Konsultasi Psikologi: Depresi Karena Gagal Move On

Diposting: 4 Maret 2018 | Kategori Konsultasi:

Dilihat: 1194 kali.

Psikolog: Palupi Maulia Andari, M.Psi, Psikolog

: Anon

: Palembang

: Wanita

Isi Konsultasi:

Hallo PSYLine.id Psikologi Online Indonesia.

Kejadiannya sudah 2 tahun lebih yang lalu sejak aku putus dengan pacar yang sudah 4tahun bersamaku. Tapi aku masih merasakan sakit hati berlebih. Ingatan masa lalu masih sangat jelas datang. Entah ingatan buruk maupun baik tentang dia.

Semuanya terkadang mengalur di pikiran dengan pemicu-pemicu sepele. Gejalanya biasanya seperti ada yang menusuk di dada. Kondisi terparah adalah pernah saat aku menonton/membaca hal romantis atau kisah cinta sedih aku bisa sampai menangis. Sesak nafas krena tusukan di dada yang aku tidak tau datangnya darimana.

Baru-baru ini gejala itu bahkan muncul saat ada teman yg mencoba mendekati, dan menunjukkan ketertarikan. Rasanya tidak nyaman rasa menusuk dada itu datang. 2 hari ini, karena terpicu membaca buku.

Bukan hanya rasa menusuk di dada saja. Tapi sudah seharian mataku seperti tidak berhenti mengeluarkan airmata tanpa di sadari. Dan juga aku tidak fokus, kosong, nafsu makanku hilang.

Sejak putus sudah sekitar 10 kali seperti ini. Walaupun tidak sering tapi aku merasa ada yang salah. Kenapa ya dok?

Palupi Maulia Andari, M.Psi, Psikolog

Jawab:

Dear Anon, yang Depresi Karena Gagal Move On.

Pertama, perlu saya sampaikan dan perlu dipahami beda Psikolog dengan Psikiater.

Kalau Psikolog, dari awal kuliahnya, tidak menangani medikasi atau pengobatan yang dilakukan dokter. Psikolog menangani masalah kejiwaan melalu pendekatan non medis. Sedangkan Psikiater adalah seorang Dokter yang mengambil spesialisasi di bidang kejiwaan.

Perlu kami informasikan perbedaan antara Psikolog dengan Psikiater. Anda dapat membacanya di artikel PsyLine.id Psikologi Online dengan judul:

Mau tahu apa Perbedaan Psikolog dan Psikiater?

Depresi Karena Gagal Move On

Putus cinta memang seringkali menimbulkan permasalahan psikologis bagi individu yang mengalaminya. Tidak jarang ada yang mengalami depresi akibat putus cinta, dari yang ringan hingga berat.

Apa saja gejala depresi?

Di antaranya:

Gejala Psikis:

  • kehilangan minat untuk berinteraksi atau berhubungan dengan orang lain
  • kehilangan selera untuk melakukan hal-hal yang biasa dilakukan
  • mood atau perasaan cenderung sedih atau sensitif
  • kehilangan minat dalam berpenampilan
  • kehilangan gairah hidup

Gejala Fisik:

  • Sakit di bagian pencernaan
  • Sakit atau nyeri di dada
  • Nyeri punggung
  • Kehilangan tenaga, lemas, lelah padahal tidak melakukan kegiatan fisik yang berat

Bila Anon merasa mengalami hal-hal di atas, ada baiknya Anon segera mencari bantuan psikolog untuk menjalani sesi konseling dan terapi. Apalagi bila hal tersebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

Saran Untuk yang Sedang Depresi Karena Gagal Move On

Berikut beberapa saran dari saya untuk Anon:

  1. Selesaikan permasalahan dengan mantan

    Apabila Anon merasa ada hal-hal yang belum tuntas saat putus dari pacar, maka cobalah untuk selesaikan. Misalkan ada hal-hal yang belum sempat diutarakan, maka cobalah untuk mengutarakannya.

    Bila tidak memungkinkan untuk menghubungi secara langsung, Anon dapat mengirim email atau pesan tertulis kepada mantan. Setidaknya perasaan Anon akan lebih lega setelah melakukan hal tersebut.

    Saya menganjurkan untuk membaca kembali tulisan untuk memastikan tidak ada emosi berlebihan dalam tulisan tersebut.

  2. Benturkan harapan dengan kenyataan

    Saat berhubungan dengan pasangan, seringkali individu mengembangkan harapan-harapan. Harapan-harapan yang kemudian gugur seiring dengan putusnya suatu hubungan pada akhirnya menimbulkan kekecewaan.

    Terlebih hubungan Anon terbilang cukup lama (4 tahun). Mungkin sudah ada pembicaraan ke arah yang lebih serius meski usia masih muda. Benturkan harapan tersebut dengan kenyataan saat ini: “apakah mungkin harapan terwujud sementara saat ini saya sudah tidak bersamanya?”

  3. Ubah pemikiran yang ‘menjebak’

    Tidak jarang individu yang sulit bangkit setelah putus cinta memiliki pikiran-pikiran yang ‘menjebak’ seperti:

    • saya hanya bisa bahagia dengannya
    • dia adalah satu-satunya pria yang sempurna untuk saya
    • tidak ada lagi pria yang bisa mencintai saya seperti dia
    • saya tidak mungkin lagi mencintai pria lain

    Pikiran-pikiran di atas menjebak diri kita sendiri untuk bangkit setelah putus cinta.

    Dengan memelihara pikiran-pikiran seperti itu, kita menjadi sulit untuk menerima dan membuka hati untuk kehadiran orang baru. Pikiran seperti ini harus diubah. Bahwa dia bukan satu-satunya pria yang bisa membuat Anda bahagia.

    Jika dia bisa membuat bahagia lalu kenapa saat ini Anda justru terluka.

  4. Berusaha untuk hidup senormal mungkin, tetapkan tujuan yang ingin diselesaikan setiap hari.

    Lakukan aktivitas sehari-hari senormal mungkin. Tetapkan tujuan-tujuan yang ingin diselesaikan setiap hari.

    Bila Anon belum bekerja saat ini, cobalah memfokuskan pikiran untuk mencari pekerjaan. Hal ini dapat mengalihkan pikiran Anon teradap mantan. Intinya, sibukkan diri dan fokus pada apa yang dapat Anda lakukan saat ini.

    Jadikan masa single saat ini kesempatan Anon untuk menggali segala bakat dan kemampuan yang selama belum teraktualisasikan. Atau melakukan hal-hal yang selama ini belum sempat dilakukan.

  5. Hindari menyendiri

    Perbanyaklah waktu bersama teman atau keluarga. Hindari melamun dan menyendiri di kamar atau di tempat sepi.

    Saya memahami bahwa saat kita merasa sedih, kita ingin sendiri dan bergelung di kamar. Lawanlah dorongan itu, karena hal itu membuat Anda semakin tenggelam sendiri dalam kesedihan Anda.

    Gapailah support dari orang lain, hangatkan diri Anda dengan senyum, tawa dan cerita mereka. Bahkan saat mereka tidak tahu masalah Anda.

  6. Buang kenangan

    Sebisa mungkin singkirkan barang-barang kenangan atau hadiah dari mantan. Hindari lagu-lagu, buku atau apa pun yang mengingatkan Anon pada mantan.

Demikian sedikit saran yang dapat saya berikan, namun saya tetap menyarankan pada Anon untuk menjalani sesi konseling atau terapi bersama psikolog bila perasaan sedih dan tertekan terus dirasakan.

Salam bahagia,

Palupi Maulia Andari, MPsi

Ceritakan Masalah Pribadimu Secara Rahasia dan Anonim.

Silakan mengisi kuesioner singkat untuk memberikan beberapa latar belakang umum tentang Anda dan isu-isu yang ingin Anda bahas dalam konseling.

Bila Anda ada permasalahan yang sama dengan Tips Psikologi tersebut di atas, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Bergabunglah dengan kami di Media Sosial PSYLine.id Klik Tautan Berikut Ini:

comfort.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Konsultasi Psikologi sebelumnya membahas tentang:

Konsultasi Psikologi: Ingin Bercerai Setelah 3 Bulan Menikah.

Tentang Psikolog

Palupi Maulia Andari, M.Psi, Psikolog

Psikolog pada sebuah rumah sakit di Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog