Konsultasi Gratis
Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Perbedaan Orangtua Bijak dan Biasa

Keluarga & Pernikahan, Pendidikan & Anak | 1097 Views

Perbedaan OrangTua Bijak dan Yang Biasa Saja

15 Maret 2018 | Penulis: Bayu Lebond

Menjadi Orangtua merupakan pekerjaan yang paling sulit di dunia. Kalau bekerja biasa, paling kita hanya membutuhkan waktu delapan hingga sembilan jam. Namun untuk menjadi orangtua kita harus bekerja 24 jam dalam sehari. 7 hari dalam seminggu dan bertahun-tahun. Hingga anak-anak kita bisa mandiri dan berkeluarga. Perbedaan OrangTua Bijak dan Yang Biasa Saja.

Walau mereka sudah berkeluarga pun, tugas kita sebagai orangtua tidak berhenti begitu saja. Mereka masih membutuhkan arahan dari kita. Bisa dibilang begitu kita sudah memiliki anak, maka kita akan menerima pekerjaan seumur hidup.

Karena sulitnya menjadi orangtua tersebutlah, terkadang kita lupa untuk menjadi orangtua yang baik.

Baca Juga:

Dimanakah Sekolah Tinggi OrangTua? Ada tidak ya?

Kita terlalu sibuk menginginkan menjadi orangtua yang sempurna dan akhirnya malah menjadi orangtua yang biasa saja. Memang cara menjadi orangtua berbeda-beda. Tetapi ada 11 kualitas yang dianggap bisa menjadikan kita sebagai orangtua yang baik serta membuat anak bisa menjadi baik pula.

Dilansir dari Bright Side akan memberikanmu 11 kualitas Perbedaan OrangTua Bijak dan Yang Biasa tersebut, dan kamu sebagai orangtua dari anak-anakmu bisa berkaca pada sikapmu selama ini.

11 Perbedaan OrangTua Bijak dan Yang Biasa Saja

  1. Memberikan Waktu Untuk Anak Berkembang

    Orangtua Biasa:
    Memiliki kebiasaan untuk menghabiskan waktunya untuk mengatur si anak. Mereka tidak membiarkan si anak untuk mempelajari dirinya sendiri. Jam segini harus ini, jam segini harus gitu, semuanya diatur.

    Orangtua Bijak:
    Orangtua yang bijak akan memberikan waktu untuk anak-anaknya untuk bisa berkembang.

  2. Melihat Masalah Dari Akarnya

    Orangtua Biasa:
    Hanya memperhatikan konsekuensi dari masalahnya tanpa mau mencari tahu akar dari masalahnya.

    Orangtua Bijak:
    Orangtua yang bijaksana melihat masalah anak-anak dari akarnya. Kenapa si anak bisa sampai melakukan ini dan itu.

  3. Memberi Pembelajaran, Bukan Jawaban

    Orangtua Biasa:
    Mungkin karena tidak memiliki waktu yang banyak untuk si anak, terkadang para orangtua memberikan jalan pintas bagi si anak. Yaitu memberikan jawaban untuk si anak. Padahal hal tersebut tidak akan mengajarkannya apa-apa kepada sang anak.

    Orangtua Bijak:
    Orang tua yang bijaksana akan membantunya mencari cara untuk menjawabnya. Sehingga akhirnya si anak bisa mengerti pokok permasalahannya.

  4. Memancing Untuk Berfikir

    Orangtua Biasa:
    Orang tua kebanyakan mungkin akan mengatakan kepada anaknya ketika mengalami kesulitan, “kamu kok enggak ngerti-ngerti!” Hal ini malah membuatnya tidak berpikir.

    Orangtua Bijak:
    Orang tua bijak seharusnya memberikan omongan yang membuat ia mau berpikir lebih keras seperti, “coba di pikir lagi, dan kamu pasti akan dapet jawabannya.”

  5. Tidak Membandingkan Dengan Anak Lain

    Orangtua Biasa:
    Kita mungkin sering mendengar para orangtua mengatakan, “Tuh lihat si Fulan bisa juara, masa kamu enggak bisa.” Maksud dari orang tua memang baik ingin mendorong anaknya agar bisa lebih maju seperti anak lain. Tapi yang tidak kita sadari adalah anak itu malah bukan termotivasi lho.

    Orangtua Bijak:
    Orangtua yang bijaksana dari pada membandingkan seperti itu, mereka akan dorong anaknya tanpa membandingkannya dengan anak lainnya. Karena anak kita berbeda dengan anak lain.

  6. Membiarkan Anak Melakukan Kesalahan

    Orangtua Biasa:
    Kebanyakan orangtua biasanya akan menjauhi kesalahan, entah apapun alasannya. Hal ini malah akan membuat si anak tidak bisa belajar dari pengalaman. Dan mereka malah akan melakukan kesalahan ketika sudah besar.

    Orangtua Bijak:
    Orang tua bijak membiarkan anaknya untuk melakukan kesalahan. Hal ini dilakukan agar si anak bisa belajar dari kesalahan tersebut.

  7. Membuat Anak Berfikir

    Orangtua Biasa:
    Hampir sama dengan yang nomor enam, para orangtua kebanyakan menghindari masalah tanpa membuat si anak berpikir.

    Orangtua Bijak:
    Orangtua bijak biasanya membuat si anak berpikir, dengan mengatakan, “pikirkan konsekuensinya!” maka anak akan berpikir lebih jauh kedepan.

  8. Tidak Menutupi Keburukan

    Orangtua Biasa:
    Orangtua pada umumnya, karena ingin sekali ingin menjadi contoh yang baik bagi anak-anak, maka mereka mengubah diri mereka seperti orang yang baik. Namun, pada akhirnya hal tersebut malah membuat anak mereka tidak percaya dengan hal itu dan melakukan sebaliknya.

    Orangtua Bijak:
    Orangtua bijak justru melakukan hal sesuai apa yang biasanya mereka lakukan. Mereka tidak menutup-nutupi keburukannya di depan anak-anaknya.

  9. Mengerti Anak

    Orangtua Biasa:
    Tapi orangtua kebanyakan berpikir bahwa mereka adalah guru yang tahu segalanya. Sehingga mereka mengajarkan anak dengan cara yang sama.

    Orangtua Bijak:
    Orangtua bijak biasanya bisa lebih mengerti si anak, bahwa ia bisa melakukannya lebih baik dari yang orangtua lakukan.

  10. Menjelaskan Baik Buruk Sesuatu

    Orangtua Biasa:
    Orangtua kebanyakan menunjukkan jalan atau apa yang harus mereka lakukan. Namun mereka tidak menjelaskannya.

    Orangtua Bijak:
    Tetapi, orangtua yang bijak biasanya memberikan opsi dan menjelaskan kenapa hal itu baik dan tidak baik. Sehingga anak mengerti alasannya.

  11. Membebaskan Anak Mengungkapkan Pendapatnya

    Orangtua Biasa:
    Bukannya membiarkan sang anak bicara, orangtua kebanyakan malah membungkam anak. Hal ini menyebabkan ia tidak mudah dalam mengungkapkan hal yang ingin ia sampaikan. Akhirnya malah pada saat dewasa si anak menjadi anak yang tidak percaya diri.

    Orangtua Bijak:
    Orangtua bijaksana akan mendengarkan pendapat anak sehingga akan terjalin komunikasi yang sehat.

Dilansir dari Bright Side, semoga bermanfaat.

Salam Bahagia.

PSYLine.id Psikologi Online Indonesia

Bila Anda ada permasalahan yang mirip Cara Psikolog Mengurangi Stress Mereka Sendiri Ala Psikolog Profesional PSYLine.id, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Bergabunglah dengan kami di Media Sosial PSYLine.id Klik Tautan Berikut Ini:

comfort.

Bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

Tips Cara Mendeteksi Depresi Pada Anak Sejak Dini.

Tentang Penulis

Bayu Lebond

Seorang yang sok Seniman
Rocker yang sayang keluarga
Pecinta Wayang Jawa
#WhySoSerious

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan