Psikologi Anak: Proses Menanamkan Disiplin Pada Anak

Diposting: 20 September 2017 | Kategori Artikel: Pendidikan & Anak

Dilihat: 959 kali.

Penulis: Bayu Lebond

Menanamkan disiplin Pada Anak. Terkadang, saat orangtua sedang mendisiplinkan anaknya, orang akan menilai bahwa Orangtua tersebut sedang menghukum anaknya. Padahal, Kedisiplinan merupakan cara untuk mengajarkan anak pelajaran kehidupan. Bukan sebagai alat untuk menghukum anak.

Baca Juga:

9 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Orangtua Saat Menanamkan Disiplin Pada Anak.

Proses Menanamkan Disiplin Pada Anak

Menanamkan displin pada anak adalah merupakan sebuah proses yang terdiri dari beberapa hal. Menurut Adimia Rila Oktoga, S.Psi, M.Psi, Psikolog, Proses Menanamkan Disiplin Pada Anak terdiri atas:

  1. Pengajaran

    Orangtua menunjukkan dan mengajarkan perilaku yang baik. Serta mengajarkan alternatif perilaku yang lebih “tepat” kepada anaknya.

  2. Penetapan Aturan dan Batasan

    Beberapa orang tua beranggapan bahwa dengan memberikan aturan dan batasan anak, akan membuat anak menjadi tidak bahagia.

    Anggapan tersebut adalah SALAH BESAR. Karena tanpa adanya batasan dan aturan yang jelas, anak akan merasa tidak aman dan kebingungan. Anak juga akan kesulitan akan beradaptasi di lingkungan luar nantinya.

  3. Pengoreksian Perilaku

    Ketika anak diajarkan kedisiplinan dengan cara yang positif dan logis. Namun tetap penuh kasih maka mereka akan belajar bertanggung jawab atas tindakan yang mereka lakukan.

    Misalnya ketika anak tidak melakukan tugas membereskan kamar sesuai dengan yang telah disepakati. Padahal sudah diingatkan oleh orang tuanya selama beberapa kali. Anak akan kehilangan waktunya menonton TV.

    Ketika aturan dan konsekuensi yang akan diterimanya jelas, spesifik dan logis. Anak akan belajar unuk mendisiplinkan dan mengatur tindakannya sendiri.

  4. Menunjukkan Rasa Sayang dan Menghargai

    Bagaimana Orangtua ingin diperlakukan oleh anak, maka seperti itu pulalah cara yang harus ditunjukkan kepada anak. Terutama saat mendisiplinkan anak.

    Pastikan bahwa anak memahaminya meskipun Kita tidak menyukai apa yang ia katakan/lakukan. Namun Kita tetap menyayangi dan menghargainya. Dengarkan pendapatnya kemudian jelaskan tingkah laku yang benar seperti apa disertai alasannya.

  5. Konsisten

    Orangtua menghukum atas perbuatan anaknya, padahal biasanya memperbolehkan. Jika Orangtua menerapkan aturan tertentu tapi ketika anak melanggar aturan itu anda mengabaikannya atau sebaliknya. Tentunya hal ini akan membuat anak anda jengkel dan bingung.

    Konsiten perilaku Orangtua adalah hal terpenting dalam menanamkan kedisplinan. Hal itu membuat anak menjadi paham perilaku seperti apa yang diharapkan oleh orang tua. Anak pun bisa memahami/memperkirakan perilaku orangtuanya.

  6. Kerja Sama

    Kedisplinan anak itu bukan hasil dari kediktatoran orangtua dalam mengatur perilaku anak. Orang tua bisa berdiskusi dengan anak, meskipun masih berusia 5 tahun.

    Berikan kesempatan anak untuk mengungkapkan pendapatnya atas aturan yang berlaku di rumah. Berilah konsekuensi tingkah laku yang menyertainya jika aturan dilanggar. Hal ini penting untuk menunjukkan bahwa Orangtua menghormati pemikiran dan perasaan anaknya. Juga mengajarkan pada mereka bahwa opini setiap anggota keluarga adalah hal yang penting untuk dihargai.

    Diskusi ini penting agar anak paham pentingnya aturan dan keuntungan aturan itu bagi dirinya. Pemahaman yang tepat penting sebagai dasar untuk masa depan anak. Dimana nantinya ketika mereka dewasa, mereka bisa membuat keputusan yang baik untuk diri mereka sendiri.

Demikianlah artikel dari PSYLine.id Psikologi Online Indonesia tentang Proses Menanamkan Disiplin Pada Anak. Bila Anda ada permasalahan yang sama dengan Prosos Menanamkan Disiplin Pada Anak, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Artikel sebelumnya membahas tentang:

Psikologi Karir: Reality Checking untuk Perencanaan Karir Anda.

Tentang Penulis

Bayu Lebond

Seorang yang sok Seniman
Rocker yang sayang keluarga
Pecinta Wayang Jawa
#WhySoSerious

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog