Konsultasi Psikologi: Ingin Melupakan Suami

Diposting: 7 September 2017 | Kategori Konsultasi:

Dilihat: 787 kali.

Psikolog: Dewi Anggraeni Psikolog

: Kartika

: Jawa Barat

: Wanita

Isi Konsultasi:

Hallo PSYLine.id Psikologi Online Indonesia.

Saya baru menikah tanggal 1 juli kemarin. Sebelumnya saya dan suami LDR selama satu tahun. Saya baru kembali ke Indonesia tgl 23 Juni. Kini kembali LDR dengan suami dimulai tanggal 19 agustus kemarin.

Selama jeda sebelum suami berangkat, saya benar-benar ketergantungan dengan suami. Dari tidur sampai tidur lagi semua sama suami, dan skrg tiba2 suami pergi. Sewaktu saya di luar sana dulu, selama setahun saya hidup di bawah tekanan dari suami.

Dulu saya selalu berusaha menghubungi suami saya, mengikuti semua omongan dia. Sampai saya dimusuhi oleh rekan kerja. Tetapi sekarang, begitu suami saya kesana dia senang-senang sendiri. Lupa dengan saya dan tidak ada usaha menghubungi saya. Dia cenderung menyenangkan hatinya sendiri, padahal dulu tdk begitu.

Saya ingin benar-benar fokus lagi di dalam kehidupan saya selama suami tidak ada. Saya tidak ingin mengingat suami saya dulu. Bahkan saya ingin kembali pada titik kehidupan sebelum saya bertemu suami saya. Karena yang ada sekarang hanya pertengkaran terus.

Bagaimana cara agar tidak ingat lagi?

Mohon Bimbingannya dan Terimakasih.

Dewi Anggraeni, S.Psi, Psikolog

Jawab:

Konsultasi Psikologi: Ingin Melupakan Suami

Hallo Kartika yang Berbahagia,

Saya tidak tahu di negara mana anda dulu tinggal dan di negara mana suami anda sekarang menetap. Singkatnya, menurut pemahaman saya:

  • Anda pernah bekerja di luar negeri,
  • berhubungan jarak jauh selama 1 tahun dengan laki-laki yang kini menjadi suami anda,
  • Lalu tanggal 23 Juni kembali ke Indonesia,
  • tanggal 1 Juli menikah,
  • tanggal 19 Agustus suami anda yang berangkat ke luar negeri,
  • Sekarang Ingin Melupakan Suami.

Konsultasi Psikologi: Ingin Melupakan Suami

Lebih dari 2 minggu anda dan suami berbulan madu dan selalu bersama siang dan malam. Namun sekarang suami jauh dari sisi anda dan tidak ada komunikasi dan perhatian. Anda merasa suami ‘melupakan’ anda dan sering bertengkar. Dia berubah dan akibatnya anda merasa resah, sedih, tidak selera makan dan tidak bisa tidur karena selalu ingat akan dia.

Pertanyaan anda, bagaimana cara agar tidak ingat dia lagi hingga bisa kembali fokus ke kehidupan sebelum anda menikah?

Pertanyaan saya kepada anda, mengapa anda berpikir anda harus ingin melupakan suami? 

Kalau saat ini anda ingat suami terus, hal ini sangat wajar! Kalian pengantin baru. Kalau anda sedih dan marah karena tidak mendapat perhatian suami, ini juga sesuatu yang sangat bisa dipahami. 

Jika anda ingin menjaga pernikahan anda, jawabannya, menurut hemat saya, bukanlah mencoba melupakan suami. Dan kembali ke kehidupan sebelum anda menikah. Karena sekarang anda memang sudah memulai lembaran hidup yang baru, yang bernama pernikahan.

Dan inilah ‘seru’nya dinamika dan suka-duka hidup berumah tangga!

Cobalah anda yang mengontak suami Anda, dengan cara yang baik dan tenang. Sampaikan bahwa anda rindu dan ingat dia. Juga katakan bahwa anda merasa senang kalau bisa mendengar suaranya dan menerima kabar tentang keadaannya.

Anda juga merasa senang kalau dia mengabari anda tentang kegiatan dan kehidupannya di sana. Dan menjadikan anda bagian dari kehidupan barunya. Jangan ada kata-kata yang bernada marah atau “mengancam”.

Misalnya: “kalau begitu aku atau kamu, maka akibatnya….”.

Siapa tahu, dalam 2 – 3 minggu terakhir ini dia memang sedang sibuk dengan upaya menyesuaikan diri di luar negeri. Atau sibuk mengurus berbagai hal yang berhubungan dengan pekerjaannya. Tunjukkan perhatian kepadanya. Jaga terus komunikasi dan mengingatkan dia mengenai status baru kalian.

Selamat berkomunikasi dengan suami yang jauh dan semoga sukses dengan kegiatan anda yang lain. Carilah hiburan sehat bersama saudara-saudara dan teman-teman untuk menguatkan dan melegakan hati anda. Tidak mudah memang menjalani hubungan jarak jauh ini. Atau orang sunda bilang “ngabrangbrangkeun hate”.

Saya juga ingin tahu, apakah memungkinkan untuk mengupayakan agar anda dan suami bisa tinggal bersama? Sehingga tidak harus menjalani hubungan jarak jauh lagi? Dan jangan Ingin Melupakan Suami.

Silakan dipertimbangkan. 

Salam bahagia,

Dewi Anggraeni, S.Psi, Psikolog.


Ceritakan Masalah Pribadimu Secara Rahasia dan Anonim.

Silakan mengisi kuesioner singkat untuk memberikan beberapa latar belakang umum tentang Anda dan isu-isu yang ingin Anda bahas dalam konseling.

Bila Anda ada permasalahan yang sama dengan Tips Psikologi tersebut di atas, dan Anda ingin berbagi cerita. Anda dapat berkonsultasi dengan dengan Psikolog Profesional PSYLine.id yang paling cocok untuk Anda.

Jangan Takut! Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya.

Klik Link di Bawah ini:

Context Konsultasi Psikologi Via Teks.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Konsultasi Psikologi sebelumnya membahas tentang:

Konsultasi Psikologi: Cemas dan Takut Tidak Mendapat Teman.

Tentang Psikolog

Dewi Anggraeni Psikolog

Psikolog lulusan Universitas Padjadjaran, mempelajari antara lain: RET (Rational-emotive therapy), Logo Therapy, Autogene, ACT (Acceptance Commitment Therapy). Saat ini tinggal di Velserbroek, Belanda.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog