Selfie dan Psikologi: Dampak Psikologi dilihat dari cara pengambilan Foto

Diposting: 18 Juni 2017 | Kategori Artikel: Gaya Hidup & Sosial

Dilihat: 2240 kali.

Penulis: Riswandi Alekhine

Selfie sudah menjadi bagian gaya hidup sosial masa kini. Tidak hanya remaja lho yang gemar melakukan selfie. Bahkan banyak sekali Kepala Pemerintahaan suatu negara melakukan selfie saat mereka melakukan pertemuan kenegaraan. Namun, tahukah kamu, bahwa selfie dan psikologi ada kaitannya lho.?

Jokowi selfie dengan Raja Salman

Masih ingatkan Presiden Kita Jokowi melakukan selfie dengan Raja Salman? Nah fenomena selfie ini cukup menarik yah. Tetapi apakah ada kaitannya dengan sisi psikologis orang yang melakukan selfie tersebut?

Selfie dan Psikologi: dilihat dari cara pengambilan Foto

Hampir kebanyakan pelaku selfie adalah remaja. Pertanyaannya adalah kenapa? Tentu kita bisa melihat fenomena ini dari berbagai sudut pandang.

  • Dari sisi teknologi, remaja adalah tipe segmen pasar yang selalu haus akan inovasi dan teknologi. Mereka juga berani melakukan hal-hal yang bagi usia dewasa sulit atau enggan dilakukan.
  • Secara psikologis, remaja memiliki keinginan untuk menunjukan jati diri. Sebagian atau beberapa dari remaja masih dalam proses pencarian jati diri. Sehingga selfi menjadi salah satu cara yang efektif bagi remaja untuk unjuk diri.

Dalam era digital saat ini, selfie sudah bersatu dengan aplikasi sosial media seperti Facebook, path, twitter, snapchat, Instagram dan lainnya. Hal itu sebagai bagian dari kehidupan sosial remaja. Selfie tidak hanya sekedar foto atau image diri. Tetapi selfie adalah sebuah pesan atau kesan yang ingin disampaikan kepada “audience”.

Secara natural, manusia ingin terlihat baik dan superior. Apalagi jika kamu termasuk tipe ekstrovert. Dengan melalui selfie hal ini dapat dilakukan dengan sangat mudah.

Baca juga:

Kepribadian EXTROVERT. Ciri-ciri, Mitos, Serta profesi yang cocok.

Selfie dan Psikologi: Cara pengambilan gambar selfie

Menurut David Ludden Ph. D. ada 3 cara orang mengambil gambar selfie dari berbagai sudut kamera.

  1. Kamera lurus sejajar pada wajah

    Selfie sejajar wajah

    Jika kamu memegang handphone atau kamera lurus tepat dan sejajar pada wajah, kamu akan mendapatkan hasil yang akurat. Hasil foto yang mewakili bagaimana kamu terlihat sebenarnya.

  2. Kamera diatas wajah

    selfie dari atasAkan tetapi, bagaimana jika kamu memegang handphone atau kamera diatas wajah kamu? Ketika kamu mengambil posisi selfie dengan handphone atau kamera berada diatas wajah kamu. Maka akan membuat wajah dan matamu terlihat lebih besar. Sehingga kamu terlihat lebih kecil dan muda.

  3. Kamera dibawah wajah

    Selfie dari bawah wajah
    Begitu sebaliknya saat kamu mengambil posisi selfie dengan handphone atau kamera berada dibawah wajah kamu. Dimana kamu menekankan pada dagu, membuatmu terlihat lebih tinggi dan lebih dominan.

Hal ini telah coba dibuktikan oleh Anastasia Makhanova dari Florida State University psychologist. Dimana beliau memiliki hipotesa bahwa orang-orang akan memanipulasi sudut kamera pada saat selfie sebagai bagian dari cara untuk membuat impresi.

Selfie dan Psikologi: Motifasi orang melakukan selfie

Pada penelitian Anastasia Makhanova dijelaskan bahwa manusia memiliki 2 motivasi dalam ber-selfie yaitu:

  1. Intersexual attraction

    Motivasi ini menekankan bahwa manusia berusaha memikat lawan jenisnya dengan cara yang berbeda antara laki-laki dan perempuan.

    • Laki-laki berusaha memikat lawan jenisnya (perempuan) dengan menunjukan dukungan dan kehangatan.
      Oleh karena itu, saat selfie dengan audience perempuan, laki-laki akan mengambil sudut kamera yang sejajar. Atau lurus dengan wajah. Hal itu dilakukan untuk menunjukan atau mengimpresikan kehangatan dan dukungan.
    • Perempuan berusaha memikat lawan jenisnya (laki-laki) dengan menunjukan kepatuhan dan ketundukan.
      Untuk mengimpresikan hal ini, saat selfie untuk audience laki-laki, perempuan akan mengambil sudut kamera diatas wajahnya. Hal itu dilakukan untuk menunjukan tubuh yang lebih kecil dan wajah yang lebih muda untuk menunjukan kepatuhan dan ketundukan.
  2. Intrasexual competition

    Motivasi ini menekankan bahwa manusia berusaha menunjukan kepada sesama jenisnya adanya persaingan. Bagi laki-laki persaingan ditunjukan dengan dominansi tetapi bagi perempuan meskipun bersaing tetapi mereka lebih menggunakan pengaruh sosial daripada hal fisik.

    Oleh karena itu, laki-laki akan mengambil sudut kamera dibawah wajah untuk menunjukan dominansi kepada audience laki-laki. Akan tetapi perempuan akan mengambil sudut kamera pada posisi sejajar untuk menunjukan dukungan secara sosial kepada audience perempuan.

Dalam penelitian tersebut, Jika dapat disimpulkan secara gender mengenai sudut pengambilan foto maka penjelasannya adalah sebagai berikut:

  • Laki-laki akan selfie dari sudut bawah ketika audience adalah sesama laki-laki
    Hal itu dilakukan untuk menunjukan dominansi.
  • Laki-laki akan selfie lurus sejajar ketika audience adalah perempuan
    Hal itu dilakukan untuk menunjukan kehangatan dan dukungan.
  • Perempuan akan selfie dari sudut atas ketika audience adalah laki-laki
    Hal itu dilakukan untuk menunjukan kepatuhan dan ketundukan.
  • Perempuan akan selfie lurus sejajar ketiak audience adalah perempuan
    Hal itu dilakukan untuk menunjukan dukungan dan kehangatan (persaingan secara sosial).

Selfie dan Psikologi: Cara Selfie dilihat dari media social yang digunakan

Secara lebih lanjut kita bisa mengamati dari profile jenis sosial media yang digunakan.

Narsis Selfie

Sebagai contoh sosial media yang digunakan untuk pencarian jodoh atau kencan (tinder, Instagram dan lainnya). Dan sosial media yang digunakan untuk karir atau professional (LinkedIn dan lainnya). Foto profile yang digunakan pada kedua jenis sosial media ini cenderung akan berbeda.

  1. Media social untuk kencan dan pencarian jodoh

    Jika jenis sosial media tersebut adalah untuk kencan dan pencarian jodoh maka konsep intersexual attraction berlaku. Yaitu foto akan mengimpresikan untuk memikat lawan jenis.
    Foto pada laki-laki akan cenderung lurus sejajar untuk menunjukan dukungan.
    Foto pada perempuan diambil dari atas untuk menunjukan kepatuhan.

  2. Media social untuk karir dan professional

    Jika jenis sosial media yang digunakan untuk karir dan professional, maka:
    Laki-laki akan menggunakan foto frofile dengan sudut pengambilan dari bawah. Hal itu dilakukan untuk menunjukan dominansi.
    Perempuan akan menggunakan foto profile dengan sudut pengambilan dari atas untuk menunjukan dukungan.

Nah sudah tahu kan bagaimana sisi psikologis dalam selfie berpengaruh? Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk membuat kita lebih mengerti konteks dalam selfie. Sehingga kita dapat menampilkan foto profile dalam sosial media dengan baik. Hal ini semoga membuatmu lebih sehat secara mental dan psikologis sehingga membuatmu lebih bahagia.

Baca juga:

Narsis adalah Gangguan Kejiwaan yang harus diobati.

Salam Bahagia!

Artikel sebelumnya membahas tentang:

4 Elemen yang harus dilakukan saat Memaafkan (forgiveness therapy).

Tidak ingin ketinggalan artikel dari PsyLine.id Konsultasi Psikologi Online Indonesia? Like Fans Page Facebook PsyLine:

FansPage FaceBook PsyLine.

Tentang Penulis

Riswandi Alekhine

Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Seorang Aquascaper.
Jatuh cinta pada script, poetry, filsafat dan senja saat hujan.

Tinggalkan Balasan

Kategori PSYBlog



PsyLine - Psikologi Online

PSYLine Indonesia

PSYLine Indonesia

merupakan aplikasi Psikologi Online untuk berbagi cerita konseling dan konsultasi dengan Psikolog Profesional secara online, atau bertemu langsung untuk mendapatkan Layanan Psikologis. Semuanya untuk membantu Anda menjadi Lebih Baik.

Fanpage PSYLine

Ikuti PSYLine



×
PsyLine
×
PsyLine

Kategori PSYBlog