Konsultasi Gratis
Menu

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Logo Psy Line
Menu Menu
Logo Psy Line

Kategori Artikel

Berita Psikologi

Berita Psikologi

3 Artikel

Event Psikologi

Event Psikologi

4 Artikel

Biografi Psikolog

10 Artikel

Layanan PsyLine.id

2 Artikel

Karir & Perusahaan

42 Artikel

Gaya Hidup & Sosial

76 Artikel

Cinta & Remaja

11 Artikel

Pendidikan & Anak

49 Artikel

Psikologi Konsultasi via email Gratis

Kumpulan Konsultasi

103 Artikel

Persiapan Hari Pertama Anak Masuk Sekolah

Pendidikan & Anak | 829 Views

Tips Persiapan Hari Pertama Anak Masuk Sekolah. Dan Pentingnya Orangtua Mendampinginya.

3 Mei 2017 | Penulis: Wulan Arumbi

Persiapan Hari Pertama Anak Masuk Sekolah Tahun ajaran baru segera tiba. Hampir setiap keluarga di Indonesia sudah mulai sibuk mempersiapkan putra putrinya untuk masuk kesekolah. Terkhusus bagi ayah bunda yang memiliki buah hati yang memasuki usia pra sekolah.

Apalagi kalau anak pertama, tentu memiliki kesan tersendiri. Bukan hanya bagi anak, tetapi orangtua tak kalah sibuknya mempersiapkan diri.

Tak jarang banyak persoalan muncul dari anak disebabkan perubahan kebiasaan yang harus ia rasakan ketika memasuki jenjang sekolah. Ia yang selama ini selalu berada dalam pengawasan orang tua. Sedikit bermanja- manja, meminta perhatian setiap saat, selalu ingin dipahami kehendaknya oleh orangtua. Kini harus berada di lingkungan baru yaitu sekolah.

Perasaan anak yang merasa sudah terbuang dari lingkungan sebelumnya akan menyebabkan ia memiliki  rasa tidak aman dan takut berlebihan. Maka diperlukan dukungan untuk menciptakan rasa percaya diri terhadap hati tercinta.

Persiapan Hari Pertama Anak Masuk Sekolah.

Berikut ini beberapa tugas orangtua yang perlu kita perhatikan untuk memberikan dukungan kepada anak ketika pertama kali masuk sekolah.

  1. Latihlah kemandirian anak.

    Mandiri saat menghadapi hari pertama masuk sekolah adalah hal yang penting. Sosok bunda atau pegasuh yang setiap saat selalu menjadi pendamping setia. Kini harus melepas anak ke sekolah untuk bersosialisai dengan teman dan guru.

    Anak harus diajari untuk melakukan beberapa hal sendiri. Seperti memakai dan melepas sepatu, makan minum sendiri dan meminta izin ketika ingin ke belakang. Memasukkan barang ke tas atau loker kelas dan mengatakah hal yang ia suka atau tidak kepada guru.

    Apabila bunda berhasil melatih anak melakukan sesuatu tanpa bantuan dari orangtua, ia tidak akan banyak mengalami hambatan ketika di sekolah. Hal itu dapat membatu anak untuk tidak bergantung pada guru serta teman-temannya.

  2. Kenalkan Makna Sekolah.

    Ketika anda memiliki waktu bersama anak, beritahukan padanya akan pentingnya sekolah. Sampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami anak. Buatlah anak mendengarkan dan tertarik dengan obrolan ini. Agar makna dan tujuan anda bisa didapatkan oleh si anak dengan lebih baik.

  3. Perkenalkan dengan calon gurunya.

    Bayangan sosok gurunya yang akan mengajar nanti terkadang bisa membuat anak takut, padahal ia belum mengetahui karakternya dengan pasti. Hal ini biasanya mereka pelajari dari lingkungan teman-teman yang usianya lebih tua dari si anak. Dimana mereka sudah bersekolah dan seringkali menceritakan sikap guru yang galak.

    Selain itu, informasi dari tayangan televisi seolah membuat predikat seorang guru menjadi begitu buruk dibenak si anak.

    Nah, untuk menepis kecemasan ini tidak ada salahnya kenalkan anak terlebih dahulu pada calon gurunya. Ketika si anak melihat calon gurunya adalah sosok yang ramah, maka segala ketakutan tersebut bisa mereka hilangkan.

  4. Sampaikan keunikan anak kepada calon gurunya.

    Ayah dan bunda tidak perlu menutupi keunikan anak kita, ceritakan saja apa adanya. Misal, anak saya rasa ingin tahunya besar, cenderung pendiam, atau tidak percaya diri.

    Dengan memberitahukan informasi ini, guru akan punya bekal ketika menghadapi anak Anda nanti. Sehingga bisa melakukan tindakan yang tepat untuk memperbaiki hal dirasa kurang. Serta mengembangkan potensi anak secara maksimal.

  5. Ajaklah mengenal lingkungan sekolah sebelum hari pertama sekolah tiba.

    Sebagian sekolah menerapkan sistem trial. Anak dapat mencoba mengikuti kegiatan di kelas selam 2–3 hari sebelum benar–benar menjadi murid di sana. Manfaatkan kesempatan ini. Tapi jika tidak mintalah izin untuk melakukan trial sendiri.

    Sebelum anak anda menjalani hari pertama di sekolah yang baru,  anda bisa mempersiapkannya dengan mengajaknya mengunjungi sekolah tersebut. Dalam perjalanan anda bisa menjelaskan tempat-tempat yang dilalui sehingga ia mengenali bagaimana cara mencapai ke sekolahnya. Anda juga bisa mengenalkannya pada lingkungan sekolah dengan memberitahukan letak-letak ruangan di sekolah tersebut dan menunjukkan ruang kelasnya.

  6. Perhatikan perasaan anak.

    Orangtua juga sebaiknya membahas apa yang dirasakan anak tentang pengalaman baru yang akan dilaluinya tersebut. Dengan mengenali perasaannya sendiri, anak akan merasa lebih siap dengan apa yang akan dialaminya.

    Tenangkan perasaannya dengan memberikan perhatian penuh dan mendengarkan apa yang ia ungkapkan. Kemudian anda bisa mengkonfirmasi perasaan-perasaan apa yang ia rasakan.  Anda kemudian dapat memberikan penguatan (encouragement) bahwa semua yang dirasakannya adalah wajar.

    Lalu anda bisa memberanikan anak anda untuk menghadapinya dengan mengatakan bahwa anda menyayanginya dan mendukungnya. Anda bisa ungkapkan bahwa anda akan ada di sisinya ketika ia membutuhkan anda. Sekalipun bukan dengan cara duduk di sebelahnya di dalam kelas. Anda bisa juga mengajaknya berdoa kepada Tuhan agar ia memiliki keberanian.

  7. Persiapan Hari Pertama Anak Masuk Sekolah dimulai dari Rutinitas bangun pagi.

    Anak anda terbiasa bangun siang? Jika kebiasaan ini terus-menerus berlangsung, tentu orangtua akan lebih sulit mengaktifkan anak di pagi hari.  Kebiasaan bangun pagi harus dilakukan jauh–jauh hari sebelum tahun ajaran baru datang.

    Jam bangun yang terlalu mepet akan membuat semua jadi serba terburu–buru dan anak pun jadi tak nyaman. Minta anak tidur malam lebih awal dari biasanya. Sehingga kebutuhan tidurnya tercukupi dan keesokan hari ia bisa bangun pagi dan  segar saat pergi ke sekolah.

  8. Beri pengertian bahwa orangtua tidak akan menunggu sepanjang hari.

    Memberikan penjelasan kepada anak bahwa kita tidak aka disampingnya selama sekolah sangat perrlu. Sehingga anak tidak akan kaget ketika kita tiba-tiba meninggalkannya. Perlu di jelaskan lagi bahwa ayah–bunda hanya mengantar ke sekolah. Tapi tidak menunggui di kelas sampai usai jam sekolah. Ia akan dijemput oleh ibu/nenek/pengasuh saat pulang sekolah.

    Kalaupun mau di tunggu biasanya sekolah menyediakan area tertentu sebagai tempat menunggu bukan di dekat kelas apalagi di dalam kelas.

  9. Hilangkan rasa cemas anda sebagai orangtua.

    Nah, ternyata bukan hanya anak yang takut jauh dari ibunya. Ada beberapa orangtua yang mengalami kecemasan juga ketika jauh dari anak. Ayah-Bunda kecemasan anda dapat memengaruhi anak, lho. Untuk itu perlu persiapan hari pertama anak masuk sekolah.

    Oleh sebab itu, yakinkan pada diri Anda begitu “serah–terima” anak kepada guru kelas, si anak akan baik–baik saja. Kecemasan hanya akan membuat Anda menunggu di depan kelas dan membuat anak jadi tak fokus pada kegiatan di kelas. Hal itu karena dia selalu mencari–cari Anda.

  10. Berilah reward kepada anak.

    Memberi pujian, elusan, kecupan sayang bila anak dapat melalui hari pertamanya dengan baik. Hal itu dapat menghindarkan anak tidak menangis, tidak mencari–cari orangtua, dan lain sebagainya. Anak akan memupuk keyakinan dan kepercayaan dirinya bahwa dia akan baik–baik saja di sekolah.

Pentingnya dampingi hari pertamanya.

Mendampingi bukan berarti menunggunya di sekolah seharian penuh sampai sekolah usai. Minimal kita mengantarkan sampai pintu gerbang. Kalau anak masih ketakutan kita bisa mengunggunya sebentar lalu menunggunya di ruang tunggu khusus.

Manfaat Persiapan Hari Pertama Anak Masuk Sekolah dan mendampingi anak ketika pertama kali masuk sekolah. Tidak hanya dirasakan bagi si kecil saja, tapi juga para orang tua dan guru, terutama untuk kelancaran proses belajar selanjutnya.

Kenapa bisa begitu, ya! Coba simak informasi berikut ini!

  1. Mempererat hubungan orangtua dan sekolah.

    Psikolog anak dan keluarga, Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi. , mengatakan “Karena anak nantinya banyak menghabiskan waktu di sekolah. Jadi sebaiknya orangtua ikut mengenal lingkungan sekolah anak.”

    “Kalau kita tidak mengerti tentang sekolahnya, gimana kita bisa dampingi anak kita dalam kaitannya memberi support.” ujarnya.

    Menyekolahkan anak berarti menitipkan pendidikan anak kepada lembaga yang sudah kita percaya. Tetapi perlu diingat bahwa tanggung jawab mendidik anak adalah tugas utama orangtua. Jangan menyerahkan sepenuhnya kepada sekolah.

    Orangtua harus mendampingi dan memantau terus perkembangan anak di sekolah. Nah, agar pantauan kita lancar perlu kerjasama dan kedekatan dengan guru, sehingga tujuan mendidik anak berjalan maksimal.

  2. Membuka pola pikir orang tua.

    Seperti yang dikutip pada salah satu buku terlaris karya Harry K. Wong, yakni “The most important day of a person’s education is the first day of school, not Graduation Day.”

    Hari pertama si kecil masuk sekolah sangat penting bagi kelancaran pendidikan seseorang. Hal itu sangat berpengaruh bagi tumbuh kembang si kecil agar optimal.

    Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa saja. Persiapan Hari Pertama Anak Masuk Sekolah. Tumbuh kembang anak di sekolah juga tidak boleh luput dari perhatian.

  3. Memberikan informasi penting tentang sekolah kepada Orangtua.

    Bagi sekolah yang mengadakan masa orientasi, biasanya melibatkan orangtua saat hari pertama sekolah. Manfaat mendampi bagi orang tua, yakni untuk memahami lebih dalam dengan lingkungan tempat si kecil mengenyam pendidikan.

    Dengan begitu, ayah-bunda dapat mengetahui program dan kurikulum pendidikan sekolah. Peraturan dan tata tertib yang berlaku di sekolah. Orangtua dapat berkenalan dengan para guru, wali kelas, kepala sekolah dan juga orang tua murid lainnya. Sehingga mudah nantinya bagi Ibu, untuk memantau si kecil saat sedang sekolah dan berkomunikasi dengan yang lain terkait pendidikan.

  4. Menumbuhkan rasa percaya diri anak.

    Perlu ayah-bunda ketahui bahwa anak yang biasanya terlihat percaya diri pun belum tentu bisa “dilepas” sendirian. Apalagi saat menjalani hari pertama sekolah. Oleh karena itu, agar ia siap sekolah, anak tetap harus mendapat pendampingan dari orangtuanya.

    Dengan kehadiran orang tua saat hari pertama sekolah, si kecil akan merasa percaya diri untuk masuk sekolah. Mereka akan mengenal orang-orang baru, menjalin persahabatan, dan menyiapkan diri untuk belajar banyak hal. Tips Persiapan Hari Pertama Anak Masuk Sekolah agar anak lebih siap.

Semoga artikel dari PsyLine.id Psikologi Online tentang persiapan hari pertama anak masuk sekolah di atas. Semoga bisa membantu ayah-bunda melepas putra-putrinya memasuki gerbang sekolah. Agar mereka akan nyaman saat beradaptasi dengan lingkungan baru.

Salam bahagia..

Artikel sebelumnya membahas tentang: Apa itu Insomnia? Apa Penyebabnya? dan 14 cara mengobatinya.

Tentang Penulis

Wulan Arumbi

Seorang Guru dan ibu bahagia yang selalu ingin belajar.
Lulusan Fakultas Sastra Universitas Sebelas Maret Solo.

Bagikan Artikel Ini:

Berlangganan Artikel?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari PsyLine.

Tinggalkan Balasan