menuruti segala kemauan Anda? Apakah Anda jarang memberi perhatian kepadanya? Bila jawabannya ya, maka anda egois.

        Segeralah berubah bila Anda masih mengasihinya. Berikan sesuatu kepada pasangan Anda, dan bantu atau gantikan tugas yang selama ini sering dikerjakan olehnya.

      • Mendikte pasangan secara berlebihan.

        Pasangan Anda bukanlah anak kecil, hindari mendiktenya secara berlebihan. Jangan menganggap bahwa diri Andalah yang paling benar dan tahu segalanya. Diskusikan dengan baik dan bijak. Dengarkan kata hatinya.

      • Hanya berfokus pada kepentingan Anda.

        Sebisa mungkin hindari berfokus pada kepentingan pribadi Anda. Di dalam kehidupan rumah tangga yang sehat hanya ada satu kepentingan, yaitu kepentingan keluarga. Perhatikan kepentingan rumah tangga Anda. Seperti: kesehatan, pendidikan, pakaian, makanan, tempat tinggal, dan sebagainya.

      • Kurang berempati.

        Perhatikan kondisi keluarga Anda. Apakah ada di antara mereka yang saat ini sedang mengalami kesulitan. Berempatilah kepada pasangan Anda. Dia adalah orang lain yang bersedia hidup bersama dengan Anda untuk menjadi rekan dan penolong Anda.

      • Tidak menghargai kegemaran pasangan.

        Meskipun Anda tidak menyukai kegemarannya, bukan berarti Anda bisa dengan leluasa mengkritik dan tidak menghargainya. Tunjukkanlah penghargaan Anda terhadap kegemaran pasangan Anda, karena dengan cara demikian pasangan Anda pasti akan menghargai Anda juga.

    4. Terbiasa bohong.

      Memupuk kebohongan akan memunculkan masalah besar di kemudian hari. Entah itu karena faktor ekonomi atau karena perselingkuhan. Ingatlah kembali, bahwa pernikahan yang Anda bangun bersama pasangan adalah keinginan Anda berdua.

      Pernikahan Anda bersama pasangan bukanlah sesuatu yang dapat dipermainkan. Jujurlah selalu dalam segala hal. Sehingga pertengkaran tidak pernah bisa memiliki kesempatan untuk menghancurkan pernikahan Anda. Dan Jadi Pemicu Konflik Suami Istri

    5. Mengabaikan tanggung jawab.

      Pasangan menikah harus membicarakan  pembagian tugas yang jelas dalam melakoni perannya. Sebagai suami, bertanggung jawablah terhadap kesejahteraan dan keamanan keluarga Anda. Sebagai istri, bertanggung jawablah terhadap keluarga, kesehatan, dan pendidikan anak-anak Anda.

      Pastikanlah bahwa suami dan istri dapat berjalan berdampingan dan bahu membahu saling membantu dalam segala hal.

    6. Memelihara malas.

      Kesulitan ekonomi bisa jadi berkaitan dengan kemalasan. Pada akhirnya menimbulkan berbagai macam pertengkaran dalam rumah tangga. Usahakanlah untuk menghindari kemalasan.

      Suami dan istri harus bisa bersama-sama bekerja keras demi mewujudkan keluarga yang bahagia dan tercukupi kebutuhan lahir dan batinnya.

    7. Pasif terhadap pasangan.

      Pasangan yang pasif memang sangat menjengkelkan sekali. Mereka yang memiliki sikap demikian tidak memiliki hasrat dan semangat untuk mewujudkan keluarga yang bahagia dan cenderung membebani pasangannya. Hal itu dapat memicu terjadinya pertengkaran.

      Oleh karena itu, segera bangkit dan bersemangatlah. Isilah hari-hari Anda dengan keceriaan. Bantu seluruh anggota keluarga Anda untuk bisa merasakan semangat serupa.

    8. Kurangnya komunikasi.

      Resep utama dalam menyelesaikan konflik apa pun adalah komunikasi. Saat kita membuat dinding batas dengan pasangan, secara otomatis kita menutup kemungkinan untuk menyelesaikan masalah ketika terjadi konflik.

      Jika komunikasi kurang, maka sudah hampir dapat dipastikan akan terjadi ketimpangan dalam rumah tangga. Hal tersebut juga bisa memicu salah satu pihak merasa tidak dihargai, atau kesalahpahaman yang terjadi terus menerus.

    9. Selalu Menghindari Konflik.

      Konflik itu tak seharusnya dihindari, tetapi diselesaikan. Karena jika kita terus-menerus menghindari konflik dengan pasangan dengan cara mengalah dan membenarkan apa yang sebenarnya salah.

      Hal itu justru hanya akan membuat kita menyalakan bom waktu. Karena menghindar hanya akan membuat kalian tidak pernah belajar.

    10. Selalu Bermusuhan dan Mendominasi.

      Bertengkar dan mempermasalahkan semua hal. Biasanya terjadi jika pasangan ingin memegang kendali dalam hubungan tanpa mau mendengarkan apa kata pasangannya dan tak pernah berempati.

      Salah satu hal yang paling jelas adalah karena setiap pasangan biasa menyalahkan. Entah karena suami sering menunjuk istri ataupun sebaliknya, hingga perdebatan dimulai. Sebab, tak semua konflik berdampak positif. Terlebih bagi mereka yang tak mau saling mengoreksi diri masing-masing.

      Jadi, kita harus belajar untuk mempertimbangkan argumen dan perselisihan dari perspektif yang objektif. Kemudian cobalah untuk mendengarkan pandangan orang yang mereka cintai.

Masalah adalah hal yang lumrah terjadi dalam pernikahan. Segala permasalahan yang menghadang akan dapat segera diatasi dengan mudah jika anda pasangan yang solid. Hindari dari Pemicu Konflik Suami Istri.

Salam Bahagia..

Artikel sebelumnya membahas tentang: 6 Tips Agar Lulus Psikotes. Jangan takut menghadapinya.

Tentang Penulis

Wulan Arumbi

Seorang Guru dan ibu bahagia yang selalu ingin belajar.
Lulusan Fakultas Sastra Universitas Sebelas Maret Solo.

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan