Psikologi Anak: 5 Tipe Anak yang Suka Berbohong

Diposting: 16 September 2017 | Kategori Artikel: Pendidikan & Anak

Dilihat: 1082 kali.

Penulis: Bayu Lebond

Sebagai orang tua, kita ingin mengajarkan anak-anak kita untuk menjadi jujur. Bagaimana kita dapat mengatasinya padahal berbohong tampak tidak dapat dihindarkan? PSYLine.id Psikologi Online Indonesia akan menyampaikan 5 Tipe Anak yang Suka Berbohong.

Baca Juga:

Solusi tepat menghadapi Anak Berbohong: Kenapa Buah Hati Kita Berbohong?

Psikologi Anak: 9 Alasan Mengapa Anak Suka Berbohong.

Psikologi Anak: 5 Hal yang harus dilakukan Orangtua agar anak tidak suka berbohong.

Perhatikan ketika Anda tergoda untuk berbohong. Berusahalah untuk menemukan keberanian moral untuk menjadi lebih jujur. Jika Anda kedapatan berbohong di depan anak Anda, minta maaf. Biarkan dia tahu mengapa Anda berbohong, dan beritahu dia bahwa itu adalah sesuatu yang sedang Anda berusaha untuk hilangkan.

Pahami mengapa anak Anda berbohong, hal ini dapat membantu Anda mencari tahu cara menanganinya.

Pahami 5 Tipe Anak yang Suka Berbohong dan berikan solusi tepat

  1. Si Pengkhayal

    Pengkhayal adalah satu dari 5 Tipe Anak yang Suka Berbohong. Mereka punya imajinasi nyata dan punya bakat untuk menjadi pendongeng hebat. Dia terkadang berpikir ceritanya akan menjadi sedikit lebih baik jika dia membuatnya seolah-olah nyata.

    Tentu saja, Anda tidak ingin mematikan imajinasinya. Jadilah antusias tentang cerita-ceritanya, dan berikan pujian kepadanya atas imajinasinya dan kemampuan mendongengnya yang luar biasa.

    Dengan lembut beritahu dia bahwa Anda tahu ada yang dia lebih-lebihkan, dan itu tidak apa-apa. Biarkan dia tahu bahwa dia punya bakat hebat dalam menceritakan “cerita imajinasi” dan doronglah dia untuk terus berbagi dengan Anda.

    Dia mungkin akan merasa agak malu karena kedapatan berbohong, tetapi jangan mempermalukannya.

  2. Si Penghindar

    Penghindar adalah satu dari 5 Tipe Anak yang Suka Berbohong. Merekabenci konfrontasi. Terutama jika itu berarti dia mungkin akan kena masalah. Anak-anak akan sering berbohong untuk menghindari hukuman. Meskipun itu hal yang normal, kita ingin anak-anak kita mampu bertanggung jawab atas tindakan mereka.

    Perhatikan metode pengasuhan Anda. Apakah Anda sangat bergantung pada hukuman fisik atau berteriak untuk memberitahu anak-anak bahwa Anda sedang marah?

    Jika anak-anak benar-benar takut pada Anda, maka akan sulit bagi mereka untuk mengatasi kebohongan seperti ini. Namun, jika Anda lebih berfokus pada disiplin berbasis konsekuensi. Maka Anda dapat mengajarkan anak-anak bahwa mereka mampu mengatasi konsekuensi dari perilaku mereka.

    Berikan anak Anda konsekuensi atas kesalahannya, dan konsekuensi lain atas kebohongannya.

  3. Si Tak Mau Kalah

    Anda tahu siapa dia. Setiap kali ada yang punya cerita bagus, dia harus punya cerita yang lebih baik. Melebih-lebihkan cerita untuk mengesankan teman-teman biasanya tidak berakhir baik. Tidak hanya itu tidak jujur, tetapi itu dapat membuat anak Anda semakin tidak disukai.

    Bantulah anak Anda mengatasi kebohongan seperti ini. Bangunlah rasa percaya dirinya dengan berfokus pada hal-hal yang dapat dia lakukan dengan baik. Pastikan untuk tidak membanding-bandingkannya dengan orang lain.

    Ajarkan dia untuk berbahagia atas prestasi orang lain. Tunjukkan kepadanya bahwa tidak apa-apa jika ada teman yang lebih baik daripada dia dalam beberapa hal. Karena dia akan menjadi lebih baik daripada teman-temannya dalam hal-hal lain.

  4. Si Tukang Pura-Pura

    Si tukang pura-pura adalah ahli dalam berpura-pura sakit perut atau flu. Gejalanya biasanya timbul sesaat sebelum ujian sekolah atau peristiwa besar lainnya yang membuatnya takut.

    Pertama, cari tahu apakah ada alasan nyata untuk rasa takutnya. Apakah dia merasa terintimidasi? Anda mungkin perlu bertemu dengan gurunya untuk membahas cara-cara menghentikan intimidasi dan membantu anak Anda membela dirinya sendiri.

    Anda juga dapat meminta bantuan dari teman-teman anak Anda. Jika anak Anda tidak dalam bahaya nyata, ajarkan dia untuk mengatasi rasa takutnya. Berikan dia kesempatan untuk membangun rasa percaya diri dan mandiri di rumah.

    Berfokuslah pada hal-hal positif dari peristiwa yang dia takuti. Ingatkan dia tentang keberhasilannya di masa lalu ketika mengatasi rasa takut, dan betapa bangganya dia ketika dia mencapai keberhasilan itu. Biarkan dia tahu bahwa Anda percaya padanya dan akan selalu ada untuknya.

    Perhatikan juga diri dan perasaan Anda sendiri. Jika Anda mengkhawatirkan anak Anda, Anda mungkin secara tidak sadar menyampaikan kecemasan itu kepadanya. Anak Anda lebih kuat dan lebih tangguh daripada yang Anda pikirkan.

  5. Si Pemuas

    Tipe pemuas adalah satu dari 5 Tipe Anak yang Suka Berbohong. Ia ingin membuat semua orang bahagia dan tidak ingin mengecewakan Anda. Ketika membesarkan seorang pemuas, hindari menyebutnya “baik” atau “buruk” berdasarkan perilakunya.

    Biarkan anak Anda membuat kesalahan. Beritahu dia bahwa semua orang melakukan kesalahan, dan itu adalah cara penting untuk belajar. Biarkan dia tahu bahwa Anda akan selalu mengasihinya tanpa syarat, dan bantulah dia belajar dari kesalahannya.

Jadi, mungkin kita semua berbohong. Tetapi kita semua sedang berusaha mengatasinya. Memahami anak Anda dan alasan mengapa dia berbohong akan membantu Anda mengatasinya bersama-sama.

Salam Bahagia.

PSYLine.id Psikologi Online Indonesia

Bila Anda ada permasalahan yang sama dengan 5 Tipe Anak yang Suka Berbohong, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

Psikologi Perencanaan Karir: 9 Poin untuk Merumuskan Visi

Tentang Penulis

Bayu Lebond

Seorang yang sok Seniman
Rocker yang sayang keluarga
Pecinta Wayang Jawa
#WhySoSerious

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog