Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Perencanaan Karir Jangan anggap enteng perusahaan kecil

Karir & Perusahaan | 584 Views

Perencanaan Karir: Jangan Anggap Enteng Perusahaan Kecil

8 Desember 2017 | Penulis: Hesti Nur Lestari, S.Psi, MM, Psikolog.

Don’t Underestimate Medium and Smaller Size Companies. Jangan anggap enteng perusahaan kecil yang tidak atau belum tergolong besar. Bisa jadi mereka memiliki bisnis yang berkembang dengan baik. Perusahaan seperti ini bisa menawarkan peluang yang lebih besar bagi para fresh graduates untuk bisa masuk ke dunia kerja.

Baca juga:
Perencanaan Karir: Bermimpi untuk Bergabung Di Perusahaan Besar.

Jangan Anggap Enteng Perusahaan Kecil

Proses seleksi penerimaan karyawannya umumnya tidak seketat dan sepanjang di perusahaan besar. Banyak malah yang belum memiliki standar seleksi karyawan yang baku, sementara pelamarnya juga tidak terlalu banyak. Sehingga kompetisinya tidak terlalu ketat. Urusan gaji pun seringkali lebih negotiable.

Selain itu, biasanya kompleksitas pekerjaannya tidak terlalu rumit dan lingkungan kerjanya juga tidak terlalu besar. Sehingga memberi kesempatan bagi seorang fresh graduate untuk lebih mudah menyesuaikan diri dengan dunia profesional di awal masa karirnya.

Perusahaan besar seringkali menawarkan pekerjaan yang sangat specialized dengan kompleksitas yang tinggi. Sementara itu, pekerjaan di perusahaan yang tidak terlalu besar bisa lebih luas cakupannya dengan kompleksitas yang lebih rendah.

Hal ini bisa memberi kesempatan bagi seorang fresh graduate untuk mengasah skills yang lebih beragam. Dengan tingkat kesulitan dan risiko yang lebih rendah. Di perusahaan yang tidak terlalu besar, kita juga bisa melihat dengan lebih mudah kaitan pekerjaan kita dengan bagian-bagian lain. Hal itu membuat kita bisa berkontribusi pekerjaan kita bagi bisnis perusahaan.

Hal ini bisa membuat kita lebih mudah mengembangkan pemahaman mengenai organisasi dan bisnis perusahaan. Tidak ‘terkotak’ dalam satu bidang pekerjaan tertentu saja.

Masing-masing menawarkan kesempatan yang berbeda

Sebagai contoh, seorang lulusan Akuntansi bekerja di suatu perusahaan berkaryawan lebih dari sepuluh ribu orang sebagai Financial Analyst. Sementara rekannya yang bekerja di perusahaan yang tidak terlalu besar mempelajari dan mengurus berbagai aspek Finance, Accounting & Tax.

Lulusan psikologi yang bekerja di bidang HRD perusahaan-perusahaan besar banyak menangani bidang yang sangat spesifik. Ada yang khusus menangani rekrutmen, training, performance management, dsb. Sementara, yang bekerja di perusahaan yang tidak terlalu besar berkesempatan belajar dan mempraktikkan berbagai aspek HR Management & Development yang lebih beragam.

Kenali Perusahaan yang Menjadi Targetmu

Sebelum bergabung dengan perusahaan ini, tentu saja kamu perlu mencari tahu bagaimana kondisi dan perkembangan bisnis perusahaan tersebut. Meskipun hanya dari lingkup yang sangat umum. Tantangannya, informasi yang bisa kita temukan melalui media publik mengenai perusahaan seperti ini umumnya tidak sebanyak bila kita mencari informasi mengenai perusahaan besar. Terlebih yang sudah go public.

Baca juga:
Perencanaan Karir: Kenali Perusahaan yang Menjadi Targetmu.

Mereka tidak diharuskan mempublikasikan annual report perusahaan. Banyak yang kurang dikenal dan umumnya tidak banyak mendapat publisitas atau media coverage. Paling tidak, kenali dengan jelas apa core business (bisnis inti) dari perusahaan itu. Singkatnya bisa menjawab pertanyaan: “What business is it in?“. Apa dan bagaimana produk dan jasa yang mereka tawarkan.

Kenali industri di mana perusahaan tersebut bergerak, dan cari tahu bagaimana kondisi industri tersebut saat ini. Dan prospek perkembangan industri tersebut paling tidak 10 tahun ke depan. Baik di lingkup lokal, nasional, maupun internasional.

Apakah sekiranya mereka masih dapat menawarkan peluang pengembangan kompetensi dan exposure yang kamu inginkan? Pelajarilah Website perusahaan tersebut, bagaimana history dan perkembangannya, visi, misi dan values yang mereka deklarasikan atau banggakan.

Apakah terasa sreg di hatimu?

Kenali pendiri dan jajaran manajemen perusahaan tersebut, dan lakukan “background check” tentang mereka. Cara paling sederhananya hanya mengetik nama mereka di Search Engine, bila perlu disertai identitas lain. Seperti nama perusahaan, jabatan, profesi atau almamater untuk mempersempit hasil pencarian. Dan voila, you can find out a bit, or a lot, about them.

Perusahaan sekarang umumnya melakukan online background check semacam itu terhadap calon karyawannya. Kamu juga bisa melakukan hal yang sama terhadap perusahaan dan jajaran manajemennya.

Perusahaan Kecil Bukan Hanya Sekedar Batu Loncatan

Saya sering bertemu orang-orang yang memulai karirnya dari perusahaan yang tidak besar. Kemudian pindah ke posisi yang serupa di perusahaan yang lebih besar di bisnis yang sama. Dengan bekal pengalaman yang telah dimiliki serta pemahaman yang lebih baik akan industri dan bisnis perusahaan. Meskipun dalam skala yang lebih kecil, mereka biasanya memiliki peluang yang lebih baik untuk diterima.

Bukan berarti perusahaan kecil atau sedang lantas hanya sekedar ‘batu loncatan’. Karena banyak juga yang menemukan pekerjaan yang cocok, betah dan bisa berkembang di situ. Maka dari pada itu, Jangan anggap enteng perusahaan kecil.

So, don’t underestimate, because you never know what they have to offer.

Salam Bahagia.

PSYLine.id Psikologi Online Indonesia

Bila Anda ada permasalahan dengan Jangan anggap enteng perusahaan kecil, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

Mengenal Golden Age atau Masa Tumbuh Kembang Anak.

Tentang Penulis

Hesti Nur Lestari, S.Psi, MM, Psikolog.

Psikolog lulusan Universitas Indonesia,
Magister Business Management dari IPMI International Business School
Konsultan, Trainer, Asesor, Konselor, Aktivis Sosial
Ibu yang bangga dari 3 anak keren, life-long learner & penikmat seni.

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan