Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Perencanaan Karir Bermimpi untuk bergabung di perusahaan besar

Karir & Perusahaan | 432 Views

Perencanaan Karir: Bermimpi untuk Bergabung Di Perusahaan Besar

5 Desember 2017 | Penulis: Hesti Nur Lestari, S.Psi, MM, Psikolog.

Are You Dreaming of Joining ‘The Big Club’? Masih banyak Fresh Graduate bermimpi bergabung di perusahaan besar. Perusahaan-perusahaan besar, nasional maupun multinasional, sering dipandang laksana klub eksklusif. Perusahaan yang demikian yang menjamin kesejahteraan dan kenyamanan hidup kita. Perusahaan itu juga menjanjikan status, prestise serta prospek masa depan yang cerah bagi para karyawannya.

Bermimpi untuk Bergabung Di Perusahaan Besar

Terlebih, perusahaan yang rutin masuk daftar penerima penghargaan. Semacam “The Most Admired Companies” atau “The Best Employers”. Tak heran banyak orang berebut untuk bisa diterima jadi karyawannya. Mereka beranggapan jika sudah bisa masuk, ‘amanlah’ sudah rasanya hidup kita.

Secara sadar atau tidak, kebanyakan karyawan menyandarkan hidup dan pengembangan diri mereka sepenuhnya kepada perusahaan tempat mereka bekerja.

Apa itu perusahaan Besar?

Definisi “perusahaan besar” sendiri berbeda-beda dari satu negara ke negara yang lain. Yang sering dijadikan ukuran besar-kecilnya perusahaan adalah jumlah karyawan. Selain itu juga jumlah pendapatan dan aset.

Di Indonesia, Badan Pusat Statistik mengkategorikan perusahaan yang memiliki tenaga kerja 100 orang atau lebih sebagai industri besar (www.bps.go.id). Di negara lain, definisi perusahaan besar adalah yang memiliki karyawan di atas 200 orang (Australia). 250 orang (Uni Eropa), dan 500 orang (US).

Selain perusahaan swasta, perusahaan-perusahaan besar milik negara dalam berbagai industri juga semakin diminati. Khususnya oleh fresh graduates. Banyak BUMN (Badan Usaha Milik Negara) saat ini yang dikelola dengan standar profesionalitas yang semakin baik. Termasuk dalam hal sistem remunerasi atau reward system (penetapan gaji, penghargaan dan fasilitas bagi karyawan). Pengembangan karyawan juga semakin kompetitif. Tidak sedikit yang setara atau bahkan lebih baik dari perusahaan swasta.

Perbandingan Pencari Kerja dengan Lowongan yang adadi perusahaan besar

Yang menjadi concern, peluang kerja di perusahaan-perusahaan besar itu tidak sebanding dengan pertumbuhan jumlah lulusan yang mencari kerja. Akibatnya, banyak sekali fresh graduates yang bersaing keras untuk bisa masuk ke perusahaan besar. Namun tidak kunjung mendapatkan pekerjaan yang diidamkan.

Saat perusahaan besar memasang iklan lowongan kerja untuk entry-level positions yang terbuka bagi fresh graduates. Untuk satu posisi yang diiklankan, katakanlah, terdapat 1.000 orang pelamar (pada aktualnya bisa lebih dari itu). Berarti, peluang seorang pelamar untuk mendapatkan posisi tersebut adalah 1/1.000 atau 0,1%.

Proses seleksinya juga umumnya panjang dan memakan waktu relatif lama. Dengan melalui berbagai tahapan dan proses yang berjenjang, dengan kemungkinan gugur di sepanjang prosesnya.

Bukan berarti kamu sebaiknya tidak ikut bersaing untuk masuk ke perusahaan besar, lho. Go ahead, have your chance. Rugi juga kalau tidak memanfaatkan peluang yang ada. Terutama, buat para fresh graduates yang memiliki prestasi yang mudah dilihat. Seperti IPK tinggi, lulus cumlaude, juara ini-itu, aktif di sana-sini, ditambah lulus dari perguruan tinggi ternama.

Mereka ini CV-nya bisa langsung dipilih untuk ikut seleksi lebih lanjut. Namun demikian, bukan sikap yang cerdas kalau kita menggantungkan nasib karir dan masa depan hanya pada jalan yang peluang keberhasilannya begitu kecil, kan?

Inilah pentingnya memiliki rencana alternatif dan tetap bersikap terbuka terhadap berbagai peluang yang ada.

Terkadang untuk sampai ke tempat idaman, kita harus melalui jalan berputar

Seorang lulusan lulusan psikologi, misalnya, ingin bekerja di perusahaan market research ternama. Ia memantau kapan perusahaan-perusahaan tersebut membuka lowongan dan memastikan telah mengirimkan CVnya.

Ia pun menjalin kontak secara berkala dengan contact person di satu perusahaan yang ‘ditaksir’nya. Sehingga dapat memperoleh informasi mengenai kebutuhan employee yang ada di sana. Ia bekerja selama dua tahun di perusahaan market research berukuran medium. Sebelum akhirnya mendapatkan posisi di perusahaan yang diidamkan itu.

Baca juga:

Jangan Meremehkan Perusahaan Kecil.

Cukup banyak fresh graduates yang memiliki minat untuk bergabung di perusahaan besar dalam bidang tertentu. Misalnya:

  • Mereka yang mengincar perusahaan-perusahaan oil & gas atau mining yang dikenal menawarkan gaji dan fasilitas yang menggiurkan.
  • Tidak sedikit yang mengejar posisi di bank-bank besar, baik nasional maupun multinasional.
  • Ada yang mengincar perusahaan multinasional yang memiliki principal di luar negeri. Dengan harapan, agar dapat memperoleh ‘international exposure’ selain standar gaji yang lebih tinggi.
  • Ada juga yang mencari perusahaan di bidang yang sesuai dengan jurusan kuliah. Seperti lulusan fakultas pertanian yang ingin bekerja di perusahaan agro industri. Atau lulusan teknis mesin yang ingin bekerja di perusahaan otomotif ternama.
  • Ada juga yang ingin bergabung dengan perusahaan-perusahaan pemenang penghargaan semacam “the most admired company” atau “the most preferred employer”.

Kenali Perusahaan yang Diminati

Jika kamu termasuk fresh graduate yang memiliki perusahaan ‘incaran’. Alangkah baiknya jika kamu mengenal lebih dekat perusahaan yang kamu ”taksir” itu. Dengan mencari berbagai info mengenai perusahaan tersebut. Lebih bagus lagi bila kamu bisa memperoleh info dari orang yang bekerja di sana. Atau paling tidak mengenal langsung perusahaan tersebut.

Baca juga:

Perencanaan Karir: Kenali Perusahaan yang Menjadi Targetmu.

Perusahaan-perusahaan besar biasanya secara reguler mengadakan seleksi penerimaan karyawan untuk berbagai posisi yang sedang mereka butuhkan. Sering-seringlah update info job posting yang dibuka perusahaan tersebut. Secara berkala kunjungilah Company Websitenya dan telusurilah job openingnya di online job portals.

Dengan catatan, keep moving with your life.

Sekali lagi, jangan menunggu dan menggantungkan nasib ke situ sehingga kamu tidak mau melihat atau mempertimbangkan kesempatan lain yang ada.

Salam Bahagia.

PSYLine.id Psikologi Online Indonesia

Bila Anda ada permasalahan dengan Bergabung di Perusahaan Besar, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

14 Langkah Jitu Membuat Tidur Berkualitas Bagi Kita.

Tentang Penulis

Hesti Nur Lestari, S.Psi, MM, Psikolog.

Psikolog lulusan Universitas Indonesia,
Magister Business Management dari IPMI International Business School
Konsultan, Trainer, Asesor, Konselor, Aktivis Sosial
Ibu yang bangga dari 3 anak keren, life-long learner & penikmat seni.

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan