Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Anoreksia Gangguan Makan

Gaya Hidup & Sosial | 855 Views

Anoreksia Gangguan Makan Merupakan Indikasi Gangguan Psikis.

18 April 2017 | Penulis: Wulan Arumbi

Anoreksia Gangguan Makan Merupakan Indikasi Gangguan Psikis. Memiliki tubuh ideal adalah dambaan setiap orang. Propaganda di berbagai media telah membentuk opini tentang bentuk tubuh ideal. Propaganda itu yang pada akhirnya menjadi harapan setiap remaja sehingga rela melakukan apapun untuk mencapainya.

Nah, dari sinilah pola hidup termasuk pola makan mulai diperhatikan. Tetapi sayangnya tidak semua orang mengatur makannya dengan baik. Sehingga timbulah gangguan makanan.

Menurut para ahli, remaja putri lebih rentan mengalami gangguan makan jika dibandingkan dengan wanita usia dewasa atau bahkan dengan pria. Hal ini dikarenakan di kalangan remaja putri, banyak yang beranggapan bahwa perempuan cantik itu harus langsing.

Tidak memperhatikan apa yang dimakan atau bahkan terlalu memperhatikan makanan yang dimakan dapat memberikan efek yang sama buruknya.

Apa penyebab gangguan makan?

Penyebab terbesar gangguan makan pada remaja bahkan pada orang dewasa adalah:

  1. Tingkat Kepercayaan Diri yang Rendah.

    Rasa minder yang disebabkan karena merasa berpenampilan kurang menarik, akan membuat seseorang merasa kurang berharga. Sehingga beresiko menurunnya prestasi dalam belajar maupun bekerja.

    Mengubah pola makan dijadikan solusi untuk mengubah penampilan, sehingga kepercayaan diri kembali lagi.

  2. Terlalu Memikirkan Penampilan.

    Penampilan bukan satu-satunya tolak ukur ideal. Ada hal lain yag lebih berharga seperti kepandaian, tingkah laku, sopan santun serta cara berfikir yang baik ketimbang hanya menonjolkan penampilan fisik belaka. Jadi tidak perlu mati-matian mengabaikan makan anda.

  3. Keinginan untuk Meniru Tokoh Idola.

    Anda masih dalam tahap pencarian jati diri jika masih memusatkan penampilan menyerupai tokoh idola anda. Penampakan yang paling nyaman adalah menjadi diri sendiri. Tirulah hal yang positif dari idola, seperti kepribadiannya,prestasinya, bukan melulu gayanya saja.

  4. Takut Terhadap Peningkatan Berat Badan.

    Kekhawatiran akan kegemukan menjadi salah satu gangguan yang serius. Menurut para ahli, remaja putri lebih rentan mengalami gangguan makan jika dibandingkan dengan wanita usia dewasa atau bahkan dengan pria.

    Hal ini dikarenakan di kalangan remaja putri, banyak yang beranggapan bahwa perempuan cantik itu harus langsing.

    Terlalu takut dengan naiknya berat badan akan membuatmu gelisah di sepanjang waktu. Apabila tidak segera dihentikan bisa-bisa berat badanmu akan turun drastis tetapi karena frustasi.

  5. Kekecewaan yang Berlebihan.

    Rasa kecewa sebaiknya disalurkan dengan hal positif. Misalnya melakukan kegiatan bermanfaat seperti olahraga, membaca buku kesukaan. Jangan malah berburu mencari makanan.

  6. Depresi.

    Makan tak terkendali atau sebaliknya kehilangan nafsu makan  merupakan pertanda bahwa kamu sudah ada di taraf depresi. Jadi berhati-hatilah.

  7. Hubungan Dengan OrangTua.

    Menurut beberapa penelitian, anak-anak yang dibesarkan dengan pola asuh yang salah dapat menyebabkan anak-anak tersebut merasa keinginan yang diharapkan orang tua tidak sesuai dengan kebutuhan mereka.

    Anak dengan kondisi ini tidak belajar mengindentifikasi dorongan internal mereka. Faktor kepribadian seperti kurangnya rasa percaya diri juga cenderung membuat seorang anak menjadi perfeksionis.

Seperti yang kita lihat di atas, penyebab terbanyak dari gangguan makanan disebabkan oleh lingkungan.

Apa Itu Anoreksia Gangguan Makan?

Anoreksia Nervosa atau yang lebih sering disebut dengan anoreksia adalah gangguan psikologi yang berkaitan dengan makan dan berat badan ekstrim. Rasa takut akan kenaikan berat badan. Persepsi salah mengenai berat badan menjadi alasan penderita anoreksia melakukan diet ekstrim yang bisa membahayakan nyawanya.

Anoreksia

Secara mudah, arti anoreksia berarti “kehilangan nafsu makan”.

Namun pengertian tersebut sering menyesatkan, karena penderita mengalami hal yang lebih buruk dari kehilangan nafsu makan.

Penderita anoreksia selalu memprioritaskan pengendalian berat dan bentuk tubuh. Sehingga dia mengupayakan sesuatu yang cenderung ekstrem yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Penderia anoreksia memiliki ketakutan yang intens mengenai lemak. Sehingga mereka berusaha untuk memperbaiki dengan membatasi asupan makanan. Mereka juga cendrung berolahraga secara berlebihan untuk menurunkan berat badan.

Selain membatasi asupan makanan, ada juga penderita anoreksia yang menyalahgunakan obat pecahar, obat pembantu diet, diureticenema.  Obat tersebut untuk membantu mengeluarkan makanan yang baru saja ia makan.

Orang dengan anoreksia juga kadang melakukan hal yang diluar nalar dengan memutahkan makanan setelah makan. Obsesi mereka terhadap menurunkan berat badan sangat berlebihan.

Perasaan rendah diri, cemas, marah, selalu kekurangan, kesepian juga memberikan kontribusi terhadap terjadinya anoreksia.

Mereka yang mengalami masalah makan umumnya pernah mengalami sejarah buruk dalam hubungan pertemanan atau percintaan yaitu pernah dicampakan akibat kegemukan. Tekanan dari teman-teman dan lingkungan sekitar yang tampak langsing dan cantik secara fisik ikut memancing seseorang mengalami anoreksia.

Baca juga:

Binge Eating Kelainan Pola Makan yang Membuat Makan Berlebihan.

Anoreksia Gangguan Makan adalah Penyakit dengan tingkat mortalitas paling tinggi.

Gangguan makan anoreksia, hingga kini tercatat sebagai penyakit dengan tingkat mortalitas paling tinggi. Karena dapat mengakibatkan kegagalan fungsi penting dari organ-organ tubuh.

Yang paling ekstrim adalah sekitar 10 persen penderitanya melakukan bunuh diri.

Metode yang biasa dilakukan untuk menangani gangguan makan adalah dengan memberikan obat-obatan anti depresi untuk memperbaiki kondisi mental penderita. Setelah itu dilakukan psikoterapi, baik secara rawat inap maupun rawat jalan. Tujuannya untuk menanamkan kembali rasa percaya diri dan mengembalikan mereka ke pola makan normal.

Bagaimana Mengobati Anoreksia Gangguan Makan?

Seseorang yang penderita anoreksia mungkin akan membutuhkan pengobatan dari tim ahli. Tim ahli biasanya dari penyedia medis, penyedia layanan kesehatan mental atau ahli gizi. Tim ahli tersebut akan memberikan tips dan terapi untuk memulihkan gizi pada penderita anoreksia nervosa.

Tantangan dalam mengobati anoreksia adalah para penderitanya tidak benar-benar menginginkan pengobatan. Mereka beranggapan bahwa mereka tidak perlu menjalani pengobatan karena merasa dirinya hidup normal.

Mereka juga melihat anoreksia bukan sebagai penyakit melainkan pilihan gaya hidup. Pandangan tersebut merupakan hal yang perlu diperbaiki.

Ada beberapa langkah pengobatan yang bisa digunakan, diantaranya:

  1. Pengobatan dengan Rawat Inap dan Perawatan Medis.

    Pengobatan dengan rawat inap diperlukan oleh penderita anoreksia yang sudah level parah. Apabila anoreksia sudah menandakan adanya komplikasi medis, kondisi psikiatri yang berbahaya dan kondisi gizi yang buruk.
    Klinik spesialis biasanya memiliki program rawat inap yang memberikan pelayanan intensif bagi penderita anoreksia yang terus menolak untuk makan. Pada kasus yang parah, anoreksia memerlukan asupan makanan yang disalurkan melalui hidung dengan selang.
    Dengan rawat inap penderita anoreksia juga akan selalu dipantau kondisi jantungnya. Bagaimana keseimbangan elektrolitnya dan beberapa kondisi kesehatan yang tidak ideal yang memicu penurunan berat badan secara ekstrim.

  2. Melakukan Program Mengembalikan Berat Badan yang Sehat.

    Gangguan makan seperti anoreksia bisa dikurangi resikonya dengan mengembalikan berat badan yang ideal. Pemulihan nutrisi dapat dilakukan dengan program pola makan yang teratur.

    Dengan memperhatikan kebutuhan kalori harian guna mengembalikan berat badan yang ideal.

  3. Psikoterapi.

    Ada dua jenis terapi yang bermanfaat bagi penderita anoreksia:

    Family-based therapy / terapi berbasis keluarga.

    Anoreksia adalah gangguan emosional yang membutuhkan banyak dukungan dari orang lain. Keluarga menjadi tempat paling dekat untuk menjalankan terapi pemulihan anoreksia.

    Terapi ini diharapkan dapat membimbing remaja untuk memikirkan pilihan tentang asupan makanan dan kondisi kesehatan yang berkaitan dengan gangguan makan. Orangtua yang dibantu terapis dapat membantu anak mereka dengan pemulihan berat badan kondisi kesehatan membaik.

    Terapi individu.

    Terapi individu biasanya dilakukan oleh terapis terhadap pasien anoreksia. Bimbingan intens dibutuhkan untuk menormalkan pola makan dan pandangan mengenai berat badan yang ideal baik untuk kesehatan maupun bentuk tubuh.

  4. Menggunakan Obat.

    Sejauh ini belum ada obat yang disetujui oleh ahli medis untuk mengobati anoreksia. Hanya saja penggunaan obat seperti antidepresan. Atau beberapa jenis obat kejiwaan lainnya dapat meringankan depresi atau kecemasan yang juga memicu terjadinya anoreksia.
    Anoreksia bisa pulih jika melakukan terapi dan pengobatan yang tepat. Namun resiko kekambuhan juga tinggi apabila sering stress dan menghadapi kondisi seperti yang menjadi penyebab anoreksia.

  5. Menjalani Pengobatan Alternatif.

    Berbeda dengan pengobatan konvensional, pengobatan alternatif menggunakan pendekatan non-konvensional menjadi salah satu pengobatan komplementer untuk mengurangi resiko anoreksia.
    Berikut ini beberapa contoh pengobatan alternatif untuk anereksia :
    – Akupunktur.
    – Pijat.
    – Yoga.
    – Meditasi
    Pengobatan alternatif belum dipelajari dengan baik sebagai pengobatan untuk anoreksia, tetapi pengobatan alternatif dapat membantu mengurangi kecemasan yang memicu anoreksia.

    Pengobatan alternatif diatas memberikan rasa nyaman dan relaksasi tubuh yang mengurangi tekanan untuk memiliki bentuk tubuh yang ideal.

Penting untuk diperhatikan! Konsultasi dokter dibutuhkan untuk mengetahui apakah pengobatan alternatif anoreksia diatas berbahaya atau tidak. Ini karena pengobatan alamipun kadang belum tentu aman jika tidak dilakukan dengan benar.  Hubungi Dokter anda agar bisa memberikan pencerahan dan memberikan panduan serta arahan.

Mencegah Anoreksia Gangguan Makan.

Kata pepatah mencegah lebih baik daripada mengobati. Seseorang mungkin bisa mencegah terjadinya anoreksia tapi mungkin sulit untuk mencegah semua kasus anoreksia.

Tantangan terbesar datang pada diri sendiri karena orang dengan anoreksia menganggap ini bukanlah penyakit melainkan pilihan hidup.

Pendidikan kebiasaan makan sehat dan sikap realistis terhadap citra tubuh sejak dini akan membantu seseorang mengurangi resiko memiliki anoreksia.

Aktivitas relaksasi seperti meditasi atau yoga juga membantu seseorang mengurangi rasa stress terhadap tekanan dari lingkungan yang mempermasalahkan citra tubuh.

Kapan Seseorang Memerlukan Bantuan untuk Anoreksia?

Jika seseorang diduga memiliki anoreksia atau gangguan makan yang lain, sebaiknya langsung mencari bantuan medis secepatnya. Gangguan makan seperti anoreksia akan semakin berbahaya apabila tidak segera diobati. Bahkan penderita anoreksia bisa nekad untuk melakukan hal konyol.

Seperti percobaan bunuh diri karena merasa bersalah terhadap makanan yang dikonsumsi.

Bantuan psikolog, ahli gizi atau tim medis diharapkan akan memberikan panduan untuk menjalani hidup normal. Dengan panduan gizi dan kalori yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Akibat Anoreksia Gangguan Makan.

Berat badan penderita gangguan makan biasanya sangat ekstrim, bahkan sampai di bawah normal. Selain kurus, penderita gangguan makan juga terlihat memiliki rambut dan kuku tipis, serta kulit yang kering.

Gangguan makan terjadi karena perilaku makan berupa perilaku mengurangi makan hingga pada perilaku mengonsumsi makanan secara berlebihan.

Pola perilaku Anoreksia Gangguan Makan ini disebabkan oleh pengaruh tekanan atau disebabkan oleh beberapa faktor pengondisian bentuk tubuh tertentu.

Melihat akibat Anoreksia Gangguan Makan cukup fatal bagi kesehatan psikis. Maka sangat tidak bijak apabila masalah berat badan dijadikan tolak ukur hidup ideal. Anda tidak mau kan, memiliki tubuh idaman tetapi mudah depresi?

Mari hidup sehat yang seimbang dan sesuai kebutuhan seperti hidup bahagia ala PsyLine.id Psikologi Online.

Salam bahagia..

Artkel sebelumnya membahas tentang:

11 Manfaat Aquarium Bagi Kesehatan Jiwa Kita.

Tentang Penulis

Wulan Arumbi

Seorang Guru dan ibu bahagia yang selalu ingin belajar.
Lulusan Fakultas Sastra Universitas Sebelas Maret Solo.

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan