Pasangan Berubah Setelah 8 Bulan Menikah. Pilih Bertahan atau Cerai?

Diposting: 9 Juni 2017 | Kategori Konsultasi:

Dilihat: 878 kali.

Psikolog: Drs. Julyvan Pertamawan, Psi

: Sari

: Depok

: Wanita

Isi Konsultasi:

Salam Bahagia PsyLine.id Psikologi Online Indonesia..

Saya telah menikah 8 bulan dengan duda (cerai hidup). Pernikahan dia dengan yang sebelumnya hanya bertahan 5 bulan. Saat kami pacaran, kami memiliki visi yang sama dalam membangun rumahtangga. Banyak hal yang saya suka dari dia.

Beberapa hari setelah menikah, saya mulai merasa dia bukan seperti pria yangg saya kenal dulu. Banyak hal yg berubah seperti sifat dan lain sebagainya. Visi-visi yang telah dibahas dahulu ternyata omong kosong.

Dia selalu mencari-cari alasan. Dia tidak konsisten tiap  kali saya mematahkan alasannya. Dia selalu menyalahkan saya, padahal pemicu keributannya adalah dia. Demi keutuhan rumahtangga, meskipun begitu, saya ikuti apa yg menjadi maunya. Tetapi tetap sikap dia tidak berubah.

Dia mendiamkan, mencuekan saya dan kami sudah pisah kamar dan tidak ada mengobrol.

Saya tidak tau apa penyebab sebenarnya, pernah saya tanyakan dan jawaban dia adalah “PIKIR!”.

Menurut saya dia egois, keras kepala, pendendam, moody-an,tidak mau menyelesaikan masalah. Saya ilfeel dengan kejorokan dia dan keluarganya.

Bagaimana saya menyikapinya? Bertahan atau bercerai?

Mohon sarannya dan terimakasi.

Drs. Julyvan Pertamawan Psi

Jawab:

Pasangan Berubah Setelah 8 Bulan Menikah.

Sari yang baik.

Cerai adalah sesuatu yang tidak disarankan, meskipun boleh saja dilakukan. Setahu saya, dalam agama islam tidak diperkenankan masa berpacaran. Setelah ta’aruf, sepasang manusia yang ingin bersatu, disarankan segera menikah.

Apakah tidak ada masa “penyesuaian”? Ada. Pasti ada.

Penyesuaian itu dilakukan saat sudah menikah. Apa bisa terjadi perbedaan dan perubahaan yang tidak sesuai dengan harapan? Tentu saja bisa terjadi. Lalu bagaimana mengatasinya? Nah, sampai disini muncul sebuah istilah umum yang digunakan: KOMITMEN.

Pasangan Berubah Setelah 8 Bulan Menikah.

Ketika dua orang dewasa yang telah memiliki kemampuan menentukan mana yang baik dan buruk bagi dirinya. Mereka dapat menentukan sendiri pilihan tingkah laku yang akan diambilnya. Sudah pasti keputusan menikah mengandung komitmen jangka panjang.

Apakah keputusan menikah tanpa masa pacaran seperti membeli kucing dalam karung? Tentu saja tidak. Apalagi kalau Sari sempat berpacaran dulu sebelum menikah. Saya yakin, saat Sari menentukan pilihan, ada percikan rasa cinta yang mewarnai. Sebuah awal yang baik. Menbambil keputusan memilih pasangan karena cinta.

Bagusnya sebuah janji akad nikah

Kemudian, saat menjalani hampir 8 bulan, Sari menemukan berbagai hal yang tidak sesuai dengan harapan. Kecewa ya? Wajar kok. Lalu, mau cerai? Coba baca kembali dokumen pernikahan yang berbentuk buku nikah.

Di dalam buku itu terekam sebuah janji yang berupa akad nikah. Akad ini dilakukan sesuai hukum agama Islam dan disaksikan oleh yang hadir termasuk Allah SWT. Sebuah janji suci untuk sehidup semati dalam susah dan senang.

Nah, sekarang coba perhatikan, apakah masalah antara suami dan istri hanya terjadi pada diri Sari dan suami? Apakah masalah yang dihadapi Sari adalah satu-satunya masalah yang ada di muka bumi ini? Saya yakin tidak.

Pasti ada himah di balik kesulitan dan masalah yang dihadapi Sari

Coba lihat dari sisi positifnya. Mungkinkah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maya Penyayang memberikan beban masalah yang melebihi kemampuan hambanya? Rasanya tidak.

Berserah diri pada Yang Maha Kuasa. Hadapi masalah dengan keimanan yang baik. Coba kaji ulang, apa sih yang dimaksud dalam jawaban suami Sari yang mengatakan “Pikir!”.

Bisa jadi, suami menemukan sesuatu pada diri Sari yang dipandang sebagai sesuatu yang juga tidak sesuai dengan harapannya? Sayangnya, suami Sari tidak cukup terbuka ya.

Tapi sebagai istri, Sari saat ini sedang menghadapi ujian dari Yang Maha Kuasa untuk dapat berperan sebagai istri yang baik. Anggaplah masalah yang dihadapi sebagai ladang amal. Jangan biarkan diri Sari menyerah dengan mengambil keputusan yang kelak akan menjadi penyesalan.

Semua orang menghadapi ujiannya masing-masing. Lulus atau tidaknya kita dalam menghadapi ujian kehidupan, hanya Allah SWT yang berhak menentukan.

Setelah membaca saran saya di atas, saya harap Sari mendapatkan atau menemukan jawaban atas masalah yang dihadapi. Tetapi, keputusan tetap ditangan Sari.

Bisa menerima saran saya?

Atau tetap ingin bercerai?

Sepenuhnya menjadi hak Sari untuk memilih dan mengambil keputusan

Sebagai seorang dewasa, setiap keputusan yang diambil sudah pasti mengandung tanggung jawab dan konsekuensi tertentu. Silakan dipertimbangkan segala sesuatu yang dapat menjadi konsekuensi dari keputusan yang diambil.

Jangan mengambil keputusan saat emosi sedang menguasai diri. Ambil keputusan dengan kepala dingin dan berdasarkan data / informasi yang akurat dan obyektif. Diskusikan dengan suami atau orang yang dapat dipercaya. Selamat mengambil keputusan.

Semoga membantu.

Salam Bahagia.

Konsultasi sebelumnya membahas tentang:

Menyukai Sahabat yang Ternyata Biseksual. Saya harus bagaimana?


Ceritakan Masalah Pribadimu Secara Rahasia dan Anonim.

Silakan mengisi kuesioner singkat untuk memberikan beberapa latar belakang umum tentang Anda dan isu-isu yang ingin Anda bahas dalam konseling.

Data ini akan membantu PsyLine.id Psikologi Online mencocokkan Anda dengan Psikolog yang paling cocok untuk Anda.
Jawaban jujur Anda juga akan memberikan Psikolog untuk mengenal latar belakang Anda sehingga dapat memberikan saran yang relefan.

Data diri dan latar belakang Anda terjamin 100% kerahasiannya, dan hanya dipergunakan untuk membantu Anda menjadi lebih baik.

Klik Link di Bawah ini:

Konsultasi Psikologi Gratis.

Atau bergabunglah bersama kami untuk bersama-sama menyebarkan virus kebahagian di Fanspage FaceBook kami.

FansPage FaceBook PsyLine.

Tentang Psikolog

Drs. Julyvan Pertamawan, Psi

Aktif di Himpsi Jaya (www.himpsijaya.org) dan Iluni Psikologi Universitas Indonesia.

Bagikan Artikel Ini:

Artikel Terkait:

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PSYLine.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog